Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Asuransi adalah kebutuhan untuk mengatasi risiko, risiko adalah kemungkinan menghadapi/ ditimpa kerugian. Risiko terbagi menjadi 2 yaitu risiko spekulatif (apabila akibatnya daprl menimbulkan kerugian atau keuntungan bagi seseorang) dan risiko murni (adalah risiko yang tidak mencampurkan antara 2 unsur yaitu untung dan rugi, tetapi selalu membawa akibat yang tidak menguntungkan, bctul-betul memperhitungkan kerugian itu benar-benar terjadi).

Dalam bahasa Belanda kata asurasi disebut Assurantie yang terdiri dari kata “assuradeur” yang berarti penanggungan dan “geassureerde” yang berarti tertanggung. Kemudian dalam bahasa Prancis disebut “Assurance ” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi. Sedangkan dalam bahasa latin disebut “Assecurare” yang berarti menyakinkan orang. Selanjutnya bahasa Inggris kata asuransi disebut “lnsurance ” yang berarti menanggung sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dan “assurance” yang berarti menanggung sesuatu yang pasti terjadi.

Wirdjono Prodjodikoro menulis dalam buku Hukum Asuransi di Indonesia, pengertian asuransi adalah suatu persetujuan dimana pihak yang menjamin berjanji kepada pihak yang dijamin, untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian, yang mungkin akan diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas.
Menurut Junaedy Ganie, asuransi adalah suatu perjanjian antara penanggung, yang dengan imbalan pembayaran suatu premi yang telah disepakati, berjanji untuk memberikan suatu penggantian atau manfaat kepada tertanggung pada satu pihak dan tertanggung atau pihak yang ditunjuk sebagai pihak lainnya.

Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk:

  1. memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan kcuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjaCinya suatu
    peristiwa yang tidak pasti; atau
  2. mernberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung ciengan manfaat yang besamya telah ditetapkan dan/atau didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur, vaitu:

  1. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsurangsur.
  2. Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsure tak tertentu.
  3. Suatu peristiwa (accident) yang tak tertentu (tidak diketahui sebelumnya).
  4. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tak tertentu.

Asuransi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu, asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi ganti kerugian (general insurance). Asuransi jiwa memberikan jasa dalam penanggulangan risiko terkait dengan hidup dan meninggalnya seseorang yang dipertanggunkan, sedangkan asuransi ganti kerugian memberikan jasa daiarn penanggulangan risiko atas kerugian, kchilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul ciari peristiwa yang tidak pasti (evenemen).

Pihak yang menyalurkan risiko disebut “tertanggung”, dan pihak yang menerima risiko disebut “penanggung”. Perjanjian antara kedua pihak ini disebut kesepakatan. Ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biayayang dibayar oleh “tertanggung” kepada “penanggung” untuk risiko yang ditanggung disebut “premi”. Biasanya ditentukan oleh penanggung untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan.

Berdasarkan definisi di atas, maka asuransi merupakan suatu bentuk perjanjian dimana harus dipenuhi syarat sebagaimana dalam Pasal 1320 KUH Perdata, namun dengan karakteristik bahwa asuransi adalah persetujuan yang bersifat untunguntungan sebagaimana dinyatakan dalam Pasal1774 KUH Perdata- Menurut Pasal1774 KUH Perdata yaitu :

“Suatu persetujuan untung-untungan (kans-overeenktmst) adalah suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung ruginya, baik bagi semua pihak maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang belum tentu”.

Dalam pembayaran ganti kerugian oleh perusahaan asuransi berlaku prinsip subrogasi yakni perpindahan hak kreditur kepada seorang pihak ketiga yang membayar kepada kreditur, dapat terjadi karena persetujuan atau karena undang-undang Dimana penggantian hak (tcrtanggrrng) oleh pihak kedua (penanggung/pihak asuransi) yang membayar kepada tertanggung (nilai klaim asuransi), akibat dari kesalahan seorang pihak ketiga yang menyebabkan kerugian kepada pihak tertanggung. Selanjutnya, pihak kedua lah yang meminta ganti kerugian kepada seorang pihak ketiga.

Menurut Wirjono Prodjodikoro, pengertian subrogasi pada asuransi berarti penggantian pihak yang berhak dalam suatu hubungan hukum mengenai hakhaknya terhadap pihak yang berwajibr3. Dalam hal asuransi, si terjamin merupakan pihak yang berhak dalam suatu hubungan hukum dengan pihak ketiga, berhubung dengan kerugian yang dijamin oleh asurador. Misalnya, suatu bangunan yang dijamin terhadap kebakaran, kemudian dibakar oleh seseorang pihak ketiga. Si terjamin menurut pasal 1365 B.W. berhak meminta ganti rugi kepada orang ketiga
itu, berdasarkan atas perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige daad).

Dalam perjanjian asuransi dimana tertanggung dan penanggung mengikat suatu perjanjian tentang hak dan kewajiban masing-masing. Perusahaan asuransi membebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung. Premi yang harus dibayar sebelumnya sudah ditaksirkan dulu atau diperhitungkan dengan nilai resiko yang akan dihadapi. Semakin besar resiko, semakin besar premi yang harus dibayar dan sebaliknya.

Perjanjian asuransi tertuang dalam polis asurasi, dimana disebutkan syarat-syarat, hak-hak, kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggungkan dan jangka waktu asuransi. Jika dalam masa pertanggungan terjadi resiko, pihak asuransi akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah di buat dan ditandatangani bersama sebelumnya.

Postingan Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *