Analisis Laporan Keuangan
   

Pengertian analisis laporan keuangan menurut Wild, Subramanyam, Halsey (2005) ;  “Financial statement analysis is the application of analytical tools and techniques to general purposes finansial statements and related data to derive estimates and inferences useful in business analyst.”

Analisis laporan keuangan perusahaan adalah aplikasi dari alat dan teknik analitis untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-ata yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat“

Dalam melakukan analisis laporan keuangan ada dua metode yang dapat dilakukan yaitu metode analisis horizontal (dinamis) dan metode analisis vertikal (statis). Metode analisis horizontal adalah metode analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan pos yang sama untuk periode yang berbeda. Metode analisis vertikal dilakukan dengan cara menganalisis laporan keuangan dengan membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama.

Selain analisis horizontal dan vertikal, ada dua analisis yang dapat dilakukan yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis ini lebih mendalam lagi karena dihitung dari analisis rasio perusahaan tersebut. Analisis fundamental adalah analisis yang dilakukan untuk memperkirakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba di masa yang akan datang. Sedangkan analisis teknikal adalah analisis untuk memperkirakan harga saham yang akan datang dengan memperhatikan tren pergerakan saham di masa lalu.

Dalam kehidupan sehari hari, analisis yang dilakukan untuk memperkirakan harga saham adalah analisis fundamental karena analisis tersebut tidak hanya menyangkut trend namun juga keadaan makroekonomi, industri, bisnis baik perusahaan maupun industri yang terkait.

 Analisis laporan keuangan mencakup:

  1. Pembandingan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain yang sama
  2. Evaluasi kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu

Manfaat analisis laporan keuangan:

  1. Dari sudut pandang investor, untuk memprediksi kondisi dan prospek perusahaan di masa depan
  2. Dari sudut pandang manajemen, untuk membantu perencanaan tindakan manajerial yang akan menentukan kondisi perusahaan di masa depan
  3. Dari sudut pandang kreditur, untuk membantu menentukan kelayakan pemberian pinjaman

— Analisis umumnya dengan perhitungan rasio keuangan karena:

  1. Rasio keuangan dirancang untuk mengungkapkan kekuatan/ kelemahan relatif suatu perusahaan dibanding perusahan lain dalam industri yang sama
  2. Rasio keuangan dapat menunjukkan posisi keuangan yang membaik/ memburuk selama periode tertentu.

Analisis Laporan Keuangan

Laporan keuangan melaporkan posisi perusahaan pada satu titik waktu dan kegiatan operasi selama beberapa periode. Laporan keuangan tersebut dapat benar-benar bermakna ketika informasi di dalamnya diolah dan digunakan untuk meramalkan laba dan dividen masa depan. Dari sudut pandang investor, peramalan masa depan adalah inti dari analisis laporan keuangan yang sebenarnya. Sedangkan bagi pihak manajemen, analisis laporan keuangan berguna untuk membantu mengantisipasi kondisi masa depan dan dasar bagi manajer keuangan untuk menetapkan kebijakankebijakan strategis yang akan ditempuh perusahaan. Laporan keuangan dapat dianalisis dengan menggunakan rasiorasio keuangan. Rasio keuangan yang berguna untuk membantu mengevaluasi laporan keuangan suatu perusahaan terdiri atas lima kategori yaitu (Brigham dan Houston, 2010):

  1. Rasio Likuiditas, adalah rasio yang menunjukkan hubungan antara kas dan aset lancar perusahaan lainnya dengan kewajiban lancarnya. Yang termasuk dalam rasio likuiditas adalah Rasio Lancar (Current Ratio) dan Rasio Cepat (Quick Ratio).
  2. Rasio Manajemen Aset, adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam mengelola asetnya. Beberapa rasio manajemen aset yang umum digunakan adalah rasio perputaran persediaan, rasio perputaran aktiva tetap dan rasio perputaran total aktiva.
  3. Rasio Manajemen Hutang, adalah rasio yang mengukur nilai besaran perusahaan dibiayai dengan hutang, dan kemungkinan tidak terpenuhinya hutang perusahaan. Beberapa rasio yang mewakili rasio manajemen hutang adalah rasio hutang terhadap total aktiva dan Time Interest Earned (TIE).
  4. Rasio Profitabilitas, adalah rasio yang memperlihatkan pengaruh gabungan dari likuiditas, manajemen aset, dan manajemen hutang terhadap hasil operasi perusahaan. Rasio ini dicerminkan oleh profit margin, Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE).
  5. Rasio Nilai Pasar, adalah rasio yang menghubungkan harga saham perusahaan dengan laba, arus kas dan nilai buku per sahamnya. Beberapa rasio yang dapat digunakan adalah rasio Earning Per Share (EPS), Price to Earning (PER) dan Market to Book Value (MBV)

Sumber Bacaan

Brigham, Eugene F. Dan J.F. Houston. 2010. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.  Edisi 11. Jakarta: Salemba Empat.

Tag: , , , , , ,

Diposting oleh hestanto


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *