Metode Saving Matrix
   

Pengertian Saving Matrix

Bowersox (2002) menyebutkan bahwa Saving Matrix adalah teknik dalam penjadwalan kendaraan dari suatu fasilitas serta mengatur batas dari jumlah kendaraan dimana setiap kendaraan memiliki batas kapasitas angkut maksimum yang berbeda. Tujuan teknik ini adalah agar penjadwalan kendaraan dan perjalanan yang terbaik.

Metode Saving Matrix merupakan teknik yang dimana produsen dapat menugaskan pelanggan untuk datang ke titik distribusi atau armada apabila terdapat batasan waktu dalam memberikan atau mengantarkan produknya. Metode ini bertujuan untuk merancang jalur pengiriman produk untuk pelanggan dengan menetapkan urutan yang wajib dilewati berdasarkan kapasitas dari armada agar didapatkan rute terpendek serta biaya operasional yang terbaik seperti yang dikemukakan oleh Chopra (2001).

Ikfan dan Masudin (2013) menyebutkan setelah melakukan perhitungan rute, teknik Saving Matrix dapat mengetahui armada mana yang akan dipakai berdasarkan saving terbesar. Metode Saving Matrix bisa mengoptimalkan jalur yang dilewati armada pengiriman serta mengurangi jarak tempuh armada.

Langkah – Langkah Pengolahan Data dengan Metode Saving Matrix

Langkah-langkah untuk pengolahan data dengan teknik saving matrix adalah sebagai berikut:

  • Menentukan matriks jarak dari gudang ke setiap
  • Menghitung matriks penghematan dengan menggunakan rumus:

  • Gabungkan dua lokasi konsumen yang menghasilkan saving paling banyak dan periksa apakah kedua lokasi dapat dilayani oleh kendaraan yang sama.
  • Perbarui unit dengan saving terbesar dan hitung total
  • Mengurutkan pelanggan dalam rute yang terancang dengan metode Nearest insert. Dari perubahan urutan tersebut pengiriman akan berdampak terhadap jarak yang ditempuh oleh kendaraan tersebut.

Setelah didapatkan rute dengan jarak baru, maka dihitung jumlah kendaraan, jarak, dan biaya operasi, kemudian dibandingkan dengan data awal sebelum menggunakan matriks tabungan. Kemudian sesuai dengan alokasi armada yang digunakan, digunakan penentuan rute ini untuk menentukan rencana alokasi.

Metode Saving Matriks

Saving Matrix merupakan metode yang digunakan untuk menentukan jarak, rute, waktu atau ongkos dalam pelaksanaan pengiriman barang dari perusahaan kepada konsumen. Metode ini bertujuan agar pengiriman barang yang sesuai pesanan konsumen dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien, sehingga peru[1]sahaan dapat menghemat biaya, tenaga, dan waktu pengiriman (Istantiningrum, 2010).

Metode Saving Matrix terdiri dari beberapa langkah. Menurut Istantiningrum (2010) langkah-langkah dalam metode saving matrix adalah sebagai berikut:

1. Menentukan Matriks Jarak

Pada penentuan matriks jarak ini, data jarak antara perusahaan dengan lokasi dan lokasi ke lokasi lainnya sangat diperlukan. Setelah mengetahui koordinat dari masing-masing lokasi, maka jarak antar kedua lokasi tersebut dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Akan tetapi jika jarak antar kedua koordinat sudah diketahui, maka perhitungan menggunakan rumus tidak digunakan dan menggunakan jarak yang sudah ada.

2. Menentukan Matriks Penghematan (Saving Matrix)

Setelah mengetahui jarak keseluruhan yaitu jarak antara pabrik dengan lokasi dan lokasi dengan lokasi yang lainnya, maka dalam langkah ini diasumsikan bahwa setiap lokasi akan dilewati oleh satu truk secara ekslusif. Artinya akan ada beberapa rute yang berbeda yang akan dilewati untuk tujuan masing[1]masing. Dengan demikian akan ada penghematan apabila ada peng[1]gabungan rute yang dinilai satu arah dengan rute yang lainnya. Untuk mencari matriks penghematan dapat digunakan rumus sebagai berikut:

S (x,y) = J (x,y) + J (x,y) – J (x,y)

S (x,y) merupakan penghematan jarak yaitu dari penggabungan antara rute x dengan rute y.

3. Pengalokasian Kendaraan dan Rute

Berdasarkan Lokasi Setelah matriks penghematan diketahui, maka langkah selanjutnya adalah pengalokasian lokasi ke rute atau kendaraan. Artinya dalam langkah ini akan ditentukan rute pengiriman baru berdasarkan atas penggabungan rute pada langkah kedua di atas. Hasilnya adalah pengiriman lokasi 1 dan lokasi 2 akan dilakukan dengan menggunakan 1 rute.

4. Pengurutan Lokasi Tujuan Dalam Suatu Rute

Langkah ini menentukan urutan kunjungan. Ada beberapa metode dalam menentukan urutan kunjungan, yaitu: a. Metode Nearest Insert Metode ini menentukan urutan kunjungan dengan mengutamakan lokasi yang kalau dimasukkan ke dalam rute yang sudah ada menghasilkan jarak yang mini[1]mum. b. Metode Nearest Neighbor Metode ini menentukan kunju[1]ngan dengan mengutamakan lokasi yang jaraknya paling dekat dengan lokasi yang dikunjungi terakhir.

5. Penjadwalan Produksi

Manfaat penjadwalan salah satunya adalah agar dalam pengiriman barang dapat sesuai dengan waktu dan porsi yang telah ditentukan. Penjadwalan juga mempunyai tujuan. Tujuan dalam penjadwalan adalah agar dalam pengiriman barang dilakukan secara berurutan sesuai dengan jadwal yang dibuat. Jadwal tersebut berupa catatan waktu yang dituangkan menjadi satu kalender yang sangat dibutuhkan oleh para pelaksana. Beberapa hasil dari penjadwalan salah satunya adalah pengiriman sesuai rute yang telah tersedia di dalam tabel hasil pengelompokan sehingga pengiriman tidak melebihi kapasitas dalam mengirim (Istantiningrum, 2010).

Tag: , ,

Diposting oleh hestanto


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *