Ambient Marketing (Pemasaran Ambient)

Ambient Marketing (Pemasaran Ambient)

Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) (juga dikenal sebagai “Out of Home”, disingkat “OoH”) adalah bentuk khusus dari iklan luar ruang. Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) dikembangkan pada 1990-an dan dapat diklasifikasikan sebagai pemasaran gerilya karena bertujuan untuk menonjol dari metode periklanan konvensional.

Ambient pertama kali digunakan dalam kaitannya dengan periklanan pada tahun 1996 oleh Concord Advertising, sebuah biro iklan Inggris yang mengkhususkan diri pada kampanye luar ruang (outdoor). Penggunaan ambient didorong oleh meningkatnya permintaan klien untuk melakukan sesuatu yang berbeda („something a bit different‟) dalam beriklan. Permintaan itu dipicu oleh kecemasan klien akan semakin banyak dan padatnya iklan sehingga membutuhkan suatu terobosan baru. Alasan lain adalah kompetisi yang semakin ketat, penurunan efektivitas dan semakin kurang tertariknya khalayak akan iklan-iklan yang ada sehingga klien menginginkan iklan yang lebih „menggigit‟ dari biro iklannya. Permintaan tersebut kemudian diwujudkan oleh biro iklannya melalui penempatan iklan di tempat-tempat yang tidak biasa untuk menarik perhatian khalayak. Sehingga, „penempatan di tempat tidak biasa‟ tersebut menjadi ciri khas iklan ambient media hingga saat ini.

     

Sementara itu, penggunaan istilah „ambient media‟ sendiri sebagai suatu jargon baru muncul pada tahun 1999. Nama ini diberikan untuk suatu cara menawarkan produk atau servis di luar ruang (out-of-home) melalui beberapa media nontradisional atau media alternatif. Ambient media dapat digunakan secara bersamaan dengan menumpang media-media tradisional (media massa) ataupun berdiri sendiri. Namun, dalam perkembangannya, media-media non-tradisional atau media alternatif baik yang dipasang di luar ruang maupun di dalam ruang telah menunjukkan keragaman yang secara signifikan akhirnya membentuk penamaan sendiri, sehingga istilah ambient media menjadi salah satu dan bukan satu-satunya lagi istilah untuk mendeskripsikan penggunaan media nontradisional, media alternatif ataupun media luar ruang seperti dikenal umum selama ini.

Informasi Umum Ambient Marketing

Dalam Ambient Marketing (Pemasaran Ambient), iklan luar ruang disajikan di tempat-tempat di mana penerima iklan tidak selalu mengharapkan iklan. Iklan yang dipajang secara optis disesuaikan dengan lingkungan sekitar, yaitu suasana. Inilah sebabnya mengapa kita berbicara tentang ambient advertising atau ambient media. Slogan seperti “Beli deterjen baru dari XY sekarang” atau “Ponsel pintar berkurang secara drastis” tidak digunakan dalam Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) karena tidak ada yang luar biasa.

Ini akan menjadi contoh Ambient Marketing (Pemasaran Ambient): Penyeberangan zebra (dengan garis-garis kuning) dengan karton MacDonald yang besar di satu sisi, memberi pejalan kaki dan pengendara kesan bahwa penyeberangan zebra adalah kentang goreng yang mencuat dari kantong.

Alasan pengembangan Ambient Marketing (Pemasaran Ambient)

Untuk waktu yang lama, metode periklanan klasik belum dapat menjangkau kelompok sasaran mereka dengan mudah, dan ini bukan hanya karena format periklanan kuno atau kuno yang tidak meyakinkan atau menginspirasi orang. Orang-orang datang ke kontak setiap hari dengan pesan iklan yang tak terhitung jumlahnya yang memiliki efek negatif pada perhatian dan kesediaan untuk berurusan dengan mereka secara positif. Dengan era internet, banjir iklan telah mencapai kualitas baru yang masih meningkat saat ini. Reaksi orang adalah penolakan dan ketidakpedulian, dan di mana pun orang dapat menghindari iklan (baik dalam kehidupan analog maupun digital), mereka akan memanfaatkan kesempatan ini. Sejak awal, Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) berfokus pada bentuk iklan yang sengaja berdiri keluar dari kampanye konvensional. Ini dilakukan, misalnya, melalui perhatian visual (seperti pada contoh dengan kentang goreng). Itu juga bisa terjadi melalui provokasi, yang dalam arti bergantung pada “pesona horor”. Kampanye yang dirancang dengan cara ini dapat memiliki efek menjijikkan dan membangkitkan kemarahan, tetapi perhatian menyeimbangkan reaksi negatif (yang dimaksudkan) ini.

Berbagai Penyebutan Iklan Ambient Media

Dalam dunia komunikasi pemasaran, dikenal istilah “ambient media”, “ambient advertising” dan “ambient marketing”. Meskipun merujuk pada obyek yang sama, namun penggunaan istilah tersebut memiliki sudut pandang dan pemaknaan yang berbeda.

Ambient media, sesuai namanya, merujuk pada mediumnya. Hal ini untuk membedakan dengan penggunaan media-media konvensional atau tradisional lain seperti yang dikenal selama ini misalnya televisi, suratkabar, majalah, radio, billboard, brosur, dan lain-lain. Agak sulit menerjemahkan arti sebenarnya media ini ke dalam bahasa Indonesia, dikarenakan makna „ ambient‟ itu sendiri yang sangat kompleks dan relatif. Beberapa artikel yang menggunakan istilah „media bersuasana‟ atau „media lingkungan‟ justru jadi terdengar aneh dan bias arti, sehingga kebanyakan orang tetap menggunakan kata aslinya, „ambient media‟.

