Sistem Penamaan Domain (Domain Name System – DNS)

Sistem Penamaan Domain (Domain Name System - DNS)

Sistem Penamaan Domain (Domain Name System - DNS)

Domain Name System (DNS) adalah layanan nama yang mengubah domain pengguna yang dikenal (misalnya, “www.namadomain.com”) menjadi alamat IP yang sesuai. Jika Anda mengirim nama domain sebagai kueri di bilah alamat, domain tersebut diterjemahkan dari DNS untuk selanjutnya mentransfer permintaan ke server yang sesuai.

Sebuah domain terdiri dari beberapa bagian:

Root DNS
Domain tingkat atas (TDL)
Domain tingkat kedua (SDL)
Satu atau lebih subdomain
Nama host

Domain tingkat atas

Domain tingkat atas, yang mewakili penetapan geografis (domain tingkat atas kode negara – ccTLD) ditempatkan setelah tingkat akar. Contoh untuk ini adalah:

“id” untuk Indonesia
“jp” untuk Jepang
“sg” untuk Singapura.

TLD juga dapat mewakili organisasi.

=”thumbcaption”> Perbandingan Statistik Domain Internasional (Maret 2013)</div></html>

Domain tingkat kedua

Domain tingkat kedua (SLD) muncul dalam hierarki setelah root DNS dan TLD. Biasanya nama layanan yang disediakan. Kombinasi TLD dan SLD apa pun harus unik di seluruh dunia. Contohnya dapat dilihat di atas pada grafik pertama.

Subdomain

Semua domain berikutnya adalah subdomain. Subdomain dapat berupa, misalnya, sistem toko online di bawah domain (SLD) situs web Anda sendiri. Ini dapat diimplementasikan dengan cara apa pun yang Anda inginkan. Contoh:

”toko.namadomain.com”
”toko online.namadomain.com”
“pengecer.namadomain.com”
”toko pelanggan.namadomain.com”

Penggunaan lain dari subdomain adalah situs web multibahasa. Dengan begitu Anda dapat membagi halaman Anda dengan jelas dalam berbagai bahasa. Domain mungkin terlihat seperti ini untuk halaman yang berbeda:

”id.namadomain.com” (Indonesia)
”en.namadomain.com” (Bahasa Inggris)
”jp.namadomain.com” (Jepang)

Related Post