Mengapa Harus Kewirausahaan ( ENTERPRENEURSHIP)

kewirausahaan

Dunia ini dipenuhi oleh keinginan orang-orang untuk bekerja. Ada yang menginginkan menjadi pegawai negeri dan ada pula yang ingin menjadi pegawai swasta. Mereka sama-sama ingin mendapatkan penghasilan yang maksimal dari pekerjaan mereka. Namun hanya sedikit sekali yang berani mengambil resiko sebagai wirausaha. Pegawai swasta berarti menjadi karyawan dari orang-orang yang menjadi usahawan. Dan wirausaha berarti memberi penghasilan bagi pegawainya.

Di dalam agama Islam, diajarkan bahwa kita sebagai manusia telah diberi jatah atas rezekinya masing-masing. Tergantung bagaimana kita menjemput rezeki itu sendiri. Siapa yang cepat maka rezeki pun akan didapat, dan wirausaha adalah salah satu cara untuk menjemput jatah rezeki kita.

     

Wiraswasta mungkin diambil dari terjemahan wiraswasta. Wiraswasta terdiri dari suku kata wira-swa-sta. “Wira” berarti manusia tunggal, pahlawan, pendekar, teladan berbudi luhur, berjiwa besar, gagah berani serta memiliki keagungan watak. “Swa” berarti sendiri atau mandiri. “Sta” berarti tegak berdiri.

Sedangkan saudagar terdiri dari dua suku kata. Sau berarti seribu (banyak), dan dagar artinya akal. Jadi kata sudagar dapat diartika dengan seseorang yang memiliki seribu akal. (Taufik Rashid, 1981:4).

Mark Victor Hansen, penulis “Chicken Soup for the Soul”, dan Robert G. Allen, pengarang buku “Nothing Down”, mengatakan bahwa kekayaan adalah kebebasan. Kekayaan yang merupakan kebebasan ini mencakup hal-hal sebagai berikut:

  1. Money Freedom, Kebebasan untuk membuat perencanaan keuangan masa depan karena kita tidak kekurangan uang, semua kebutuhan masa yang akan datang sudah dapat dipenuhi saat ini. Kita tetap bekerja dengan alasan bukan harus bekerja tetapi ingin bekerja.
  2. Time Freedom, Kita mempunyai kebebasan dalam mengisi waktu dari hari ke hari. Waktu bebas bukan berarti tidak bekerja, tetapi pekerjaan tersebut adalah permairvan kita, permainan kitalah yang menjadikan kita bekerja.
  3. Relationship, Freedom Kita mempunyai kebebasan untuk bermasyarakat, mencintai dan dicintai, membagi suka kepada orang lain, membantu orang yang duka agar menjadi suka.
  4. Spiritual Freedom, Kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama tanpa adanya paksaan maupun larangan dari pihak manapun.
  5. Physical Freedom, Kebebasan untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta mendapatkan pelayanan kesehatan.
  6. Ultimate Freedom, Kebebasan untuk berkarya dan mendapatkan perlindungan atas hasil karya cipta, bebas untuk memperoleh pengetahuan serta membagi pengetahuan kepada orang lain.

Inovasi Kreatifitas dan Jenis Wirausaha

Perusahaan dapat melakukan inovasi dalam bidang;

  • Inovasi produk (barang, jasa, ide dan tempat)
  • Inovasi manajemen (proses kerja, proses produksi, keuangan,
    pemasaran, dll)

Secara umum kreativitas seseorang dapat diformulasikan sebagai berikut;

  1. Kreativitas dimiliki oleh setiap orang (baik pada tingkat kemampuan yang kecil maupun besar)
  2. Kreativitas memerlukan pencapaian dari suatu perspektif yang baru. Paling tidak baru untuk orang tersebut.
  3. Perspektif yang baru ini dicapai dengan membawa bersama pengalaman yang tidak berhubungan sebelumnya.
  4. Kreativitas mendambakan sesuatu yang lebih berkualitas
  5. Seseorang harus mendekati lingkungannya dengan cara yang holistic.
  6. Orang yang kreatif harus berfantasi, bermain, dan berpikir.
  7. Orang yang kretaif bersikap spontan, fleksibel, dan terbuka terhadap pengalaman.
  8. Spontanitas dari manusia adalah sumber dari kreativitas (Ibid)

Sangat banyak usaha yang bisa digarap, mana yang akan dipilih sangat bergantung pada beberapa hal, antara lain:

  1. Minat seseorang, misalnya berminat dalam bidang industri atau kerajinan, dan perdagangan/jasa.
  2. Modal, apakah sudah tersedia modal awal atau belum, atau apa saja yang sudah dimiliki.
  3. Relasi, apakah ada keluarga, teman, yang sudah menekuni usaha yang sama, atau usaha yang akan dikerjakan ada relevansi/saling menunjang dengan usaha tersebut.
  4. Tekat, keinginan untuk membuka usaha dan merubah nasib.
  5. Dan berbagai peluang lainnya.

Secara garis besar ada 5 jenis usaha yang dapat dijalankan, yaitu:

  1. Pertambangan, bidang usaha yang mengambil langsung dari alam, seperti hasil laut, hasil hutan.
  2. Agraris, adalah berbagai usaha pengelolaan kebun, perdagangan hasil-hasil pertanian (agrobisnis) yang dapat diusahakan untuk setiap produk yang dihasilkan oleh pertanian atau perkebunan dan peternakan.
  3. Industri, adalah usaha yang dapat dirinci dalam bentuk berbagai jenis komoditi yang dihasilkan dan besar kecilnya industri yang diusahakan.
  4. Perdagangan, Usaha perdagangan dapat dirinci menurut besar kecilnya usaha dan berbagai komoditi yang diperdagangkannya.
  5. Jasa, usaha nyang dijalankan dengan menjual jasa pelayanan, usaha ini juga dapat dirinci menurut besar dan kecilnya jasa yang dilibatkan.Kelima jenis usaha ini dapat dirinci sedemikian rupa baik menurut lembaga yang mengusahakan, bentuk badan hukum, besarnya usaha, komoditi yang diusahakan, maka akan muncul jenis usaha yang luar biasa banyaknya.

Wirausaha Baru

Seorang wirausahawan harus mempunyai rencana yang matang mengenai perencanaan nya. Rencana tersebut mencakup; Business apa yang dimiliki, Memulai sendiri tau membeli suatu perusahaan yang ada;mengetahui apa dan dimana pasar untuk produk atau servisnya. Memulai suatu tidaklah mudah karena banyak tantangan-tantangan yang harus dihadapi.

Untuk suksesnya suatu permulaan kita memerlukan :
a)  Adanya peluang usaha yang sangat solid
b)  Memiliki keahlian dan kemampuan dalam bidang yang akan ditekuninya.
c)  Pendekatan yang benar dalam menjalankan usaha, dan
d)  Memiliki dana yang cukup untuk memulai dan mengoperasikan usaha tersebut hingga dapat berdiri sendiri

Adanya lima kekuatan persaingan yang menentukan di sektor industri yaitu :
1) Ancaman dari pendatang baru
2) Ancaman dari barang atau jasa substitusi
3) Kekuatan tawar menawar dari pemasok
4) Kekuatan tawar menawar dari pembeli, dan
5) Persaingan diantara para pesaing yang ada

Untuk menghadapi situasi pasar dalam industri tersebut Porter juga mengemukakan beberapa dasar strategi yang generik. Untuk pasar industri dengan target yang lebih luas dapat diterapkan strategi :
a) Produk yang berbeda (product differentiation)
b) Keunggulan biaya (cost leadership)
c) Biaya fokus (cost focus)
d) Perbedaan fokus (focused differentiation)

Macam-macam Perdagangan

Perdagangan besar adalah segala aktivitas marketing yang menggerakan barang-barang dari produsen ke pedagang eceran atau lembaga marketing lainnya.

Pedangan besar memegang peranan yang sangat pengting, sehingga fungsi pedagang besar adalah:
1. Pengumpulan dan penyebaran (assembling and distributing).
2. Pembelian dan penjualan (buyers and selling).
3. Pemilihan barang (selection of goods).
4. Pemberian kredit (financing).
5. Penyimpanan (storage).
6. Pengangkutan (transportation).

Perdagangan eceran atau Pedagang kecil yaitu suatu kegiatan menjual barang dan jasa pada konsumen akhir.

Perdagangan eceran dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Perdagangan eceran besar.
2. Perdagangan eceran kecil terdiri dari;
a)  Eceran kecil berpangkalan.
b)  Eceran kecil tidak berpangkalan.

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *