Desain User Interface

Desain User Interface

Desain User Interface

Mengembangkan aplikasi smartphone jelas berbeda dibanding dengan mengembangkan aplikasi desktop. Salah satu perbedaan tersebut terlihat dari cara membuat user interface dari suatu aplikasi. Merancang user interface aplikasi yang dipasang di layar kecil tidak sama dengan merancang user interface yang akan dipasang di layar besar. Pada aplikasi mobile, faktor penting yang harus diteliti selain dari mengunakan teknis sistemnya adalah mengenai desain user interface (UI). Desain user interface (UI) memiliki peran yang sangat penting dalam aplikasi karena menjadi faktor penghubung secara langsung antara suatu system aplikasi dengan pengguna .

User Interface (UI) merupakan sistem dan bagian yang paling penting dari setiap program,karena dapat menentukan seberapa mudah program tersebut memberikan respons atau timbal balik dari yang diperintahkan oleh pengguna, studi dalam interaksi manusia dan komputer memberi rekomendasi terkait interaktivitas. User interface sangat penting untuk cara orang memandang dan memiliki pengalaman dan desain yang membuat penggunanya menjadi terbiasa. User Interface (UI) dirancang dengan desain beberapa aspek, mulai dari layout, gambar logo, pemilihan warna yang sesuai, typography yang mudah dibaca dan yang lainnya untuk mempermudah penggunanya, tampilan yang menarik juga harus menyesuaikan dengan berbagai perangkat agar pengguna nyaman dalam menggunakannya.

User Interface menghubungkan desain dengan kehidupan nyata yang bisa disinkronkan ke dalam desain logo atau bentuk ikon pada sebuah tool, sehingga hasilnya dapat mencapai keseimbangan antara faktor manusia dan teknis tujuan. Saat mendesain antarmuka pengguna untuk meningkatkan kepercayaan, penting bahwa perangkat lunak menyeimbangkan antarmuka secara nyata.

User Interface menghubungkan desain dengan kehidupan nyata yang bisa disinkronkan ke dalam desain logo atau bentuk ikon pada sebuah tool, sehingga hasilnya dapat mencapai keseimbangan antara faktor manusia dan teknis tujuan.

Saat mendesain antarmuka pengguna untuk meningkatkan kepercayaan, penting bahwa perangkat lunak menyeimbangkan antarmuka secara nyata. Dengan adanya pemahaman akan pentingnya User Interface di dalam sistem, maka diperlukan pula adanya desain yang baik untuk pengoperasian system User Interface, dengan memanfaatkan material desain yang mengusung unsur-unsur dasar dari desain cetak yang nyata mulai dari desain tipografi, ruang, skala, warna dan penggunaan visual.

Menurut Stark (2012) terdapat 10 prinsip dalam membuat desain interface mobile antara lain:

1. Mindset

Karena perbedaan antara mobile dan desktop, sebagai pengembang aplikasi mobile harus memiliki pola pikir konsep mobile, antara lain:

  • Be focused Banyaknya suatu fitur dalam satu aplikasi mobile merupakan hal yang tidak dianjurkan, fitur dari apliksi mobile harus terfokus agar fungsi tiap fitur tersebut benar-benar berguna.
  • Be unique Suatu aplikasi mobile harus memiliki nilai keunikan sebagai pembeda dengan aplikasi mobile yang lain.
  • Be charming Suatu aplikasi mobile harus friendly, dapat dipercaya dan menyenangkan untuk digunakan.
  • Be considerate Pengembang aplikasi mobile harus fokus untuk membuat aplikasi yang hebat agar aplikasi mengasilkan keuntungan secara bisnis dan aplikasi berguna bagi pengguna.

2. Contexts

Tiga konteks utama pada aplikasi mobile yang harus diperhatikan para pengembang untuk mengetahui kebutuhan pengguna, antara lain:

  • Bored Konteks aplikasi yang menghibur dan fitur membuat pengguna menggunakan aplikasi tersebut dengan waktu yang lama, sehingga pengguna tidak merasa bahwa aplikasi itu membosankan. Contonya: facebook, Twitter, Angry Birds dan lain-lain.
  • Busy Aplikasi memiliki konteks yang dapat membantu pengguna dalam mengingat atau pengguna merasa terbantu dengan aplikasi tersebut. Contohnya: alarm aplikasi.
  • Lost Aplikasi membantu pengguna untuk menunjukan sesuatu yang pengguna butuhkan. Contohnya: Maps, Foursquare, Yelp.

3. Guidelines

Pengembang satu dengan pengembang yang lain memiliki gaya desain masing-masing. Namun pengembang harus memperhatikan suatu sifat dari perangkat mobile itu sendiri yaitu tampilan touchscreen, berikut hal yang harus diperhatikan pada pernagkat dengan sifat tampilan touchscreen:

  • Responsiveness Aplikasi harus menampilkan respon dari proses yang pengguna lakukan.
  • Polish Hal detail yang ada pada aplikasi harus diperhatikan seperti ukuran font, font type.
  • Thumbs Ukuran typing keyboard harus disesuaikan dengan jari manusia, dalam berbagai bentuk jari, besar atau kecil jari pengguna tetap bisa menyentuh layar dengan nyaman.
  • Targets Posisi tombol pada layar harus diperhatikan sehingga posisi jari tidak kesulitan dalam menyentuh tombol tersebut.
  • Content Konten aplikasi harus mudah terlihat dan jangkauan dengan tangan juga diperhatikan, contohnya pengguna mudah untuk melakukan mengecilkan layar, memutar atau memperbesarkan cahaya layar dan lain-lain.

4. Navigation

Ada tiga model navigasi umum untuk aplikasi mobile, antara lain:

  • None
  • Tab bar dan
  • Drill down

5. User Input

Pengembang memberikan type keyboard variasi yang popular, seperti untuk URL, email, nama, nomor dan lain-lain. Lalu membertikan auto correct yang membantu pengisian pengguna.

6. Gestures

Touchscreen interfaces saat ini mendukung gesture-based untuk interaksi pengguna. Hal yang harus diperhatikan antara lain:

  • Invisible Pengembang aplikasi harus mempertimbangkan bagaimana untuk mengungkapkan keberadaan gestures tersebut kepada pengguna.
  • Two Hands Layar sentuh dapat dioperasikan dengan dua sentuhan tangan bersamaan. Aplikasi dapat memberikan fitur dua sentuh seperti itu.
  • Nice to have Menggunakan keyboard shortcuts pada suatu aplikasi yang dikembangkan jika diperlukan.
  • No replacement. Aplikasi dianjurkan tidak menghilangkan fungsi single-finger.

7. Orientation

  • Potrait Orientasi yang paling sering digunakan untuk mengoptimalkan desain antar muka aplikasi. b.
  • Landscape Orientasi ini digunakan untuk mendukung pengguna yang sering mengetik yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan keyboard yang lebih besar.
  • Orientasi berubah tiba–tiba Pengembangan aplikasi yang akan digunakan dalam jangka panjang perlu dipertimbangkan untuk menambahkan suatu orientasi yang tepat di aplikasi tersebut.

8. Communications

Aplikasi harus dapat berinteraksi dengan pengguna.

  • Provide feedback Memberikan umpan balik instan untuk setiap interaksi. Jika pengguna telah meminta suatu tindakan yang akan memakan waktu lama, maka aplikasi menampilkan progress bar.
  • Modal alert Modal alert sangat mengganggu sehingga harus digunakan ketika ada sesuatu yang benar-benar salah.
  • Confirmation Ketika harus meminta pengguna untuk mengkonfirmasi tindakan, dapat ditampilkan dialog konfirmasi modal. Seperti:“Apakah Anda yakin ingin menghapus data ini?”

9. Launching

Pengembang harus membuat navigasi menu dalam aplikasi agar pengguna mudah memahami fungsi tiap fitur dalam aplikasi

10. First Impressions

Pada saat pengguna pertama kali menggunakan aplikasi, terdapat dua faktor yang menjadi kesan pertama pengguna, yaitu:

  • Your icon Icon sebagai ciri khas atau pembeda satu aplikasi dengan aplikasi satu dengan aplikasi lainnya, sekaligus sebagai daya tarik bagi pengguna.
  • First launch Bagi pengembang aplikasi, first lunch sebagai waktu yang menentukan aplikasi yang dibuat akan membuahkan hasil yang diharapkan atau tidak. Perlunya momen yang tepat agar yang disampaikan oleh pengembang mengenai aplikasi sampai dan dipahami oleh masyarakat.

Sumber Bacaan

N. Nwiabu, I. Allison, P. Holt, P. Lowit, and B. Oyeneyin, “User interface design for situation-aware decision support systems,” 2012 IEEE Int. MultiDisciplinary Conf. Cogn. Methods Situat. Aware. Decis. Support. CogSIMA 2012, pp. 332–339, 2012, doi: 10.1109/CogSIMA.2012.618840

V. Gkatzidou et al., “User interface design for mobile-based sexual health  interventions for young people: Design recommendations from a qualitative  study on an online Chlamydia clinical care pathway,” BMC Med. Inform.
Decis. Mak., vol. 15, no. 1, pp. 1–13, 2015, doi: 10.1186/s12911-015-0197-8. Y. Nurhadryani, S. K. Sianturi, and I. Hermadi, “Pengujian Usability untuk  Meningkatkan Antarmuka Aplikasi Mobile Usability Testing to Enhance
Mobile Application User Interface,” J. Ilmu Komput. Agri-Informatika, vol. 2,  no. 2010, pp. 83–93, 2013

J. Forte and T. Darin, “User experience evaluation for user interface redesign: A case study on a bike sharing application,” Lect. Notes Comput. Sci. (including Subser. Lect. Notes Artif. Intell. Lect. Notes Bioinformatics), vol.
10290 LNCS, pp. 614–631, 2017, doi: 10.1007/978-3-319-58640-3_44

M. G. Hartadi, I. W. Swandi, and I. W. Mudra, “Warna Dan Prinsip Desain User Interface (Ui) Dalam Aplikasi Seluler ‘Bukaloka,’” J. Dimens. DKV Seni Rupa dan Desain, vol. 5, no. 1, p. 105, 2020, doi: 10.25105/jdd.v5i1.6865.

B. D. Harper and K. L. Norman, “Improving user satisfaction: The questionnaire for user interaction satisfaction version 5.5,” Proc. Mid Atl.  Hum. Factors Conf., no. January 1993, pp. 224–228, 1998

Related Post