Merek adalah salah satu aspek yang sangat vital dalam dunia bisnis modern. Menurut Kotler dan Amstrong (2012), merek bukan sekadar sebuah nama atau simbol, melainkan representasi identitas dari pembuat atau penjual produk dan jasa.
Merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, lambang atau desain, atau kombinasi dari semuanya yang menunjukan identitas dari pembuat atau penjual produk dan jasa tersebut yang mana dapat membedakan produk atau jasa dari pesaing (Kotler dan Amstrong, 2012). Menurut Kotler dan Amstrong (2012) bahwa penetapan sebuah merek bisa menambah sebuah nilai, yang mana itu dapat menjadi kuat dan tidak ada produk yang tidak memiliki sebuah merek.
Citra ekonomi sekarang ini, telah brand menjadi aset terpenting yang memukau konsumen dan menentukan sukses atau gagalnya perusahaan. Tak heran, brand-brand kuat menjadi rebutan pebisnis dan diperjual belikan sebagai jalan pintas meraih sukses. Brand bukan sekedar logo atau nama perusahaan Anda, melainkan image atau persepsi seseorang tentang produk atau perusahaan Anda. Brand adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang orang bayangkan ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.
Keahlian yang sangat unik dari pemasar profesional serta berpengalaman adalah kemampuannya untuk menciptakan, memelihara,melindungi, dan meningkatkan merek yang akan dipasarkan maupun yang telah dipasarkan. Para pemasar mengatakan bahwa pemberian merek adalah seni dan bagian paling penting dalam pemasaran.
Maka merek adalah produk atau jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perbedaan ini bisa fungsional, rasional atau nyata berhubungan dengan kinerja produk dari merek. Perbedaan ini bisa juga lebih bersifat simbolis, emosional, atau tidak nyata berhubungan dengan apa yang direpresentasikan merek.
Menurut Aaker (1991 : 7), merek adalah “ A distinguishing name and / or symbol (such as logo, trade mark, or package design ) intended to identify to goods or services of either one seller of a group of seller, and to differentiate those goods or services from those of competitors “. Suatu merek pada gilirannya memberi tanda pada konsumen mengenai sumber produk tersebut. Di samping itu, merek melindungi, baik konsumen maupun produsen dari para kompetitor yang berusaha memberikan produk-produk yang tampak identik.
Menurut American Marketing Association (Kotler, 2000 : 460) merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari hal-hal tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Merek sebenarnya merupakan janji penjual untuk secara konsisten memberikan keistimewaan, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek-merek terbaik memberikan jaminan mutu. Akan tetapi, merek lebih dari sekadar simbol.
Merek dapat memiliki enam level pengertian
Merek dapat memiliki enam level pengertian (Kotler, 2000 : 460) yaitu sebagai berikut;
- Atribut: merek mengingatkan pada atribut tertentu. Mercedes memberi kesan sebagai mobil yang mahal, dibuat dengan baik, dirancang dengan baik, tahan lama, dan bergengsi tinggi.
- Manfaat: bagi konsumen, kadang sebuah merek tidak sekadar menyatakan atribut, tetapi manfaat. Mereka membeli produk tidak membeli atribut, tetapi membeli manfaat. Atribut yang dimiliki oleh suatu produk dapat diterjemahkan menjadi manfaat fungsional dan atau emosional. Sebagai contoh: atribut “tahan lama” diterjemahkan menjadi manfaat fungsional “tidak perlu cepat beli lagi, atribut “mahal“ diterjemahkan menjadi manfaat emosional “bergengsi”, dan lain-lain.
- Nilai: merek juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Jadi, Mercedes berarti kinerja tinggi, keamanan, gengsi, dan lain-lain.
- Budaya: merek juga mewakili budaya tertentu. Mercedes mewakili budaya Jerman, terorganisasi, efisien, bermutu tinggi.
- Kepribadian: merek mencerminkan kepribadian tertentu. Mercedes mencerminkan pimpinan yang masuk akal (orang), singa yang memerintah (binatang), atau istana yang agung (objek).
- Pemakai: merek menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Mercedes menunjukkan pemakainya seorang diplomat atau eksekutif. Pada intinya merek adalah penggunaan nama, logo, trade mark, serta slogan untuk membedakan perusahaan perusahaan dan individu-individu satu sama lain dalam hal apa yang mereka tawarkan. Penggunaan konsisten suatu merek, simbol, atau logo membuat merek tersebut segera dapat dikenali oleh konsumen sehingga segala sesuatu yang berkaitan dengannya tetap diingat. Dengan demikian, suatu merek dapat mengandung tiga hal, yaitu sebagai berikut : 1). Menjelaskan apa yang dijual perusahaan. 2). Menjelaskan apa yang dijalankan oleh perusahaan. 3). Menjelaskan profil perusahaan itu sendiri.
Jangan anggap enteng brand, karena ia adalah aset terpenting yang bisa dimiliki perusahaan. Brand memberikan nilai, menciptakan diferensiasi dan mendapatkan hasil jangka panjang. Sepotong nama ini bisa berarti banyak serta menjadi pembeda produk yang satu dari yang lain. Tanpa brand yang menancap kuat di benak konsumen, sebuah produk hanyalah komoditas yang dihargai rendah meski mungkin dari sisi fungsional manfaatnya sama. Namun dengan brand yang kuat, harga produk yang sama tadi bisa menjadi berlipat ganda – bahkan priceless.
Sifat Nama Merk
Merek adalah elemen kunci dalam hubungan perusahaan dengan konsumen (Kotler dan Amstrong, 2012). Sehingga menurut Kotler dan Amtrong (2012) bahwa pemilihan nama merek dapat menambah keberhasilan tentang produk, maka nama merek harus memiliki sifat sebagai berikut:
- Merek harus menunjukan manfaat dan kualitas produk
- Merek harus mudah diucapkan, dikenali dan
- Nama merek harus
- Nama merek harus dapat diperluas yaitu memungkinkan dapat perluasan ke kategori produk
- Merek harus mudah diterjemahkan dengan mudah ke dalam bahasa
- Merek juga harus dapat di registrasi dan perlindungan
Maksud perusahaan memberikan merek pada mulanya hanyalah sebagai identitas. Dengan merek tersebut perusahaan mengharapkan agar konsumen mempunyai kesan positif terhadap produknya.
Pada intinya merek adalah penggunaan nama, logo, trade mark, serta slogan untuk membedakan perusahaan perusahaan dan individu-individu satu sama lain
dalam hal apa yang mereka tawarkan. Penggunaan konsisten suatu merek, simbol, atau logo membuat merek tersebut segera dapat dikenali oleh konsumen sehingga
segala sesuatu yang berkaitan dengannya tetap diingat. Dengan demikian, suatu merek dapat mengandung tiga hal, yaitu sebagai berikut.
(1) Menjelaskan apa yang dijual perusahaan.
(2) Menjelaskan apa yang dijalankan oleh perusahaan.
(3) Menjelaskan profil perusahaan itu sendiri.
Suatu merek memberikan serangkaian janji yang di dalamnya menyangkut kepercayaan, konsistensi, dan harapan. Dengan demikian, merek sangat penting, baik bagi konsumen maupun produsen. Bagi konsumen, merek bermanfaat untuk mempermudah proses keputusan pembelian dan merupakan jaminan akan kualitas.
Sebaliknya, bagi produsen, merek dapat membantu upaya-upaya untuk membangun loyalitas dan hubungan berkelanjutan dengan konsumen. Merek yang baik juga menyampaikan jaminan tambahan berupa jaminan kualitas. Merek digunakan untuk beberapa tujuan, yaitu (Tjiptono, 1995):
- Sebagai identitas, yang bermanfaat dalam diferensiasi atau membedakan produk suatu perusahaan dengan para pesaingnya. Ini akan memudahkan konsumen
untuk mengenalinya saat berbelanja dan saat melakukan pembelian ulang. - Alat promosi, yaitu sebagai daya tarik produk yang dipasarkan.
- Untuk mempertahankan citra, yaitu dengan memberikan keyakinan, jaminan kualitas, serta prestise tertentu kepada konsumen.
- Untuk mengendalikan pasar.
Merek tidak hanya sekedar pemberian nama pada suatu produk, melainkan merek juga diharapkan mempunyai kekuatan di pasar sehingga dapat diterima oleh pelanggan dan yang pada akhirnya merek akan mempunyai tingkat brand loyalty dari pelanggan. Merek sendiri digunakan untuk mengidentifikasi produk, memberitahukan tentang kualitas produk, dan merek yang dapat membedakan produk yang satu dengan lainnnya.
Pelanggan melihat merek sebagai bagian yang penting dari suatu produk. Pembentukan merek dapat membantu konsumen dalam beberapa hal seperti mengidentifikasi produk, menyampaikan beberapa hal tentang kualitas produk, serta dapat membuat konsumen berbelanja lebih efisien. Apabila konsumen tidak mengetahui kualitas produk yang dibeli, konsumen akan merasakan resiko yang tinggi dalam pembelian. Melalui kepercayaan kepada nama merek yang memiliki reputasi bisa menjadi cara efektif untuk mengurangi resiko tidak efisien.
Penetapan Sebuah Merek
Penetapan sebuah merek menurut Kotler dan Amstrong (2012) memiliki sebuah kegunaan, yaitu:
- Merek membantu konsumen untuk mengenali produk
- Merek menyatakan sebuah kualitas dan konsistensi Pembeli dengan pemilihan sebuah produk dengan merek-merek yang sama tentu mereka tahu bahwa akan mendapat fitur, manfaat dan kualitas yang sama ketika membeli produk tersebut.
- Merek dapat memberikan perlindungan hukum bagi fitur produk tertentu yang tidak bisa ditiru oleh pesaing
- Merek dapat menentukan segmen pasar yang dituju, sehingga memudahkan penjual dalam menentukan segmen
Mengapa Merek Sangat Penting dalam Dunia Bisnis?
Merek memiliki peran yang sangat vital dalam dunia bisnis modern. Tidak hanya sekadar sebuah nama atau simbol, merek mencerminkan identitas dari pembuat atau penjual produk dan jasa. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi mengapa merek begitu penting dalam lingkungan bisnis saat ini.
- Mengenali Produk
Salah satu manfaat utama dari merek adalah membantu konsumen mengidentifikasi produk tertentu di pasar yang begitu penuh dengan berbagai pilihan. Dalam tengah keramaian pasar, merek menjadi pemandu yang memandu konsumen menuju produk yang mereka percayai dan kenal. - Kualitas dan Konsistensi
Merek mencerminkan kualitas dan konsistensi produk. Konsumen yang setia pada suatu merek memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mengandalkan fitur, manfaat, dan kualitas yang konsisten dari produk tersebut. Ini menciptakan rasa kepercayaan yang kuat antara merek dan konsumen. - Perlindungan Hukum
Aspek yang sering diabaikan tetapi sangat penting dari merek adalah perlindungan hukum yang diberikannya. Merek yang didaftarkan secara sah memiliki hak hukum untuk melindungi fitur-fitur unik produknya dari peniruan atau penyalahgunaan oleh pesaing. Ini memberikan keamanan tambahan bagi perusahaan dalam menjaga keunggulan kompetitifnya. - Penentuan Segmen Pasar
Merek yang kuat tidak hanya membantu perusahaan dalam membedakan diri dari pesaing, tetapi juga membantu dalam menentukan dan memperluas segmen pasar yang dituju. Dengan membangun merek yang sesuai dengan identitas target pasar, perusahaan dapat menarik konsumen potensial yang relevan dan memperluas jangkauan bisnisnya.
Membangun Merek yang Efektif
Merek bukan hanya sekadar nama atau logo; ia adalah identitas sebuah bisnis. Dalam dunia bisnis yang kompetitif saat ini, menciptakan merek yang kuat dan menarik bagi konsumen menjadi kunci keberhasilan. Namun, apa saja faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan merek yang efektif? Mari kita jelajahi beberapa faktor kunci yang dapat membantu membangun merek yang berhasil.
- Manfaat dan Kualitas
Merek yang efektif harus mencerminkan manfaat dan kualitas produk. Nama merek yang dipilih harus memberikan gambaran yang jelas kepada konsumen tentang apa yang dapat mereka harapkan dari produk tersebut. Ini membantu membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap merek. - Mudah diucapkan dan Diingat
Nama merek yang mudah diucapkan dan diingat akan lebih berhasil menempatkan produk di benak konsumen. Ketika konsumen dapat dengan mudah menyebut dan mengingat merek, mereka cenderung lebih mungkin untuk memilihnya di antara opsi lain di pasar. - Unik
Kunci keberhasilan sebuah merek adalah keunikan. Nama merek harus berbeda dan tidak bingung dengan merek lain di pasar yang sama. Ini membantu merek untuk menonjol dan menarik perhatian konsumen di tengah keramaian pasar yang ramai. - Dapat Diperluas
Sebuah merek yang sukses harus dapat diperluas ke kategori produk lain tanpa kehilangan identitasnya. Ini memungkinkan perusahaan untuk memperluas portofolio produknya tanpa kehilangan daya tarik merek yang sudah dibangun. - Dapat Diterjemahkan
Dalam era globalisasi, penting bahwa nama merek dapat dengan mudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ini memungkinkan merek untuk menjangkau pasar internasional dengan lebih efektif dan mengkomunikasikan pesan merek secara konsisten di seluruh dunia. - Perlindungan Hukum
Aspek yang tidak kalah penting adalah perlindungan hukum. Merek harus dapat didaftarkan secara legal dan dilindungi oleh hukum untuk mencegah penyalahgunaan oleh pihak lain. Perlindungan hukum memberikan keamanan tambahan bagi perusahaan dalam mempertahankan mereknya dari pelanggaran dan peniruan.
Kesimpulan
Merek memegang peran penting dalam dunia bisnis modern, tidak hanya sebagai nama atau logo, tetapi sebagai identitas sebuah perusahaan. Dalam artikel ini, kita telah membahas beberapa faktor kunci yang diperlukan untuk penetapan merek yang efektif.
Merek yang kuat memungkinkan konsumen untuk mengenali produk dengan mudah di pasar yang ramai. Hal ini dicapai dengan mencerminkan kualitas dan manfaat produk, serta dengan memilih nama yang mudah diucapkan dan diingat. Keunikan merek juga menjadi faktor penting untuk menonjol di tengah persaingan pasar.
Selain itu, kemampuan merek untuk diperluas ke berbagai kategori produk dan diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa merupakan aspek penting dalam era globalisasi. Perlindungan hukum juga tidak boleh diabaikan, karena memberikan keamanan bagi perusahaan dari penyalahgunaan oleh pihak lain.
Dengan memperhatikan faktor-faktor ini, perusahaan dapat membangun merek yang kuat dan menarik bagi konsumen. Merek yang berhasil tidak hanya menciptakan identitas yang kuat bagi bisnis, tetapi juga menjadi aset yang tak ternilai dalam meningkatkan nilai dan daya saing perusahaan di pasar yang semakin kompetitif.
Referensi
- Aaker, D. A. (1991). Managing brand equity: Capitalizing on the value of a brand name. Free Press.
- Kotler, P. (2000). Marketing management (Millennium Edition). Prentice Hall.
- Tjiptono, F. (1995). Strategi pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.


Lihat Komentar (1)
artikelnya bagus mas, pembahasannya sangat lengkap