Konsep Experiential Marketing

Konsep Experiential Marketing

Konsep Experiential Marketing

Pengertian Experiential Marketing

Experiential marketing adalah pendekatan pemasaran yang menekankan pada penciptaan pengalaman langsung bagi konsumen, lebih dari sekadar memberikan informasi tentang produk atau layanan. Fokus utamanya adalah pada bagaimana konsumen merasakan dan mengalami produk atau jasa tersebut. Menurut Schmitt (1999:22), experiential marketing merupakan usaha perusahaan untuk mengemas produk sehingga dapat menawarkan pengalaman emosional yang menyentuh hati konsumen. Handi Chandra (2008:166) menambahkan bahwa strategi ini mencakup aktivitas yang meninggalkan kesan mendalam di hati konsumen.

Experiential marketing dapat didefinisikan sebagai strategi pemasaran yang mengutamakan pemberian pengalaman emosional, unik, positif, dan berkesan kepada konsumen, sehingga mereka merasa terhubung secara emosional dengan produk atau layanan yang ditawarkan.

 

Strategi Experiential Marketing (strategi dalam pemasaran berdasarkan pengalaman)

 Schmitt (1999:63) menjelaskan kerangka kerja konseptual dalam mengelola akumulasi pengalaman pelanggan (Experiential Marketing) bagi suatu perusahaan, dibagi menjadi dua konsep yaitu Strategic Experiential Modules (SEMs) yang merupakan bentuk dasar dari Experiential Marketing dan Experince Providers (ExPros) sebagai alat taktis untuk mengimplementasikan Experiential marketing.

Menurut Schmitt (1999:64) Experintal Modules (SEMs) mendeskripsikan lima tipe pengalaman pelanggan yang merupakan dasar dari Experiential marketing, kelima tipe tersebut adalah sense, feel,think,act dan relate.

Jadi Schmitt (1999:63) menjelaskan bahwa dalam mengelola pengalaman pelanggan, terdapat dua konsep utama: Strategic Experiential Modules (SEMs) dan Experience Providers (ExPros). SEMs adalah bentuk dasar dari experiential marketing, sedangkan ExPros adalah alat praktis untuk menerapkannya.

Strategic Experiential Modules (SEMs)

Schmitt (1999:64) membagi SEMs menjadi lima tipe pengalaman pelanggan:

  • Sense (Pengalaman Sensorik) Pemasaran Berbasis Panca Indra: Fokus pada menciptakan pengalaman melalui stimulasi panca indra pelanggan. Ini dapat meliputi elemen visual, audio, aroma, rasa, dan sentuhan. Strategi ini bertujuan untuk membedakan produk, memotivasi pembelian, dan meningkatkan nilai produk dengan cara yang menyentuh panca indra secara efektif.
  • Feel (Pengalaman Emosional) Pemasaran yang Membangkitkan Emosi: Berusaha untuk menarik perasaan terdalam pelanggan dan menciptakan pengalaman emosional yang kuat. Ini termasuk perasaan dari kebanggaan hingga nostalgia, dengan tujuan membentuk loyalitas pelanggan melalui pengalaman yang membuat mereka merasa baik.
  • Think (Pengalaman Kognitif) Pemasaran yang Memicu Pemikiran Kreatif, Bertujuan untuk mendorong pelanggan berpikir lebih mendalam dan kreatif tentang produk atau layanan. Teknik seperti kejutan, intrik, dan provokasi digunakan untuk menarik perhatian dan merangsang pemikiran kreatif.
  • Act (Pengalaman Fisik) Pemasaran yang Berfokus pada Perilaku,Menciptakan pengalaman yang berkaitan dengan tindakan fisik dan gaya hidup pelanggan, serta interaksi sosial. Ini bisa melibatkan event, aktivitas, dan pengalaman langsung yang memperkaya kehidupan pelanggan.
  • Relate (Pengalaman Sosial) Pemasaran yang Memperkuat Hubungan Sosial, Mengembangkan hubungan pelanggan dengan komunitas, budaya, dan identitas sosial. Ini termasuk menciptakan pengalaman yang terhubung dengan kelompok sosial atau nilai-nilai budaya.

Experiential Provider (media dalam pemasaran berdasarkan pengalaman)

Experiential providers (ExPros) menjelaskan bagaimana SEMs dapat dibentuk atau disebut juga dengan sarana komunikasi antar produsen dan konsumen ExPros ini adalah media yang mampu mengoptimalkan rangsangan SEMs. Media yang digunakan dapat berupa communications, visual atau verbal, identity, product present, co-branding, spatial environment, elektronic media dan people.

  • Communications (komunikasi)
    Komunikasi dalam Experiential providers adalah promosi yang dilakukan perusahaan yang berupak periklanan, magalog (majalah dan katalog), brosur, surat kabar, laporan tahunan dan lain lain.
  • Visual atau verbal indentity (identitas visual)
    Sepertinya hal nya communications, visual atau verbal indentity dapat digunakan untuk menciptakan merek yang menyentuh sense, feel, think, act, relate, dalam bentuk nama, logo, dan tabda perusahaan.
  • Product present (bentuk produk)
    Product present Expros meliputi produk, pengemasan dan display produk serta karakter merek sebagai bagian dari pengemasan.
  • Co-branding, dapat digunakan untuk mengembangkan satu atau beberapa Experiential module, co-brandingexpros meliputi event marketing, sphonsorhip, patnership dan bentuk bentuk kerjasama lainya.
  • Spatial environments (ruang atu tempat)
    Spatial environments meliputi desain gedung, kantor, atsmosfer,dan lain-lain.
  • Web site (situs)
    Web site perusahaan dapat membentuk penciptaan SEMs. Tampilan warna, suara dan kreatifitas menu dalam suatu situs merupakan bagian dari pembentukan pengalaman bagi pengguna situs perusahaan.
  • People (staff atau karyawan yang ada diperusahaan)
    People dapat dijadikan sebagai kekuatan diantara ExPros yang lainya , hal ini dikarenakan keberadaannya sebagai sesuatu yang dinamis, kemampuanya dalam berinteraksi dengan pelanggan, serta pngaruhnya yang dapat dirasakan secara langsung oleh pelanggan. People dalam ExPros meliputi tenaga penjual, perwakilan perusahaan, serta personel lainya yang secara langsung dapat berintraksi dengan konsumen.

Tren Terkini dalam Experiential Marketing

Teknologi Immersive

Realitas Virtual (VR) dan Augmented Reality (AR): Teknologi VR dan AR semakin banyak digunakan untuk menciptakan pengalaman yang mendalam dan interaktif. VR memungkinkan konsumen mengalami produk dalam lingkungan virtual, sementara AR menambahkan elemen digital ke dunia nyata.

Sustainability dan Etika

  • Pemasaran Berbasis Keberlanjutan, Konsumen semakin peduli dengan dampak lingkungan produk yang mereka beli. Merek yang mengintegrasikan praktik ramah lingkungan dapat membangun hubungan lebih kuat dengan konsumen.
  • Keterlibatan Sosial, Kampanye yang mendukung isu sosial sering kali mendapatkan perhatian positif dari konsumen, memperkuat hubungan emosional dengan merek.

Pengalaman Multi-Sensori

  • Pengalaman yang Mengintegrasikan Semua Panca Indra, Menggunakan elemen visual, audio, aroma, rasa, dan sentuhan untuk menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan berkesan.

Pemasaran Berbasis Pengalaman Sosial

  • Event dan Aktivasi Merek, Acara langsung dan aktivasi merek yang melibatkan pengalaman langsung masih efektif untuk menciptakan buzz dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.
  • Influencer dan Endorser, Kerjasama dengan influencer untuk menciptakan pengalaman autentik dan berbagi cerita pribadi tentang produk dapat meningkatkan kredibilitas merek.

Pemasaran Berbasis Konten

  • Konten Interaktif,Konten seperti kuis, permainan, dan video interaktif meningkatkan keterlibatan pelanggan.
  • Storytelling, Merek menggunakan storytelling untuk menciptakan narasi yang kuat dan resonan dengan audiens.

Pemasaran Berbasis Lokasi

  • Geofencing dan Pemasaran Berbasis Lokasi, Teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau pelanggan dengan penawaran khusus dan pengalaman yang dipersonalisasi saat mereka berada di lokasi tertentu.

Kesimpulan

Experiential marketing adalah strategi yang kuat untuk menciptakan pengalaman konsumen yang mendalam dan berkesan. Dengan menggabungkan teknik terbaru dan teknologi terkini, perusahaan dapat membangun hubungan emosional yang kuat dengan pelanggan, membedakan produk atau layanan mereka dari kompetitor, dan menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Pemasaran berdasarkan pengalaman yang berhasil akan merangsang semua panca indra pelanggan, membuat mereka merasa baik, dan membentuk loyalitas yang mendalam.

Experiential Marketing melalui aspek sense, feel, think, act, dan relate adalah strategi untuk menciptakan pengalaman pelanggan. Agar pengalaman tersebut menjadi mengesankan (memorable experience), pemasar perlu merangsang kelima panca indera pelanggan agar mereka merasakan sesuatu yang menyenangkan, berusaha agar pelanggan merasa baik, dan membuat emosi pelanggan sejalan dengan apa yang mereka inginkan. Pemasaran berbasis pengalaman dapat menciptakan preferensi konsumen yang membedakan produk atau jasa tertentu dari yang lainnya. Konsep pemasaran yang menekankan pengalaman pelanggan ini merupakan salah satu keunggulan jangka panjang yang sulit ditiru oleh pesaing.

Referensi

Chandra, H. (2008). Pemasaran Berbasis Pengalaman: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Schmitt, B. H. (1999). Experiential Marketing: How to Get Customers to Sense, Feel, Think, Act, Relate. New York: Free Press.

Schmitt, B. H. (1999). Strategic Experiential Modules: A Framework for Customer Experience Management. New York: Free Press.

Schmitt, B. H. (1999). The Experience Economy: Work Is Theater & Every Business a Stage. Boston: Harvard Business Review Press.

Related Post