Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
   

a. Pengertian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Usaha mikro, kecil dan usaha menengah (UMKM) yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri dan dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas ke masyarakat. Usaha Mikro Kecil Menengah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2008, menyatakan bahawa masyarakat yang adil dan makmur yang berdasarkan pencasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus diwujudkan melalui pembangunan perekonomian nasional berdasarkan demokrasi ekonomi.

b. Prinsip dan Tujuan Pemberdayaan

Prinsip dan tujuan Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu:
Prinsip pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah:

  1. Penumbuhan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan Usaha Mikro, Kecil, menengah untuk berkarya dengan prakarsa sendiri.
  2. Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.
  3. Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengan kopetensi Usaha, Mikro, kecil dan menengah.
  4. Peningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.
  5. Penyelenggaraan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara terpadu.

Tujuan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah:

  1. Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang, dan berkeadilan.
  2. Menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.
  3. Meningkatkan peran Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah dalam pembangunan daerah, penciptaan lapangan kerja, pemerataan pendapatan, pertumbungan ekonomi, dan pengentasan rakyat dari kemiskinan.

c. Proses dan Upaya Pemberdayaan

Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat, harus dilakukan melalui beberapa kegiatan, pertama, menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang (enablimg). Kedua memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh ,asyarakat (empowering). Ketiga, memberdayakan mengandung pula arti melingungi (protecting). Disinilah letak titik tolaknya yaitu bahwa pengenalan setiap manusia, setiap anggota masyarakat, memilki suatu pengenalan setiap manusia, setiap anggota masyarakat, memiliki suatu potensi yang selalu dapat terus dikembangkan. Artinya, tidak ada masyarakat yang sama sekali tidak berdaya, karena kalau demikian akan mudah punah.
Menurut Edi Suhuarto, pelaksanaan proses dan pencapaian tujuan pemberdayaan dapat dicapai melalui penerapan pendekatan pemberdayaan yang disingkat 5P, yaitu:

  1. Pemungkinan: menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembangan secara optimal. Pemberdayaan harus mampu membebaskan masyarakat dari sekat-sekat kurtural dan struktural yang menghambat.
  2. Penguatan: memperkuat pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki masyarakat dalam memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan-kebutuhann. Pemberdayaan harus mampu menumbuhkembangkan segenap kemampuan dan kepercayaan diri masyarakat yang menunjang kemandirian.
  3. Perlindungan, melindungi masyarakat terutama kelompok-kelompok lemah agar tidak tertindas oleh kelompok yang kat, dan yang lemah dan mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang antara eksploitasi kelompok kuat terhadap kelompok lemah. Pemberdayaan harus diarahkan pada penghapusan segala jenis diskriminasi dan dominasi yang tidak menguntungkan rakyat kecil.
  4. Penyokongan: memberikan bimbingan dan dukungan agar masyarakat mampu menjalankan peranan dan tugas-tugas kehidupannya. Pemberdayaan harus mampu menyokong masyarakat agar tidak terjatuh ke dalam posisi yang semakin lemah terpinggirkan.
  5. Pemeliharaan: memelihara kondisi yang kondusif agar terhadap terjadi keseimbangan distribusi kekuasaan antara berbagai kelompok dalam masyarakat. Pemberdayaan harus mampu menjamin keselarasan dan keseimbangan yang memungkinkan setiap orang memperoleh kesempatan berusaha.

Pemberdayaan sangatlah penting untuk integral ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan yang penting, sesuai amanat yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVI/MPR-RI/1998 tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah peran serta potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang, berkembang, dan berkeadilan. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus diselenggarakan secara menyeluruuh, optimal dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan perlindungan dan pengembangan usaha seluas-luasnya, agar dapat menigkatkan kedudukan, peran, dan otensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, dan dapat meningkatkan pendapatan rakyat, adanya lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan. Maka di syahkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. Yang hanya mengatur Usaha Kecil, yaitu usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Usaha kecil adalah peluang usaha ekonomi produktif yang berdiri srndiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perushaan yang dimiliki, dikuasai, atau mejadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini. Usaha menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorsngsn atau badan usaha yang bukan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki atau dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat diklarifikasikan menjadi 4 yaitu:

  1. Livelihood Activites, merupakan UMKM yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai informal.
  2. Micro Enterprose, merupakan UMKM yang memiliki sifat pengrajin terapi belum memiliki sifat kewirausahaan.
  3. Small Dynamic Enterprise, merupakan UMKM yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor.
  4. Fast Moving Enterprise, merupakan UMKM yang memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).
  5. Jenis Usaha Yang Dicadangkan Untuk Usaha Kecil

Usaha Kecil adalah suatu kegiatan ekonomi rakyat sebagai bagian integral dunia usaha yang mempunyai kedudukan, potensi dan peran yang trategis untuk mewujudkan struktur perekonomian yang semakin seimbang dan pemerayaan pembangunan berdasarkan demokrasi ekonomi. Usaha kecil ini sangat perlu di budidayakan atau diberdayakan dan harus diberikan peluang supaya mampu dan sejajar dengan pelaku ekonomi lainnya. Beberapa bidang atau jenia usaha yang terkait sebagai mana di atur dalam Keppres Nomor 12 Tahun 2011, yaitu:

a) Sektor Pertanian;
b) Sektor Kelautan dan Perikanan;
c) Sektor Kehutanan;
d) Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral;
e) Sektor Industri dan Perdagangan;
f) Sektor Perhubungan;
g) Sektor Telekomunikasi;
h) Sektor Kesehatan;

Dengan mencermati permasalahan yang ada dalam Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), maka kedepannya perlu diupayakan melalui hal-hal sebagai berikut:

  1. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
    Pemerintahan perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif atara lain de ngan mengusahakan ketentraman dan keamanan berusaha serta penyerderhanaan prosedur perjanjian usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
  2. Bantuan Permodalan
    Pemerintahan perlu memperluas skim kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UMKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura.
  3. Perlindungan Usaha
    Jenis-jenis usaha, tertentu terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, naik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan.
  4. Pengembangan Kemitraan
    Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antara UMKM, atau antara UMKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun luar negeri, untuk menghindari terjadinya monopoli dalam usaha. Disamping itu juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaam bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian UMKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
  5. Pelatihan
    Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UMKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Disamping itu juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan dilapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
  6. Membentuk lembaga khusus
    Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasi semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya pernmbuhkembangan UMKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UMKM.
  7. Memantapkan Asosiasi
    Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
  8. Mengembangkan promosi
    Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UMK dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu juga perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
  9. Mengembangkan kerjasama yang setara
    Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UMKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.

Tag: , ,

Diposting oleh hestanto


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code