Filosofi Just In Time dan Lean Manufacturing


Lean Manufacturing dan just in time indonesia

Encyclopedia online Wikipedia mendefinisikan Lean Manufacturing sebagai filosofis manajemen yang berfokus pada reduksi 7 sumber pemborosan, tujuh jenis pemborosan, seperti yang di definisikan oleh Toyota, selako pelopor konsep Lean manufacturing adalah:

  • Over Production membuat lebih dari jumlah yang diperlukan atau lebih cepat dari yang diperlukan
  • Over Transportation memindahkan produk lebih jauh dari yang minimal diperlukan
  • Waiting time produk harus menunggu untuk tahapan produksi berikutnya, atau orang menunggu untuk pekerjaan berikutnya.
  • Inventory memiliki stok lebih banyak dari yang minimal diperlukan
  • Process proses yang berlebihan atas satu produk
  • Defects usaha dilakukan dalam proses inspeksi untuk mengatasi kegagalan produk

Pengurangan pada waste (dalam bahasa jepang : muda) atau pemborosan ini akan meningkatkan kualitas, dan mengurangi biaya dan waktu produksi.

     

Untuk menyelesaikan masalah pemborosan, lean manufacturing menggunakan berbagai alat dalam implementasinya, yang meliputi analisis proses yang konstan (kaizen), produksi yang bersifat pull (seperti yang diterapkan pada KANBAN), pencegahan kesalahan (poka-yoke).

Beberapa ahli akhir-akhir ini setuju bahwa lean manufacturing tidak hanya sekedar sekumpulan alat tetapi merupakan program yang menyeluruh, komprehensif, dan mencakup seluruh enterprise yang dirancang untuk terintegrasi dengan strategi utama bisnis. Ahli pada bidang ini percaya bahwa filosofis yang mendasari lean manufacturing merupakan cara paling efektif untuk memulai dan memasyarakatkan aktifitas lean yang disebut juga dengan istilah Toyota Way, yang menekankan pada penciptaan lingkungan tempat tumbuh budaya lean thinking.

Prinsip utama Lean Manufacturing adalah

  • Pull Processing artinya produk ditarik dari titik akhir konsumen, bukan di dorong dari akhir produksi (stok)
  • Kualitas terbaik, berusaha mengurangi kesalahan secara maksimal, identifikasi, dan penyelesaian masalah langsung pada sumbernya.
  • Minimalkan pemborosan, dengan mengeliminasi semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, menggunakan sumber daya secara maksimal (orang, modal, dan bangunan)
  • Perbaikan yang berkelanjutan, mengurangi biaya, meningkatkan kualitas, menambah produktifitas dan berbagai informasi.
  • Fleksibilitas, memproduksi berbagai jenis produk secara cepat, tanpa harus mengorbankan efisiensi akibat produksi dengan volum rendah.
  • Membangun dan memelihara relasi jangka panjang dengan para pemasok melalui kerja sama berbagai resiko, berbagai biaya, dan berbagai informasi.

Konsep lean pada dasarnya adalah menempatkan sesuatu yang benar, pada tempat dan waktu yang tepat, dengan kualitas yang tepat sambil meminimalkan pemborosan dengan tetap fleksibel terhadap perubahan. Konsep ini sering juga disebut dengan Just-inTime (JIT) yang dapat diartikan menempatkan segala sesuatu hanya pada saat diperlukan.

Pada dasarnya konsep JIT adalah bagaimana memproduksi produk dan jasa tepat pada saat diperlukan, JIT di tentukan berdasarkan waktu dan biasanya meliputi target kualitas dan efisiensi. JIT sebenarnya adalah filosofi produksi, bukan teknologi. Beberapa zero Defect dan produksi sinkron agar tidak terjadi stock.

Beberapa manfaat Filosofi JIT ini adalah

  • Meningkatkan fleksibilitas
  • Mengurangi stok komponen dan bahan baku
  • Meningkatkan kualitas
  • Menyederhanakan sistem

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

31 − = 25