Pengertian Persediaan Menurut Beberapa Cendekiawan

Pengertian Persediaan Menurut Beberapa Cendekiawan

Persediaan merupakan salah satu aset yang paling mahal bagi perusahaan, mencerminkan total 40% dari total modal yang diinvestasikan (Render dan Heizer, 2001, p314).

Menurut Kusuma (2001, p131), persediaan didefinisikan sebagai barang yang disimpan untuk digunakan atau dijual pada periode mendatang. Persediaan dapat berbentuk bahan baku yang disimpan untuk diproses, komponen yang diproses, barang dalam proses pada proses manufaktur, dan barang jadi yang disimpan untuk dijual.

     

Kebutuhan akan persediaan muncul karena adanya waktu ancang (lead time) antar operasi yang berurutan, waktu ancang pembelian bahan, atau waktu ancang pendistribusian barang dari titik produksi ke titik pemasaran. Jika waktu ancang diketahui maka akan mempermudah manajemen pengendalian persediaan perusahaan. Misalnya, jika waktu ancang pembelian adalah dua minggu maka pemesanan bisa dilakukan dua minggu sebelum fungsi produksi berlangsung.

Tipe-tipe Persediaan

Persediaan dapat dibedakan atas beberapa tipe, yaitu:

  1. Supplies (persediaan bahan pembantu), yaitu barang persediaan yang diperlukan dalam proses produksi tetapi bukan merupakan bagian dari produk jadi.
  2. Raw Materials (persediaan bahan mentah), yaitu barang persediaan yang dibeli atau dipasok dari supplier yang akan dijadikan sebagai masukan dalam proses produksi.
  3. In-process (persediaan barang dalam proses), yaitu persediaan barang yang merupakan keluaran dari suatu bagian proses produksi, yang masih perlu diolah atau diproses lebih lanjut lagi untuk menjadi produk jadi.
  4. Finished goods (persediaan barang jadi), yaitu persediaan barang yang sudah diproses dan siap untuk dikirim ke pelanggan.

Fungsi Persediaan

Persediaan memiliki beberapa fungsi penting yang menambah fleksibilitas dari suatu perusahaan. Fungsi persediaan menurut Render dan Heizer (2001, p314), yaitu:

  1. Untuk memberikan suatu stok barang-barang agar dapat memenuhi permintaan yang diantisipasi akan timbul dari konsumen.
  2. Untuk memasangkan produksi dengan distribusi. Misalnya bila permintaan hanya tinggi pada musim panas, persediaan dapat diadakan selama musim dingin untuk
    menghindari biaya kehabisan stok.
  3. Untuk mengambil keuntungan dari potongan harga dalam jumlah besar.
  4. Untuk melakukan hedging terhadap inflasi dan perubahan harga.
  5. Untuk menghindari kekurangan stok akibat kejadian tidak terduga.
  6. Untuk menjaga agar operasi dapat berlangsung dengan baik dengan menggunakan barang-barang dalam proses dalam persediaannya.

Biaya-Biaya Persediaan

Biaya persediaan adalah keseluruhan biaya operasi atas sistem persediaan.
Menurut Handoko (2000, p333) berikut ini adalah jenis – jenis biaya persediaan, yaitu :

  1. Biaya penyimpanan
    Biaya penyimpanan (holding costs atau carrying costs) adalah biaya yang dikeluarkan atas investasi dalam persediaan dan pemeliharaan maupun investasi saran, fisik untuk menyimpan persediaan yang besarnya bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila kuantitas bahan yang dipesan semakin banyak, atau rata-rata persediaan semakin tinggi. Biaya-biaya ini adalah variabel bila bervariasi dengan tingkat persediaan. Bila biaya fasilitas penyimpanan (gudang) tidak variabel, tetapi tetap, maka tidak dimasukkan dalam biaya penyimpanan per unit.
  2. Biaya pemesanan (pembelian)
    Setiap kali suatu bahan dipesan, perusahaan menanggung biaya pemesanan (order costs atau procurement costs). Biaya pemesanan adalah biaya yang berasal dari pembelian pesanan dari supplier. Biaya pemesanan seperti biaya membuat daftar permintaan, menganalisis supplier, membuat pesanan pembelian, penerimaan bahan, inspeksi bahan, dan pelaksanaan proses transaksi. Secara normal, biaya per pesanan (di luar biaya bahan dan potongan kuantitas) tidak naik bila kuantitas pesanan bertambah besar.
  3. Biaya penyiapan (manufacturing).
    Bila perusahaan memproduksi sendiri bahan-bahan “dalam pabrik”, perusahaan menghadapi biaya penyiapan (setup costs) untuk memproduksi komponen tertentu. Biaya persiapan seperti biaya yang dikeluarkan akibat perubahan proses produksi, pembuatan jadwal kerja, persiapan sebelum produksi, dan pengecekan kualiatas. Karena konsep biaya ini analog dengan biaya pemesanan, maka untuk selanjutnya akan digunakan istilah “biaya
    pemesanan” yang dapat berarti keduanya.
  4. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan (stock-out cost)
    Dari semua biaya-biaya yang berhubungan dengan tingkat persediaan, biaya kekurangan bahan adalah yang paling sulit diperkirakan. Biaya ini timbul bilamana persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan. Kekurangan bahan bisa dari luar maupun dari dalam perusahaan. Kekurangan dari luar terjadi apabila pesanan konsumen tidak dapat dipenuhi. Sedangkan kekurangan dari dalam terjadi apabila departemen tidak dapat memenuhi kebutuhan departemen lain maupun penundaan pengiriman maupun idle kapasitas. Biaya kekurangan dari pihak luar dapat berupa biaya back order, biaya kehilangan kesempatan penjualan, dan biaya kehilangan kesempatan menerima keuntungan.

Penentuan Safety Stock

Menurut James H.Greene safety stock didapatkan dari konsep pelayanan. Jika konsumen selalu menerima pesanannya, maka service index adalah 100 persen. Berapapun di bawah 100 persen akan menjadi stock-out. Total penjumlahan service index dan stock-out index adalah 100 persen. Rumusnya menjadi:

Service index = 100% – Stock-out index.

Index stock-out rendah mengindikasikan tingginya service index, dan sebaliknya. Service index memiliki beberapa makna bergantung dari kita melihatnya sebagai: seringnya stock-out selama siklus order, atau selama setahun, atau kuantitas stock-out selama siklus order. Berikut adalah perhitungan safety stock berdasarkan seringnya stock-out selama siklus order.

Safety stock dapat dihitung dengan standar deviations ataupun dengan menggunakan mean absolute deviation (MAD). Keduanya menghasilkan nilai yang sama, hanya berbeda di cara penghitungannya.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *