Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang

Faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan pedagang antaralain:

a. Modal

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan makin jauhnya spesialisasi dalam perusahaan serta makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang menjadi besar, maka modal mempunyai arti yang lebih menonjol lagi. Masalah modal dalam perusahaan merupakan masalah yang tidak akan pernah berakhir karena bahwa masalah modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai macam aspek. Hingga saat ini di antara para ahli ekonomi juga belum terdapat kesamaan opini tentang apa yang disebut modal (Sulistiyono, 2009 dalam Erose Perwitasagi, 2010).
Sumber modal, yaitu terdiri dari:

1) Sumber Intern

Modal yang berasal dari sumber intern adalah modal atau dana yang di bentuk atau dihasilkan sendiri di dalam perusahaan. Alasan perusahaan menggunakan sumbar dana intern yaitu dengan dana dari dalam perusahaan maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk membayar bunga maupun dana yang di pakai, setiap saat tersedia jika diperlukan, dana yang tersedia sebagian besar telah memenuhi kebutuhan dana perusahaan, dan biaya pemakaian relatif murah.

2) Sumber Ekstern

Modal yang berasal dari sumber ekstern adalah sumber yang berasal dari luar perusahaan. Alasan perusahaan menggunakan sumber dana ekstern adalah jumlah dana yang digunakan tidak terbatas, dapat di cari dari berbagai sumber, dapat bersifat fleksibel.

Menurut Sulistiyono (2009) dalam Erose Perwitasagi, 2010, sumber dari pada modal ekstern adalah pertama supplier, supplier memberikan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik untuk jangka pendek (kurang dari 1 tahun), maupun jangka menengah (lebih dari 1tahun dan kurang dari 10 tahun). Penjualan kredit atau barang dengan jangka waktu pembayaran kurang dari satu tahun terjadi pada penjualan barang dagang dan bahan mentah oleh supplier kepada langganan. Supplier atau manufaktur (pabrik) sering pula menjual mesin atau peralatan lain hasil produksinya kepada suatu perusahaan yang menggunakan mesin atau peralatan tersebut dalam jangka waktu pembayaran 5 sampai 10 tahun. Kedua, Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak yang memiliki dana, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran. Ketiga, pasar modal adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal (investor) di suatu pihak dan emiten yang membutuhkan dana jangka menengah atau jangka panjang di lain pihak, atau dengan kata lain adalah tempat (dalam artian abstrak) bertemunya penawaran dan permintaan dana jangka menengah atau jangka panjang. Dimaksudkan dengan pemodal adalah perorangan ataulembaga yang menanamkan dananya dalam efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat. Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi yang mempunyai defisit tabungan.

Modal dapat dibagi menjadi modal aktif dan modal pasif. Modal aktif ialah modal yang tertera di sebelah debit dari neraca, yang menggambarkan bentuk-bentuk dimana semua dana yang didapat perusahaaan ditanamkan, sedangkan pengertian dari modal pasif adalah modal yang tertera di sebelah kredit dari neraca yang menggambarkan sumber-sumber dari mana dana diperoleh. Besar kecilnya modal yang digunakan akan sangat berpengaruh terhadap keuntungan usaha yang diraih pengusaha. Semakin besar modal yang digunakan berarti dapat memproduksi barang dengan jumlah semakin banyak, sehingga akan meningkatkan pendapatan yang diperoleh pengusaha.

Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibedakan menjadi modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri merupakan modal yang berasal dari pemilik perusahaan (pengusaha), sedangkan modal asing adalah modal yang didapat dari hasil pinjaman atau kredit dari lembaga keuangan yang ada. Kekuatan modal yang tertumpu pada kekuatan sendiri akan lebih baik daripada modal berasal dari luar, karena modal dari luar tentu memiliki konsekuensi biaya bunga dan ketergantungan dari pihak luar.

b. Jam Berdagang

Jam berdagang / jam kerja adalah waktu yang dimanfaatkan seseorang untuk menjajakan barang atau jasa tertentu. Adapun waktuyang dimaksudkan disini adalah lamanya jam yang benar-benar digunakan seseorang untuk kegiatan berdagang, maka iya akan menjual barang yang mereka punya, jadi semakin banyak barang yang mereka jual berarti semakin menaikan pendapatan mereka. Otomatis keuntungan yang mereka dapat juga semakin meningkat.

Jones dan Bondan telah membagi lama kerja seseorang dalam satu minggu menjadi tiga kategori (Aris & Hatmaji, 1985 dalam Turis Harningsih, 2011):

  1. Seseorang yang bekerja kurang dari 35 jam perminggu, makaiya dikategorikan bekerja dibawah jam normal.
  2. Seseorang yang bekerja antara 35 sampai 45 jam perminggu, maka ia dikategorikan bekerja pada jam normal.
  3. Seseorang yang bekerja diatas 45 jam perminggu, maka iya dikategorikan bekerja dengan jam panjang.

Sedangkan potensi atau kemampuan seseorang dalam melaksanakan suatu pekerjaan dihitung menurut waktu per jam adalah berlainan. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain jenis kelamin, umur, dan sebagainya. Yang dimaksud jam kerja per hari dalam penelitian ini adalah waktu yang digunakan oleh pedagang dalam menjajakan barang dagangannya setiap hari. Jam kerja dan waktu kerja pada pedagang menunjukan pola yang tidak tetap tergantung pada berbagai hal seperti jenis dagangan, kecepatan waktu terjual dan sebagainya.

c. Lama Usaha

Didalam menjalankan suatu usaha, lama usaha memegang peranan penting dalam proses melakukan usaha perdagangan (Widya Utama, 2012). Lamanya suatu usaha dapat menimbulkan suatu pengalaman berusaha, diamana pengalaman dapat mempengaruhi pengamatan seseorang dalam bertingkah laku (Asmie, 2008). Lama pembukaan usaha dapat mempengaruhi tingkat pendapatan, lama seorang pelaku bisnis menekuni bidang usahanya akan mempengaruhi produktivitasnya sehingga dapat menambah efisiensi dan menekan biaya produksi lebih kecil dari pada penjualan (Firdausa, 2013). Semakin lama menekuni bidang usaha perdagangan akan makin meningkatkan pengetahuan tentang selera dan perilaku konsumen serta semakin banyak relasi bisnis dan pelanggan (Asmie dan Wicaksono,2011)

d. Jumlah Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja merupakan salah satu variabel yang cukup berpengaruh terhadap besarnya keuntungan para pedagang. Semakin banyak jumlah tenaga kerja atau karyawan yang dimiliki maka para pelanggan pun akan terlayani dengan baik karena adanya efisiensi waktu sehingga kualitas dari pelayanan tersebut akan tampak baik.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *