Pengertian, Tujuan dan Peran Kewirausahaan

Pengertian, Tujuan dan Peran Kewirausahaan

Pengertian, Tujuan dan Peran Kewirausahaan

Secara etimologi pengertian wirausaha berasal dari dua kata yakni wira dan usaha. Definisi dari wira, yaitu manusia yang unggul, berwatak yang agung, pahlawan, pejuang, memiliki budi yang luhur, dan juga gagah dan berani. Dan, usaha adalah bekerja dan berbuat sesuatu. Usaha juga dapat diartikan sebagai perbuatan untuk amal.

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengawali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Pengertian wirausaha dari berbagai para ahli, di antaranya:

Dalam konteks bisnis menurut Sri Edi Swasono, wirausaha adalah wirausaha, tetapi tidak semua wirausaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pelopor dalam bisnis, inovator, penanggung risiko yang mempunyai visi ke depan dan memiliki keunggulan dalam prestasi di bidang usaha.

Richard Cantillon ahli ekonomi Irlandia yang nenek moyangnya berasal dari Prancis. Menurut Cantillon, wirausahawan adalah orang yabg spesialis dalam mengambil risiko. Dia (laki-laki atau perempuan)

adalah pekerja yang yakin bekerja dengan membeli output untuk maksud menjualnya kembali sebelum para konsumer menyadari berapa besar harga yang pantas bagi mereka untuk membayarnya. Para pekerja ini menerima pemasukan yang terjamin (sekurangnya dalam jangka pendek), sementara wirausahawan memikul risiko yang disebabkan oleh fluktuasi di pasar konsumsi.

Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan adalah praktek kerja yang tertumpu atas konsep dan teori, bukan intuisi. Kewirausahaan dapat dipelajari dan dikuasai secara sistematik dan terencana.

Sementara itu, Zimmerer mengartikan kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).

Andrew J Dubrin mendefinisikan kewirausahaan adalah seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business).

Menurut Soeharto Prawiro, kewirausahaan adalah suatu nilai yanv diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth).

Menurut Achmad Sanusi, kewirausahaan adalah suatu nilaj yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis.

Jean Baptista Say mengatakan, “seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya”.

Frank Knight mengatakan wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Srorang wirausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

Dengan melihat definisi dari beberapa ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa wirausaha merupakan orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan, sedangkan kewirausahaan merupakan semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Tujuan Kewirausahaan

 Dalam bisnis, tentunya terdapat berbagai tujuan yang ingin dicapai dan tidak hanya sebatas mencari keuntungan. Berikut ini berbagai tujuan kewirausahaan yang bisa dijadikan referensi sebelum memulai berbisnis supaya tidak salah dalam melangkah dan melenceng dari pengertian wirausaha dan kewirausahaan.

Meningkatkan jumlah para wirausaha yang

Ketika seseorang melakukan bisnis, tentunya ia membutuhkan sumber daya manusia yang dapat membantunya meningkatkan kualitas dari usahanya. Dengan memberdayakan sumber daya manusia, tidak hanya dapat meningkatkan pencapaian usaha, juga dapat melatih sumber daya manusia tersebut menjadi calon wirausaha yang berkualitas. Ketika seseorang telah mempunyai usaha sendiri, diharapkan menjadi seorang wirausaha yang sukses, sehingga jumlah wirausaha berkualitas semakin bertambah.

Memajukan dan menyejejahterakan

Usaha yang sukses dan semakin besar, tentunya semakin banyak membutuhkan sumber daya manusia. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar tempat usaha, hal tersebut dapat memberikan lapangan pekerjaan sekaligus mengurangi jumlah pengangguran. Dan dengan mempunyai pekerjaan yang tetap, kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.

Membudayakan semangat sikap, perilaku, dan kemampuan kewirausahaan di kalangan masyarakat.

Jika di masyarakat terdapat wirausaha yang sukses, bukan tidak mungkin hal tersebut akan menggugah semangat masyarakat di sekitar untuk mencoba bisnis. Tidak hanya semangat, masyarakat juga akan belajar untuk berperilaku dan bersikap layaknya seorang wirausaha yang sukses jika ingin meraih keberhasilan dalam usahanya. Seorang wirausaha dapat menularkan rahasia suksesnya kepada orang lain.

Peran Wirausaha

 Secara umum wirausaha memiliki dua peran, yaitu:

Sebagai penemu (innovator)

Wirausaha dapat menambah nilai suatu barang dan jasa melalui inovasi. Ketangguhan kewirausahaan sebagai penggerak perekonomian terletak pada kreasi baru untuk menciptakan nilai secara terus menerus. Sebagai innovator, wirausaha berperan dalam menemukan dan menciptakan: produk baru (the new product); teknologi baru (the new technology); ide-ide baru (the new image); organisasi baru (the new organization).

Sebagai perencana (planner)

Sebagai planner, wirausaha berperan dalam merancang: perencanaan perusahaan (corporate plan); strategi perusahaan (corporate strategy); ide-ide dalam perusahaan (corporate image); organisasi perusahaan (corporate organization).

Peran entrepreneur di negara berkembang seperti di Indonesia banyak membawa dampak positif. Peran entrepreneurship berupa kontribusi dalam transformasi masyarakat dengan pendapatan rendah ke pendapatan yang lebih tinggi dan dari masyarakat berbasis sektor primer ke dalam masyarakat berbasis sektor jasa dan teknologi. Terdapat tiga dampak positif entrepreneur dalam menyelesaikan masalah-masalah di negara berkembang. Pertama, entrepreneur membuka jenis usaha baru dalam perekonomian. Usaha-usaha yang dikembangkan menambah heterogenitas usaha di Indonesia. Masyarakat menjadi kreatif dalam mengembangkan jenis usaha. Kedua, menyediakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja. Ketika entrepreneur membuka usaha, berarti membuka langkah untuk mengurangi proporsi pengangguran dan pelamar kerja. Ketiga, meningkatkan output perkapita nasional. Peningkatan produktivitas akibat munculnya usaha-usaha baru akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan pendapatan nasional.

Sumber Bacaan

Sarfilianty Anggiani, Kewirausahaan Pola Pikir, Pengetahuan Dan Keterampilan (Jakarta :Prenada Media Group)hlm, 7.

Mark Casson, Entrepreneurship: Teori, Jejaring, Sejarah, (Jakarta: PT Rajawali Pers, 2012) hlm, 8.

Ari Fadiati, Dedi Purwana, Menjadi Wirausaha Sukses, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011) hlm, 15.

Muhammad Anwar, Pengantar Kewirausahaan Teori dan Aplikasi, (Jakarta: Kencana, 2014) hlm, 3.

Nenden Rilla Artistiana, Melatih Jiwa Wirausaha Sejak Dini, (Jakarta: CV. Sahala Adidayatama, 2011) hlm 2.

Sarfilianty      Anggiani,       Kewirausahaan      Pola      Pikir,       Pengetahuan,      dan Keterampilan hlm 7-8.

Muhammad Anwar, Pengantar Kewirausahaan Teori dan Aplikasi      hlm, 117.

Darwanto, Peran Entrepreneurship Dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat, Diseminasi Riset Terapan Bidang Manajemen & Bisnis Tingkat Nasional, 2012, hlm, 16-17.

Related Post