Konsep Kawasan Ekonomi Khusus
   

Dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, diperlukan peningkatan peneneman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategis. Kawasan tersebut dipersiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonimi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industrim pariwisata dan perdagangan sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan.

Kawasan Ekonomi Khusus

Dalam rangka mempercepat pencapaian pembangunan ekonomi nasional, diperlukan peningkatan penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan ekonomi dan geostrategis. Kawasan tersebut dipersiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Pada perkembangannya, guna mampu menjaga pengelolaan pengembangan KEK agar tetap seiring dengan dinamika ekonomi dan teknologi dunia, pemerintah mentransformasikan kebijakan pengembangan KEK dengan menekankan orientasi pada terwujudnya KEK yang tidak hanya menekankan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi wilayah dan pemerataan pembangunan secara nasional (KEK Generasi 1), namun juga mendorong terwujudnya KEK yang mampu membangun nilai tambah atas penguasaan teknologi dan sumber daya manusia (KEK Generasi 2), yang diwujudkan dengan pengembangan KEK Kesehatan, KEK Pendidikan, KEK Ekonomi Digital dan KEK Maintenance Repair and Overhaul.

Pengertian Kawasan Ekonomi Khusus

Menurut Undang – Undang Republik Indonesia No 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus diartikan sebagai kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk melaksanakan atau menyediakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu. Fungsi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dilakukan untuk mengembangkan dan melakukan suatu usaha dalam bidang perdagangan, jasa, industri, pertambangan dan energi, transportasi, maritime, dan perikanan, pos dan telekomunikasi, pariwisata, dan bidang – bidang lainnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terdiri dari satu atau beberapa zona, yaitu: zona pengolahan ekspor, logistic, industri, pengembangan teknologi, pariwisata, dan energi yang kegiatannya dapat ditujukan untuk ekspor dan dalam negeri.

Pada pasal 2 Undang – Undang Republik Indonesia No 39 Tahun 2009 menjelaskan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dikembangkan melalui geoekonomi dan geostrategic yang berfungsi sebagai penampung kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi ekonomi lainnya yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki daya saing internasional.

Hasim (2010) menyebutkan abhwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menjadi peuang besar bagi suatu wilayah di Indonesia dalam menghadapi perekonomian global. Tetapi dengan adanya KEK juga akan menimbulkan beberapa ancaman yang serius bagi sistem perekonomian global, diantaranya sebagai berikut:

  1. Aspek hukum, dimana adanya kegiatan Kawasan Ekonomi Khusus tidak bias terlepas dari landasan hukum dan kebijakan – kebijakan terkait yang memang sudah menjadi dasar aturan yang berlaku (rule of game). Tetapi KEK yang seharusnya tidak terlepas dari kebijakan – kebijakan yang terkait masih belum benar – benar dilakukan berdasarkan kebijakan dan landasan hukum yang seharusnya dijalani.
  2. Aspek sosial budaya, dimana akan terjadi kecenderungan perubahan nilai yang dipengaruhi oleh percampuran nilai budaya lokal dengan budaya asing yang umumnya sekuler bersinggungan dengan religious terkait adat dan suatu kebiasaan.
  3. Aspek politik dan keamanan, program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menimbulkan suatu konflik horizontal yang akan mengganggu stabilitas politik dan keamanan. Perubahan nilai dan perilaku masyarakat akan menjadi lebih ke arah matrealistis dan sekuleristik, hal ini tentu saja akan mendapat penolakan dan jika tidak ditangani dengan benar akan mengganggu kepada keamanan suatu negara.

Adapun beberapa dampak positif yang ditimbulkan dari adanya Kawasan Ekonomi Khusus diantaranya yaitu:

  1. Dapat membuka lapangan pekerjaan dalam jumlah besar sehingga dapat menyerap tenaga kerja serta dapat mengurangi tingkat pengangguran.
  2. Dengan menyerap tenaga kerja maka akan meningkatkan pendapatan perkapita yang nantinya akan meningkatkan daya beli masyarakat.
  3. Meningkatnya daya beli masyarakat akan mendorong kepada kegiatan sektor riil lainnya seperti peningkatan perdagangan barang dan jasa.
  4. Adanya Kawasan Ekonomi Khusus ini akan menjadi tempat berjalannya berbagai kegiatan industri serta perdagangan yang akan menampung hasil produksi perkebunan, kerajinan, perikanan dan pertanian.
  5. Dengan adanya tempat penampungan untuk hasil masyarakat makan akan pula meningkatkan pendapatan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.
  6. Dengan berkembangnya kegiatan Kawasan Ekonomi Khusus diharapkan dapat mendorong perkembangan industry jasa pendukung lainnya yang akan menjadi tempat usaha bagi masyarakat sekitar KEK tersebut.

Klasifikasi Zona Kawasan Ekonomi Khusus

Menurur Undang – Undang Republik Indonesia No 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus, menyatakan bahwa penetapan suatu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) harus dipenuhi atau harus memenuhi kriteria yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah, tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung adanya dukungan dari pemerintah provinsi/kabupaten/kota dalam pengelolaan KEK, terletak pada posisi yang strategis atau memiliki potensi sumber daya unggulan pada bidang kelautan dan perikanan, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan memiliki batasan wilayah yang jelas, baik batas alam maupun batas buatan. Kawasan Ekonomi Khusus terbagi menjadi beberapa zona yang meliputi:

  1. Zona Pengolahan Ekspor Zona pengolahan ekspor merupakan arean yang diperuntukan bagi kegiatan logistik dan industri yang produksinya peruntukan untuk ekspor.
  2. Zona Logistik Zona logistik merupakan area yang diperuntukan bagi kegiatan penyimpanan, perakitan, penyortiran, pengepakan, pendistribusian, perbaikan, dan perekondisian permesinan dari dalam negeri dan dari luar negeri.
  3. Zona Industri Zona industri merupakan area yang diperuntukan bagi kegiatan industry yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dana tau barang jadi, dan agroindustry dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, yang termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri yang produksinya diperuntukan bagi ekspor dan impor.
  4. Zona Pengembangan Teknologi Zona pengembangan teknologi merupakan area yang diperuntukan bagi kegiatan riset dan teknologi, rancang bangun dan rekayasa, teknologi terapan, pengembangan perangkat lunak, dan jasa pada bidang teknologi informasi.
  5. Zona Pariwisata Zona Pariwisata merupakan area yang diperuntukan bagi kegiatan usaha pariwisata untuk mendukung penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan insentif dan pameran serta kegiatan pariwisata lainnya yang terkait.
  6. Zona Energi Zona energi merupakan area yang diperuntukan bagi kegiatan pengembangan energy alternatif, energi terbarukan, teknologi hemat energi serta pengolahan energi primer.
  7. Zona Ekonomi Lain Zona ekonomi lain antara lain dapat berupa zona industri kreatif dan zona olah raga.

Agenda Prioritas Nasional

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus diarahkan untuk memberikan kontribusi optimal dalam pencapaian 4 (empat) agenda prioritas nasional yang tertuang di Nawacita, yaitu:

  • Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah – daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;
  • Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;
  • Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional;
  • Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor – sektor strategis ekonomi domestik

Sasaran Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

  • Meningkatkan penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis;
  • Optimalisasi kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi;
  • Mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah; dan
  • Mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Sasaran Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus

  • Meningkatkan penanaman modal melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis;
  • Optimalisasi kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi;
  • Mempercepat perkembangan daerah melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru untuk keseimbangan pembangunan antar wilayah; dan
  • Mewujudkan model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi, antara lain industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Kriteria Lokasi Usulan KEK :

1. Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dan tidak berpotensi mengganggu kawasan lindung;
2.  Mempunyai batas yang jelas;
3. Lahan yang diusulkan menjadi KEK telah dikuasi paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari yang direncanakan.

Tag: , , , , , , , ,

Diposting oleh hestanto


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *