Stasiun kerja mandiri berarti sebuah stasiun kerja tunggal yang terdiri dari 1 mesin dan 1 operator. Banyak industri yang merancang stasiun kerja yang tidak baik sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas pekerja dan kecelakaan kerja yang harusnya bisa dihindari di area kerja (Das & Sengupta, 1996). Menurut Das dan Sengupta (1996) dalam menentukan rancangan stasiun kerja, hal-hal yang harus diperhatikan adalah populasi antropometri, posisi kerja, ketinggian kerja, area kerja normal dan area kerja maksimal, lateral clearance, dan persyaratan visual. Dengan perancangan stasiun kerja yang baik akan dihasilkan produktivitas yang lebih besar melalui optimalisasi efisiensi dengan biaya manusia yang minimum (Das dan Behara, 1955)
Hasil dari ilmu ergonomi dan perancangan stasiun kerja adalah layout stasiun kerja, dan layout stasiun kerja menentukan keseluruhan luas ruang yang dibutuhkan. Hubungan antara perancangan stasiun kerja dengan ilmu ergonomi dinyatakan dalam aturan: rancang pekerjaan atau stasiun kerja sehingga sesuai dengan pekerjanya dibandingkan dengan memaksa fisik atau mental pekerja untuk disesuaikan dengan pekerjaannya. Dalam perancangan stasiun kerja, informasi yang harus disertakan adalah: meja kerja, mesin, fasilitas kerja, peralatan kerja, material yang masuk stasiun kerja, material yang keluar dari stasiun kerja, ruang operator, akses untuk peralatan kerja, penempatan barang reject dan waste, dan skala gambar rancangan, (Stephens dan Meyers, 2013). Contoh perancangan stasiun kerja dapat dilihat pada Gambar 1. dan Gambar 2
Perancangan stasiun kerja dengan metode lama (Gambar 2.1.) menunjukkan bahwa rancangan stasiun kerja terfokus pada area depan operator. Alat bantu yang digunakan diletakkan dalam jangkauan operator untuk memudahkan operator mengambil dan menggunakan alat-alat tersebut. Area allen wrench dan hinge pins diletakkan dalam posisi miring untuk memudahkan operator menjangkau alat dan material bantu tersebut. Area untuk barang jadi diletakkan dalam jangkauan pada sisi kanan operator agar tidak memenuhi meja kerja sehingga operator dapat tetap bekerja dengan nyaman dan leluasa. Luas area yang dibutuhkan untuk stasiun kerja yang dirancang tersebut adalah 1.152” atau
±7.432 cm2 (1”=2,54 cm) dari hasil perhitungan sisi panjang dan lebar area kerja (tidak termasuk operator dan kontainer unit jadi). Sedangkan pada Gambar 2.2. perancangan stasiun kerja juga memperhatikan sisi samping operator sebagai area masuk dan keluarnya material/part dan mesin punch press ditata di depan operator. Luas area untuk operator adalah 11.148 cm2 dan area material masuk dan keluar masing-masing 14.865 cm2. Total luas area yang dibutuhkan dalam perancangan tersebut adalah ±81.755 cm2 (1’ = 30,48 cm).

