Pengertian Industri
   

Definisi Industri

Industri dalam arti sempit adalah kumpulan perusahaan yang menghasilkan produk sejenis dimana terdapat kesamaan dalam bahan baku yang digunakan, proses, produk akhir dan konsumen akhir. Dalam arti yang lebih luas, industri merupakan kumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas silang yang positif dan tinggi (Kuncoro, 2007: 167)

Sedangkan pengertian industri menurut Sandy (1985: 154) adalah usaha untuk memproduksi barang dari bahan baku atau bahan mentah melalui proses penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga satuan yang serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi mungkin. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa mengolah barang dari bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi hingga barang jadi menjadi barang yang siap digunakan dengan nilai yang lebih tinggi.

Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2014 Tentang Perindustrian Pasal 1 menyebutkan bahwa industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat yang lebih tinggi, termasuk jasa industri.

Dalam istilah ekonomi, industri mencakup dua pengertian yaitu pengertian secara luas dan pengertian secara sempit. Dalam pengertian secara luas, industri mencakup semua usaha dan kegiatan bidang ekonomi yang berifat produktif. Sedangkan pengertian secara sempit, industri adalah suatu kegiatan yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia atau dengan tangan sehingga menjadi barang setengah jadi. Menurut Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat (www.kemenprind.go.id).

Perusahaan industri merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang industri di wilayah Indonesia (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang kawasan industri). Suatu perusahaan industri akan menghasilkan produk-produk yang memiliki ciri khas tersendiri dari perusahaan tersebut untuk perkembangan dan pertumbuhannya dan perlindungan hukum bisa di dapatkan dari hak-hak perusahaan terhadap produk industri yang di hasilkan. Dalam hal mendirikan perusahaan ini tidak terlepas dari pengawasan pemerintah.

Pengelompokan Industri Nasional

Departemen Perindustrian mengelompokkan industri nasional Indonesia menjadi tiga kelompok besar yaitu:

Industri Dasar

Kelompok industri dasar di bagi menjadi dua, pertama meliputi Industri Mesin dan Logam Dasar (IMLD) yang termasuk dalam kelompok IMLD antara lain industri mesin pertanian, elektronika, kereta api, pesawat terbang, kendaraan bermotor, besi baja, alumunium, tembaga dan sebagainya. Kelompok yang kedua adalah Industri Kimia Dasar (IKD), yang termasuk dalam IKD adalah industri pengolahan kayu dan karet alam, industri pestisida, industri pupuk, industri silikat dan sebagainya. Industri dasar memiliki tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membantu struktur industri dan bersifat padat modal serta mendorong untuk menciptakan lapangan kerja secara besar.

Industri Aneka (IA)

Pengolahan secara luas berbagai sumber daya hutan, pengolahan sumber daya pertanian dan lain-lain termasuk dalam kategori aneka industri. Aneka industri memiliki tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, tidak padat modal serta memperluas kesempatan kerja.

Industri Kecil

Industri kecil meliputi industri sandang dan kulit (tekstil, pakaian jadi dan barangdari kulit), industri pangan (makanan, minuman dan tembakau), industri kerajinan umum (industri rotan, kayu, bambu, barang galian bukan logam) dan industri logam (mesin, listrik, alat-alat ilmu pengetahuan, barang dan logam dan srbagainya), industri kimia dan bahan bangunan (industri kertas, percetakan, penerbitan, barang-barang karet dan plastik (barang karet dan plastik).

Penggolongan Sektor Industri Pengolahan

Badan Pusat Statistik menggolongkan sektor industri pengolahan di Indonesia berdasarkan empat kategori yang berdasarkan pada banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada suatu perusahaan industri pengolahan tanpa memperhatikan besarnya modal yang ditanam ataupun kekuatan mesin yang digunakan. Empat kategori tersebut adalah:

  1. Industri kerajinan rumah tangga, yaitu perusahaan atau usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 1-4 orang.
  2. Industri kecil, yaitu perusahaan atau usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 5-19 orang.
  3. Industri sedang, yaitu perusahaan atau usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 20-99 orang.
  4. Industri besar, yaitu perusahaan atau usaha industri pengolahan yang mempunyai pekerja 100 orang atau lebih.

 

Jenis Industri Berdasarkan Bahan Baku

Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku

  1. Industri ekstraktif, Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain.
  1. Industri nonekstaktif, Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar.
  1. Industri fasilitatif, Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya.

Pengolongan Industri berdasarkan Modal

Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal

  1. Industri padat modal, Adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya.
  1. Industri padat karya, Adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.

Jenis Industri Berdasarkan Jumlah Tenaga kerja

Jenis-jenis / macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja

  1. Industri rumah tangga, Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang.
  1. Industri kecil, Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang.
  1. Industri sedang atau industri menengah, Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
  1. Industri besar, Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

Baca Juga :

Keberadaan industi memberi peluang kerja bagi para pencari kerja terutama untuk masyarakat yang tidak bisa meneruskan pendidikan hingga perguruan tinggi secara khusus. Selain itu kebutuhan tenaga kerja untuk dunia perindustrian ternyata juga bisa menyerap banyak tenaga kerja agar bisa menghasilkan produksi lebih banyak dan cepat. Meski besarnya minat masyarakat kita kurang dalam berwirausaha yang jauh lebih banyak wirausaha muda di Negara Malaysia, namun keberadaan usaha kecil mikro, dan industri-industri rumahan bisa memberi pemasukan pendapatan bagi para pekerja dengan sistem kerja di sektor informal yang cukup fleksibel namun tetap harus memenuhi standar produksi.

Tag: , , , , , , , ,

Diposting oleh hestanto


This article has 2 comments

Tinggalkan Balasan ke hestanto Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code