Pengertian dan Cara Pengelasan (Welding)

Pengertian dan Cara Pengelasan (Welding)

Pengertian dan Cara Pengelasan (Welding)

Pengertian proses pengelasan menurut Sonawan dan Suratman (2004) adalah Las merupakan suatu cara untuk menyambung logam dengan proses mencairkan logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa menggunakan tekanan untuk menghasilkan sambungan yang kontinu. Menurut Timing (2008) proses pengelasan terbagi menjadi dua, yaitu penekanan dan peleburan. Proses peleburan terbagi atas dua jenis, yaitu pengelasan dengan gas dan pengelasan dengan sudut logam atau stick welding.

Pengelasan (welding) adalah teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan logam kontinyu (Siswanto, 2011). Menurut (Tarkono, 2012) perbedaan menggunakan jenis-jenis elektrode akan mempengaruhi kekuatan tarik hasil pengelasan dan perpanjangan (elongation). Pada penelitian (Syahrani, 2013) melakukan variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan bending pada baja SM 490 diperoleh perbedaan nilai kekuatan tarik dan bending. Penelitian ini menggunakan perbedaan metode pegelasan, penggunaan arus, dan jenis elektrode. Mengelas bukan hanya memanaskan dua bagian benda sampai mencair dan membiarkan membeku kembali, tetapi membuat lasan yang utuh dengan cara memberikan bahan tambah atau elektrode pada waktu dipanaskan sehingga mempunyai kekuatan seperti yang dikehendaki. Kekuatan sambungan las dipengaruhi beberapa faktor antara lain: prosedur pengelasan, bahan, elektrode dan jenis kampuh yang digunakan.

Pengelasan sebagai metode penyambungan telah banyak digunakan untuk konstruksi bangunan aluminium dan konstruksi mesin. Metode pengelasan disamping digunakan untuk penyambungan juga digunakan untuk reparasi atau perbaikan misalnya membuat lapisan keras pada perkakas, mempertebal bagian- bagian konstruksi yang aus. Metode pengelasan kelihatannya sederhana, tetapi didalamnya banyak masalah yang harus diatasi dengan pemecahan yang memerlukan pengetahuan. Pengetahuan ini harus didampingi dengan praktek.

Perancangan sambungan konstruksi bangunan dan konstruksi mesin dengan las harus direncanakan cara pengelasan, bahan las dan jenis las yang digunakan, serta cara pemeriksaannya, berdasarkan fungsi dari bagian-bagian bangunan atau mesin yang dirancang. Berdasarkan definisi dari DIN (Deutch Industrie Normen) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Penggunaan teknik pengelasan dalam bidang konstruksi dan mesin sangat luas, meliputi perkapalan, jembatan, rangka baja, bejana tekan, sistem perpipaan, otomotif, kereta api dan lain sebagainya. Sambungan las banyak digunakan dengan pertimbangan bahwa konstruksi ringan, murah dan pengerjaan cepat (Harsono dkk, 1991).

Teknik las gas Metal Inert Gas (MIG) merupakan salah satu jenis pengelasan yang biasanya digunakan dalam pengelasan aluminium seri 5083 karena sesuai untuk pelat aluminium yang tipis (3mm) (Mandall, 2005). Penggunaan pelat tipis pada kapal sangat penting untuk mengurangi berat kapal, Sehingga konsumsi bahan bakar akan berkurang dan dapat meningkatkan kecepatan kapal. Namun demikian pengelasan pada pelat tipis (3mm) menimbulkan masalah seperti distorsi dan tegangan sisa yang terjadi akibat distribusi temperatur yang tidak merata karena panas lokal las, perbedaan laju pemanasan, dan pendinginan selama proses pengelasan. Karena distorsi ini dapat menyebabkan hasil pengelasan tidak presisi akibat perubahan dimensi yang terjadi sehingga perlu dilakukan perlakuan tambahan untuk mengurangi distorsi yang terjadi (Michaleris, 2011).

Proses Dasar Pengelasan

 Menurut Welding Handbook, proses pengelasan adalah “proses penyambungan bahan yang menghasilkan peleburan bahan dengan memanasinya hingga suhu yang tepat dengan atau tanpa pemberian tekanan dan dengan atau tanpa pemakaian bahan pengisi”. Energi pembangkit panas dapat dibedakan menurut sumbernya: listrik, kimiawi optis, mekanis, dan bahan semi konduktor. Panas digunakan untuk mencairkan logam dasar dan bahan pengisi agar terjadi aliran bahan atau terjadi peleburan. Selain itu, panas dipakai untuk menaikkan dektilitas sehingga aliran plastis dapat terjadi walaupun bahan tidak mencair, lebih jauh lagi, pemanasan membantu penghilangan kotoran pada bahan (Reza, 2015).

Proses pengelasan yang paling umum terutama untuk mengelas baja struktural memakai energi listrik sebagai sumber panas yang paling banyak digunakan adalah busur listrik (nyala). Busur nyala adalah pancaran arus listrik yang relatif besar antara elektroda dan bahan dasar yang dialirkan melalui kolom gas ion hasil pemanasan. Kolom gas ini disebut plasma. Pada pengelasan busur nyala, peleburan terjadi akibat aliran bahan yang melintasi busur dengan tanpa diberi tekanan. Proses lain ( jarang dipakai untuk struktur baja) menggunakan sumber energi yang lain, dan beberapa proses ini menggunakan tekanan tanpa memandang ada atau tidaknya pencairan bahan. Pelekatan (bonding) dapat juga terjadi akibat difusi, partikel seperti atom disekitar pertemuan saling bercampur dan bahan dasar tidak mencair.

Peralatan Proses Pengelasan

Peralatan yang diperlukan dalam proses pengelasan antara lain:

  • Peralatan utama yang terdiri atas mesin las, arus listrik AC/DC, elektroda, dan kabel las.
  • Peralatan keselamatan kerja yang terdiri atas topeng las, masker las, apron, sarung tangan, dan sepatu pelindung.
  • Peralatan bantu yang terdiri atas tang, sikat baja, palu, meja las, dan mesin gerinda. Elektroda digunakan untuk menciptakan lapisan dan menghantarkan listrik.

Elektroda juga digunakan sebagai logam pengisi yang mencair bersama dengan benda kerja dan akan menjadi satu dengan benda kerja yang dilas. Gumpalan yang dihasilkan dari elektroda yang dicairkan akan dipindahkan secara eksplosif. Terdapat beberapa langkah dalam melakukan pengelasan secara umum, yaitu:

  1. Membersihkan benda kerja yang akan di las dengan menggunakan palu ataupun sikat baja untuk membersihkan permukaan benda yang akan dilas.
  2. Meletakkan benda yang akan dilas pada meja kerja yang disediakan dan gunakan klem jika diperlukan.
  3. Masukkan elektroda pada penjepit. Sesuaikan kemiringan elektroda dengan benda kerja yang akan dilas.
  4. Gunakan alat pelindung diri seperti masker dan topeng las.
  5. Dekatkan elektroda pada benda yang akan dilas dan dengan perlahan gerakkan elektroda ke daerah benda yang akan dilas.
  6. Setelah selesai bersihkan kerak yang menutupi bagian benda kerja yang dilas. Gunakan gerinda untuk membuat hasil las menjadi lebih halus dan sempurna.

Jenis Jenis Pengelasan

Jenis-jenis pengelasan antara lain:

a. MMA/SMAW (Manual Metal Arc/Shield Metal Arc Welding)
Jenis las ini menggunakan kawat las dan dilakukan dengan menjepit tang massa ke benda yang akan dilas serta menjepitkan kawat las ke tang las.
b. MIG/GMAW (Metal Inert Gas)
Jenis las ini memiliki gulungan kawat las yang memanjang. Caranya adalah dengan menarik pelatik dan mulai mengelas.
c. GTAW (Gas Tungsten Arc Welding)
Jenis las ini menggunakan busur antara tungsten elektroda dan titik yang akan dilas. Pengelasan ini tidak menerapkan tekanan dalam prosesnya.
d. Plama Cutting
Jenis las ini hanya menggunakan kompresor dan tidak membutuhkan tabung gas untuk beroperasi. Dorongan angin digunakan untuk membuang logam yang
dipanaskan dari torch.
e. Las Karbit
Jenis las ini menggunakan oksigen dan asetilena dengan bantuan korek api. Jenis pengelasan ini tidak membutuhkan listrik
f. Las Laser
Jenis las ini menggunakan proses pengelasan energi tinggi dan panas yang lebih tinggi dari pada jenis pengelasan lainnya. Las laser dapat menyampaikan panas dengan sangat tepat sehingga benda yang dilas dapat disimpan pada cetakan yang sudah diprogram oleh mesin las laser

Related Post