Nilai Tukar Mata Uang

Nilai Tukar Mata Uang

Nilai Tukar Mata Uang

Dalam perdagangan international pertukaran antara suatu mata uang dengan mata uang lainnya menjadi hal yang terpenting untuk mempermudah proses transaksi jual beli barang dan jasa. Dari pertukaran ini terdapat perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut. Kurs adalah harga mata uang domestik terhadap mata uang asing dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang. Nilai tukar riil dari negara mitra dagang Indonesia, rupiah Indonesia digunakan sebagai proyeksi dari nilai tukar negara mitra dagang Indonesia (Syarif, 2003).

Menurut Sartono (1995), nilai tukar (kurs) adalah harga suatu mata uang relatif terhadap mata uang lainnya. Nilai tukar diartikan sebagai titik keseimbangan antara penawaran dan permintaan dari suatu mata uang di pasar mata uang. Perdagangan luar negeri baik ekspor maupun impor secara langsung akan menggunakan nilai tukar (kurs). Perubahan nilai kurs akan mempengaruhi tingkat kompetensi produk ekspor di pasar International (Riedel).

Kurs merupakan salah satu variabel yang penting dalam perekonomian terbuka mengingat pengaruh yang demikian besar bagi transaksi berjalan maupun variabel-variabel ekonomi lainnya. Kurs juga memainkan peranan sentral dalm perdagangan international. Kurs dapat berubah-ubah setiap waktu sesuai dengan berita-berita atau bahkan desas-desus yang seringkali tidak jelas asal-usulnya yang beredar mengenai mata uang tersebut dimasa yang akan datang.

Dalam mekanisme pasar, kurs dari suatu mata uang akan mengalami fluktuasi yang berdampak langsung pada harga barang-barang ekspor dan impor (Dominic, 1997). Perubahan yang dimaksud adalah :

  1. Apresiasi, yaitu peristiwa menguatnya nilai tukar mata uang secara otomatis akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan atas mata uang yang bersangkutan dalam sistem pasar bebas. Sebagai akibat dari perubahan kurs ini adalah harga produk negara itu bagi pihak luar negeri semakin mahal. Sedangkan harga impor bagi penduduk domestik menjadi lebih murah.
  2. Depresiasi, yaitu peristiwa penurunan nilai tukar mata uang secara otomatis akibat bekerjanya kekuatan-kekuatan penawaran dan permintaan atas mata uang yang bersangkutan dalam sistem pasar bebas, sebagai akibat perubahan kurs ini produk negara itu bagi pihak luar negeri menjadi murah, sedangkan harga impor bagi penduduk domestik menjadi mahal.

Sumber Bacaan

Agus Sartono. 1995. Manajemen Keuangan: Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE.

Dominick, Salvatore. 1997. Ekonomi Internasional, alih bahasa oleh Haris Munandar edisi 5 cetak 1. Erlangga, Jakarta

Dean, J. M., Desai, S., & Riedel, J., “Trade Policy Reform in Developing Countries since 1985: A Review of The Evidence”, dalam World Bank Discussion Papers No. 267, 2003.

 

Related Post