Karakter Eksekutif dan Indikatornya

Karakter Eksekutif dan Indikatornya

Karakter Eksekutif

Eksekutif adalah suatu individu yang berada pada kedudukan yang sangat penting dalam suatu perusahaan karena eksekutif memiliki wewenang dan kekuasaan tertinggi untuk mengatur operasi perusahaannya. Eksekutif memiliki pengaruh yang besar bagi perusahaan yang dipimpin sehingga eksekutif ini berperan sangat penting untuk dapat mengkoordinir bawahannya. Eksekutif menentukan arah jalannya perusahaan sehingga eksekutif harus tepat dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam perusahaan. Setiap individu tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda begitu juga dengan setiap eksekutif yang memiliki karakter yang berbeda dalam memimpin perusahaannya. Menurut Low (2006), dalam menjalankan tugasnya, para pemimpin eksekutif sebuah perusahaan memiliki dua karakter, yaitu risk taker dan risk averse. Risk taker merupakan salah satu karakter eksekutif yang berani dalam mengambil risiko. Risk averse merupakan karakter eksekutif yang kurang berani dalam mengambil risiko. Karakter eksekutif yang cenderung risk taker akan berani melakukan apapun agar mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya sehingga lebih berani dalam mengambil risiko walaupun risiko yang diambil tersebut terbilang besar. Berbanding terbalik dengan eksekutif yang memiliki karakter risk averse. Menurut Evianisa (2014), risk averse lebih cenderung tidak menyukai risiko yang besar dan cenderung menghindari risiko serta lebih memilih risiko yang lebih kecil.

Setiap perusahaan memiliki seorang yang pemimpin di posisi teratas yaitu top eksekutif atau top manajer, dimana pimpinan tersebut memiliki karakter-karakter tertentu untuk memimpin dan menjalankankan kegiatan usaha perusahaannya menuju tujuan yang ingin dicapai perusahaan tersebut.

Menurut Anthony dan Govindarajan (2012:112) :
“Organisasi dipimpin oleh suatu hierarki manajer, dengan chief executive officer (CEO) pada posisi puncak, dimana para pemimpin ini memiliki kualitas dan gaya yang beragam dalam pengambilan keputusan. Pemimpin bisa saja merupakan seorang yang tidak takut kepada resiko, atau seorang yang takut kepada resiko”.

Menurut Budiman dalam Ni Nyoman (2014) ;
“Seorang pemimpin bisa saja memiliki karakter risk taker atau risk averse yang tercermin dari besar kecilnya risiko perusahaan. Semakin tinggi risiko suatu perusahaan , maka eksekutif cenderung bersifat risk taker. Sebaliknya, semakin rendah risiko suatu perusahaan, maka eksekutif cenderung bersifat risk averse”.

Selain itu menurut Lewellen (2003) ;
“Karakter eksekutif menunjukkan bagaimana tindakan yang diambil pimpinan perusahaan ketika dihadapkan pada suatu resiko. Keputusan yang diambil akan menggambarkan apakah eksekutif adalah seorang yang berani mengambil resiko atau tidak”.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat dikatakan bahwa eksekutif dalam mengambil keputusan dipengaruhi oleh karakter masing-masing dari eksekutif tersebu, dimana dalam menjalankna tugasnya dalam mengambil keputusan, eksekutif memiliki dua karakter yaitu sebagai risk taker dan risk averse.

Indikator Karakter Eksekutif

Jenis karakter individu (executive) yang duduk dalam manajemen perusahaan apakah mereka merupakan risk taking atau risk averse tercermin pada besar kecilnya risiko perusahaan (corporate risk) yang ada (Budiman dan Setiyono, 2012).
Paligorova (2010) mengartikan risiko perusahaan (corporate risk) merupakan volatilitas earning perusahaan, yang bisa diukur dengan rumus deviasi standar. Dengan demikian dapat dimaknai bahwa risiko perusahaan (corporate risk) merupakan penyimpangan atau deviasi standar dari earning baik penyimpangan itu bersifat kurang dari yang direncanakan (downside risk) atau mungkin lebih dari yang direncanakan (upside potential), semakin besar deviasi earning perusahaan mengindikasikan semakin besar pula risiko perusahaan yang ada.
Untuk mengetahui karakter eksekutif maka digunakan risiko perusahaan (corporate risk) yang dimiliki perusahaan (Paligorova, 2010). Besar kecilnya risiko perusahaan mengindikasikan kecenderungan karakter eksekutif (Ni Nyoman Kristiana Dewi dan I Ketut Jati, 2014). Tingkat risiko yang besar mengindikasikan bahwa pimpinan perusahaan lebih bersifat risk taker. Sebaliknya tingkat risiko yang kecil mengindikasikan bahwa pimpinan perusahaan lebih bersifat risk averse (Ni Nyoman Kristiana Dewi dan I Ketut Jati, 2014).

Baca : Teori Keagenan (Agency Theory)

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *