Implementasi Software ERP versi mySAP


Implementasi Software ERP versi mySAP

Software ERP versi mySAP ini ditemukan oleh lima orang insinyur mantan pekerja IBM, yaitu: Dietmar Hopp, Hans-Werner Hector, Hasso Plattner, Klaus Tschira, dan Claus Wellenreuther. Markas perusahaan ini belakangan bernama SAP AG, sebagai perusahaan terbuka alias Aktien gesellschaft berada di Walldorf, Jerman. Pada saat awal tahun 1972 SAP meluncurkan solusi SAP R/1. Tujuh tahun kemudian (1979), SAP meluncurkan SAP R/2. Lalu tahun 1981, SAP melengkapi teknologi ini dengan medesain ulang solusinya. Dan tahun 1992, SAP mengubah R/2 menjadi R/3, mengikuti trend dari mainframe komputer ke klien/server arsitektur. Lalu pengembangan SAP didesain ulang konsep proses bisnisnya (integrasi via internet).

(James A. Hall, 2007), ERP secara fungsional dibagi dalam dua kelompok aplikasi umum aplikasi inti dan aplikasi analisis bisnis. Aplikasi inti adalah aplikasi yang secara operasional mendukung aktivitas rutin perusahaan. Jika aplikasi ini gagal maka bisnis perusahaan juga akan gagal. Aplikasi inti umumnya meliputi penjualan dan distribusi, penjualan bisnis, perencanaan produksi, pengendalian pabrik, dan logistik. Aplikasi inti disebut juga aplikasi pemrosesan transaksi on line (on line transaction processing-OLTP). Fungsi penjualan dan distribusi menangani entri pesanan dan penjadwalan pengiriman. Kegiatan ini meliputi pemeriksaaan ketersediaan produk baru untuk memastikan pengiriman tepat waktu dan verifikasi batas kredit pelanggan.

     

Perencanaan bisnis terdiri atas batas permintaan, perencanaan produksi produk, dan perincian dari informasi urutan yang menjelaskan urutan dan tahapan proses produksi sesungguhnya. Perencanaan kapasitas dan perencanaan produksi dapat merupakan kegiatan yang rumit; karenanya, beberapa ERP menyediakan alat simulasi untuk membantu para manajer memutuskan bagaimana menghindari terjadinya kekurangan bahan baku, tenaga kerja, atau fasilitas pabrik.

Setelah jadwal produksi induk selesai, data akan masuk ke modul MRP (material requirements planning), yang menyediakan tiga bagian informasi: laporan pengecualian, daftar kebutuhan bahan baku, dan permintaan persediaan. Laporan pengecualian mengidentifikasi berbagai potensi situasi seperti pengiriman bahan baku yang terlambat, hingga akan mengakibatkan penjadwalan ulang produksi. Daftar kebutuhan bahan baku menunjukkan perincian pengiriman dari pemasok, dan perkiraan penerimaan produk serta komponen yang dibutuhkan untuk pesanan terkait. Permintaan persediaan digunakan untuk memicu pesanan pembelian bahan baku ke para pemasok untuk barang yang tidak ada dalam persediaan.

Melalui MySAP produk-produk SAP memfokuskan diri pada ERP. SAP R/3 tak lain adalah komponen mySAP. “R” berkaitan dengan solusi secara realtime. Ada unsur kecepatan dalam proses data. Sedangkan nomor “3” berkaitan dengan tiga arsitektur sistem ini, yaitu database, application server, dan client. Perusahaan menggunakan teknologi informasi berbasis jaringan computer terintegrasi yang disebut enterprise services architecture/ESA. ESA merupakan versi pengembangan dari Serviced Oriented Architecture/SOA, IT architecture untuk solusi bisnis berbasis servis (services-based) dan berskala multinasional (enterprise-scale). Program yang dijalankan untuk fungsi teknis ini disebut SAP NetWeaver, yaitu arsitektur IT berbasis web, menjadikan sifatnya lebih informatif, user friendly dan adaptif. Paling penting, perusahaan dapat memperoleh data yang bersifat real time. Hal inilah yang membedakan sistem mySAP 2005 dengan sistem SAP R/3 yang saat ini digunakan. Didalam sistem mySAP 2005 ada sejumlah modul standar yang terintegrasi. Modul ini beroperasi pada level informasi Operasional (Operational level) yaitu level dimana pengelolaan data dilakukan, user memasukkan data ke sistem dan report informasi yang dihasilkan hanya dapat dilihat per modul. Lebih dari itu mySAP 2005 juga mampu menghasilkan informasi analitik yang bisa digunakan oleh para pengambil keputusan melalui modul yang dikenal dengan nama SEM (Strategic Enterprise Management) dan BI (Business Intelligence).

Secara terminologi, Business Intelligence (BI) adalah sebuah teknologi, aplikasi serta kegiatan untuk mengumpulkan, mengintegrasi, menganalisa dan mempresentasikan informasi bisnis maupun informasi lainnya. Sistem BI menampung data-data historis dan data-data saat ini serta dapat juga memuat predictive views dari operasi bisnis. Tool BI yang digunakan di Perusahaan adalah SAP BW (SAP Business Warehouse) yang saat ini lebih dikenal dengan SAP Net Weaver BI. Saat ini SAP BW baru digunakan untuk menyediakan report pada modul Sales & Distribution saja.

Tetapi di masa yang akan datang (masuk dalam scope project mySAP), diharapkan dapat digunakan untuk menghasilkan informasi untuk semua modul mySAP. Proses di SAP BW dikenal dengan proses ETTL (Extracting, Transferring, Transforming and Loading) Data. Yang pada intinya data-data dari berbagai sumber (dari system SAP maupun sistem NON SAP seperti spreadsheet, database, dan lain-lain) di-extract dan ditransfer ke dalam data warehouse di dalam SAP BW. Di dalam data warehouse data-data tersebut diproses dan divalidasi lalu kemudian ditampilkan menggunakan reporting tool yaitu BW Business Explorer/BEx (bersifat web based). Merupakan tanggung jawab end user juga untuk menyediakan dan meng-input data yang valid dan akurat pada sumber data. Selain untuk menghasilkan report-report untuk semua modul SAP, saat ini sedang di lakukan proses pengembangan penggunaan BI di Perusahaan yaitu penerapan beberapa modulStrategic Enterprise Management (SEM). Modul yang akan diterapkan adalah SEMBCS (Bu-siness Consolidation System) dan SEM-BSC (Balanced Scorecard).

Modul pada level operasional yang akan diimplementasikan di perusahaan beberapa contohnya antara lain:

  1. MMH (Materials Management Hydro): seluruh aspek yang diperlukan untuk mengatur proses pengadaan dan pengelolaan Material Hydro
  2. MMNH (Material Management NonHydro): seluruh aspek yang diperlukan untuk mengatur proses pengadaan dan pengelolaan Material Non Hydro yaitu material yang tidak termasuk dalam produk material dan turunannya. Proses yang terkait antara lain maintain master data, material requirement planning, procurement process dan inventory management.
  3. SD/TD (Sales & Distribution/Ts & Distribution/Ts & Distribution /Transportation & Distribution): membantu meningkatkan efisiensi kegiatan operasional berkaitan dengan proses pengelolaan customer order (proses sales, shipping dan billing) dan distribusi.
  4. PP (Production Production Production Planning): membantu proses perencanaan dan kontrol daripada kegiatan produksi (manufacturing) suatu perusahaan.
  5. PM (Plant Maintenance): suatu solusi untuk proses administrasi dan perawatan mesin.
  6. Human Capital Management: mengintegrasikan proses-proses terkait dengan Human Resources mulai dari aplikasi rekruitmen, administrasi pegawai, manajemen waktu, pembinanan SDM, sampai ke proses pembayaran upah pegawai.
  7. FI (Financial Accounting): Mencakup standard accounting cash management (treasury), general ledger dan konsolidasi untuk tujuan financial reporting.
  8. CO (Controlling): Mencakup cost accounting, mulai dari cost center accounting, cost element accounting, dan analisa profitabilitas.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 6