Ambient Advertising. Beberapa praktisi dan literatur dewasa ini mulai menggunakan istilah ini, sehingga menjadi sangat popular. Penggunaan kata „advertising‟ atau iklan dikarenakan pada kenyataannya, ambient media diciptakan untuk mengekspos pesan- pesan iklan. Bahkan, dapat dikatakan bahwa ambient media takkan ada tanpa iklannya, karena medianya itu sendiri adalah iklan, atau setidaknya diciptakan sesuai kebutuhan dan bentuk iklannya (customized media). Hal ini berbeda dengan media-media konvensional yang masih berisi informasi-informasi atau pesan lain selain iklan.

Ambient Marketing. Istilah „ambient marketing‟ muncul di kalangan para praktisi pemasaran (bukan periklanan) atau klien untuk menyebut penerapan strategi pemasaran yang menggunakan cara-cara ambient dalam menjual produk atau service maupun dalam mengomunikasikan merek. Istilah „ambient marketing‟ juga sering digunakan untuk menyebut iklan ambient media dalam konteks strategi komunikasi pemasaran terpadu (integrated marketing communication) dengan cara-cara bergerilya ataupun menarik perhatian konsumen di tempat-tempat tak terduga dengan cara-cara tidak biasa baik  melalui event maupun happening art.

Strategi Pemasaran Guerilla Yang Berbeda

Dalam pemasaran gerilya, seseorang berbicara tentang setidaknya tiga efek yang berbeda, yang diterapkan dengan teknik yang tepat. Yang disebut “efek berbiaya rendah” terjadi dalam pemasaran nyamuk (penggunaan kesenjangan pemasaran dalam pesaing), dan dalam pemasaran penyergapan (partisipasi dalam acara besar tanpa bertindak sebagai sponsor). Efek difusi termasuk pemasaran viral dan pemasaran buzz. Dengan viral marketing, pesan didistribusikan seperti virus dengan cara komunikasi yang ditargetkan; dengan pemasaran gebrakan, konsumen disajikan sebagai penggemar tanpa harus tampil terbuka untuk produk tersebut. Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) termasuk dalam kategori “efek kejutan”, karena tidak dapat diharapkan di mana dan bagaimana iklan akan dipentaskan. Pemasaran sensasional, yang mengandalkan produksi mengejutkan di tempat umum, juga termasuk dalam kategori ini.

Perbedaan dengan iklan klasik

Berbeda dengan iklan klasik, yang terkadang menyebabkan gangguan dalam kegiatan yang saat ini terjadi (misalnya, iklan di bioskop, yang sulit dihindari oleh pengunjung), Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) harus dipahami sebagai bagian dari pendudukan. Oleh karena itu terjadi hampir tanpa pengecualian di luar rumah, yaitu di bus, di jalan, di gym atau di acara-acara. Karena sesuai secara tematis dengan lokasinya, itu dianggap kurang mengganggu daripada iklan konvensional. Karena kedekatan tema dengan kegiatan saat ini, kesediaan untuk terlibat dalam Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) lebih tinggi. Misalnya, mereka yang dirujuk ke penawaran khusus di studio kebugaran lebih cenderung menerimanya daripada mereka yang menemukan produk yang tidak ada hubungannya dengan dunia pengalaman mereka (saat ini).

Ambient Marketing Menjadi Lebih Banyak Panggilan Populer Meningkat Digitalisasi

Meskipun Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) tampaknya bertentangan dengan perkembangan digital, itu tidak kehilangan arti penting. Alasan untuk perhatian, kejutan dan iklan luar biasa dijelaskan di atas, tetapi Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) juga membuatnya menjadi internet, terutama ke media sosial karena foto dan video begitu sering dibagikan di sana. Media iklan yang ditemukan di jalan dan dianggap sangat lucu, orisinal atau provokatif dapat didistribusikan dengan mudah dan gratis di saluran media sosial.

Contoh dari Ambient Marketing (Pemasaran Ambient)

Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) digunakan di berbagai bidang, termasuk perekrutan personil. Di Australia, misalnya, IKEA telah memilih bentuk khusus perekrutan karyawan baru. Produsen furnitur menempatkan brosur perusahaan dalam karton produk yang dipasok untuk mempromosikan IKEA sebagai perusahaan yang menarik. Yang luar biasa tentang brosur ini adalah strukturnya. Mereka disajikan dengan cara yang sama seperti instruksi perakitan biasa, kecuali bahwa tujuan dalam kasus ini adalah untuk membuat daya tarik perusahaan jelas. IKEA mengumumkan setelah akhir kampanye bahwa ia mampu merekrut total 280 karyawan baru.

Signifikansi untuk pemasaran online

Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) adalah cara yang baik untuk menonjol di dunia dengan banyak iklan, asalkan iklannya cukup kreatif dan cerdik. Ambient Marketing (Pemasaran Ambient) juga cocok untuk anggaran yang lebih kecil. Perhatian tertarik oleh perhatian dan presentasi khusus, dan karena itu dapat juga direalisasikan jika anggarannya jelas.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *