Analisa Perancangan Kerja


Pada proses produksi, perancangan stasiun kerja dan metode kerja bukan hal mudah. Kesalahan dalam perancangan maupun metode kerja akan berdampak buruk pada proses secara keseluruhan. Evaluasi perancangan harus dilakukan secara terus menerus untuk mendapatkan metode terbaik. Salah satu cara untuk mengevaluasi metode kerja adalah dengan menggunakan peta kerja dan pengukuran waktu standar.

Dengan mempelajari bab ini, para siswa diharapkan mengetahui bentuk peta kerja, khususnya peta tangan kiri dan tangan kanan, peta aliran proses, dan peta regu kerja. Selain itu siswa memahami fungsi dari masing-masing peta kerja tersebut.

     

Kemampuan lain para siswa diharapkan mampu menghitung waktu standar dengan menggunakan studi waktu.

Peta Kerja

Pendekatan tradisional yang sering digunakan untuk menganalisis metode kerja adalah peta kerja. Peta kerja merupakan suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas. Dengan peta kerja kita bisa melihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk proses sampai menjadi produk. Beberapa peta kerja yang sering digunakan untuk analisis metode kerja, yaitu: peta tangan kiri dan tangan kanan, peta aliran proses, dan peta regu kerja.

1. Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan

Untuk memperjelas peta tangan kiri dan tangan kanan ini, maka perlu diperhatikan proses perakitan steker di bawah ini. Pada proses perakitan ini dibagi menjadi tiga stasiun kerja. Masing-masing stasiun kerja mempunyai tugas yang berbeda. Gambar 1 ini memperlihatkan aliran proses produksi, yang dimulai dari stasiun kerja 1 menuju stasiun kerja 2 dan terakhir di stasiun kerja 3.

Gambar 1 Aktivitas Sistem Kerja Sumber: Madyana, 1996
Gambar 1 Aktivitas Sistem Kerja
Sumber: Madyana, 1996

Gambar 2 memperlihatkan aktivitas pada stasiun kerja 1. Aktivitas pada stasiun kerja 1 ini adaah operator akan merakit steker.

Gambar 2 Stasiun Kerja 1 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 2 Stasiun Kerja 1
Sumber: Madyana, 1996

Keterangan:

  1. Kotak Baut
  2. Kotak Badan Steker
  3. Kotak Kaki Steker
  4. Kotak Badan Steker
  5. Kotak Mur
  6. Kotak Komponen Produk Cacat

Operator pada stasiun kerja 2 akan melakukan pekerjaan memasukkan steker ke dalam doos kecil. Proses kerja seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar 3. Stasiun Kerja 2 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 3. Stasiun Kerja 2
Sumber: Madyana, 1996

Setelah proses selesai dilakukan pada stasiun kerja 2, maka tahapan berikutnya adalah masuk ke stasiun kerja 3. Pada stasiun kerja 3 ini, operator akan memasukkan doos kecil ke dalam doos besar. Cara kerja pada stasiun ini seperti terlihat pada gambar 4 berikut ini

Gambar 4 Stasiun Kerja 3 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 4 Stasiun Kerja 3
Sumber: Madyana, 1996

Keterangan:

  1. Doos Besar Kosong
  2. Label
  3. Lem Perekat
  4. Doos Isi 6 Steker
  5. Doos Besar Sedang Diisi
  6. Doos Besar Berisi Steker

Pada stasiun kerja 3 operator yang bertugas ada 2 orang. Operator 1 memasang label pada doos kecil sekaligus memasukkan doos kecil ke dalam doos besar. Operator 2 mengangkat doos besar untuk dibawa ke gudang. Sistem perakitan steker hestanto.web.id di atas dapat dipecah menjadi tiga peta tangan kiri dan tangan kanan. Peta ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menunjukkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan ketika melakukan pekerjaan.

Dengan peta ini kita bisa melihat semua operasi secara cukup lengkap, yang berarti mempermudah perbaikan operasi tersebut.

Pada dasarnya peta tangan kiri dan tangan kanan ini mempunyai kegunaan yang lebih khusus, yaitu:

  1. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.
  2. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif, sehingga mempersingkat waktu kerja.
  3. Alat untuk melatih pekerja baru, dengan cara kerja yang ideal.

Peta tangan kiri dan tangan kanan pada perakitan steker ini ada tiga buah, yaitu:

  1. Peta tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 1 dengan pekerjaan merakit steker ( gambar 2.5 ).
  2. Peta tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 2 dengan pekerjaan membungkus steker dalam kotak kecil ( gambar 2.6 ).
  3. Peta tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 3 dengan pekerjaan memasukkan kotak kecil dalam dos besar ( gambar 2.7 ).
Gambar 5 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Departemen 1 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 5 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Departemen 1
Sumber: Madyana, 1996

Peta tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 1 ini menunjukkan ternyata jarak perpindahan yang dilakukan tangan kiri sebesar 150 cm dan waktu yang dipergunakan 22 detik.
Tangan kanan melakukan perpindahan sebesar 125 cm dan waktu yang dipergunakan 22 detik. Waktu 22 detik pada tangan kanan ini terdiri dari aktivitas bekerja dan aktivitas untuk menunggu. Jadi pembagian kerja antara tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 1 bisa dikatakan hampir seimbang.

Gambar 6 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Departemen 2 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 6 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Departemen 2
Sumber: Madyana, 1996

Ringkasan dari peta tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 2 adalah sebagai berikut. Total jarak jangkauan yang dilakukan oleh tangan kiri sebesar 46 cm sedangkan tangan kanan sebesar 186 cm. Sedangkan pembagian waktu kerja untuk kedua tangan bisa dikatakan seimbang. Waktu kerja untuk tangan kiri 27,9 detik dan tangan kanan 27,9 detik.
Meskipun ada waktu sebesar 0,6 detik di tangan kiri untuk menunggu tangan kanan selesai meletakkan kardus ke ban berjalan.

Gambar 7 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan Departemen 3 Sumber: Madyana, 1996
Gambar 7 Peta Tangan Kiri & Tangan Kanan Departemen 3
Sumber: Madyana, 1996

Pekerjaan yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan pada departemen 3 adalah memasukkan doos kecil ke dalam doos besar. Total jarak yang ditempuh oleh tangan kiri sebesar
140 cm sedangkan untuk tangan kanan 140 cm. Lamanya waktu kerja untuk kedua tangan tidak sama. Tangan kiri selama 67,7 detik sedangkan tangan kanan 76,7 detik.

2. Peta Aliran Proses

Peta aliran proses adalah sebuah peta yang menggambarkan urutan operasi, baik gerakan pekerja maupun aliran material. Peta ini memperlihatkan bagian proses yang tidak produktif, seperti delay, penyimpanan sementara, dan untuk mengetahui panjang pendeknya jarak yang ditempuh.

3. Peta Proses Regu Kerja

Peta ini digunakan dalam suatu tempat kerja dimana untuk melakukan pekerjaan tersebut memerlukan kerjasama yang baik dari sekelompok pekerja. Peta ini merupakan kumpulan dari peta aliran proses dimana tiap peta aliran proses tersebut menunjukkan satu seri kerja dari seorang operator. Berikut gambar peta proses regu kerja.

Gambar 11 Peta Proses Regu Kerja Sumber: Madyana, 1996
Gambar 11 Peta Proses Regu Kerja
Sumber: Madyana, 1996

Fungsi utama dari peta proses regu kerja adalah untuk meminimumkan waktu menunggu.

 

Pengukuran Kerja

Pengukuran kerja adalah suatu aktivitas untuk menentukan lamanya sebuah pekerjaan bisa diselesaikan. Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar. Waktu standar adalah waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja terlatih untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, bekerja pada tingkat kecepatan yang berlanjut, serta menggunakan metode, mesin dan peralatan, material, dan pengaturan tempat kerja tertentu.

Penentuan waktu standar merupakan masukan penting bagi perencanaan proses produksi. Salah satu cara yang sering digunakan untuk menentukan waktu standar adalah dengan cara studi waktu.

Studi waktu dilaksanakan dengan menggunakan alat jam henti ( stop watch ) untuk mengamati waktu tugas. Waktu standar dihitung berdasarkan pengamatan terhadap seorang pekerja yang melaksanakan siklus tugasnya berulang-ulang. Setelah ditetapkan, waktu standar itu diberlakukan bagi seluruh pekerja lain yang melaksanakan pekerjaan serupa. Pekerja yang dipilih adalah pekerja yang mengerti benar ( terlatih ) tentang tugas yang sedang diamati dan bekerja dengan menggunakan metode yang sesuai.

 

Penentuan Ukuran Sampel ( n )

Ukuran sampel ( jumlah siklus kerja ) bergantung pada standar deviasi dari waktu yang diamati, ketelitian ( maksimum penyimpangan ) dari nilai sebenarnya, dan tingkat kepercayaan yang diinginkan. Analisis studi waktu biasanya menggunakan pengamatan pendahuluan dengan sejumlah sembarang sampel, selanjutnya menggunakan pendekatan statistik.

 

Rangkuman

Mengenai peta kerja dan pengukuran kerja. Peta kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan jelas. Peta kerja yang dipelajari meliputi: peta tangan kiri dan tangan kanan, peta aliran proses, dan peta regu kerja.

Peta tangan kiri dan tangan kanan ini menggambarkan semua gerakan-gerakan saat bekerja dan saat menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan. Peta aliran proses menggambarkan urutan operasi, baik gerakan pekerja maupun aliran material. Peta ini juga memperlihatkan bagian proses yang tidak produktif, seperti delay, dan penyimpanan sementara. Sedangkan peta regu kerja adalah menggambarkan satu seri kerja dari seorang operator dibandingkan dengan operator lainnya.

Pengukuran kerja adalah suatu aktivitas untuk menentukan waktu standar. Waktu standar adalah waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja terlatih untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, dengan tingkat kecepatan berlanjut dan menggunakan cara kerja dan peralatan tertentu. Salah satu cara dalam pengukuran kerja ini adalah dengan studi waktu.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 + = 20