Reseller menjual layanan atau aset material yang sebelumnya mereka beli sendiri. Area khas untuk dijual kembali adalah web hosting atau industri ponsel. Pada prinsipnya, setiap operator toko online yang tidak menawarkan produk atau layanannya sendiri adalah pengecer. RESELLER Dari kata dasarnya saja Re = mengulang, dan Sell = menjual yang dapat diartikan menjadi Menjual Kembali, dan -er yang memiliki arti perlakunya. Nah dari mengartikan kata-kata itu saja kita sudah dapat menyimpulkan bahwa RESELLER berarti orang / pelaku yang menjual kembali dengan adanya produk fisik di tangan agen tersebut.
Reseller adalah seseorang atau entitas yang membeli produk atau layanan dari pemasok atau produsen, lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir dengan harga yang ditentukan sendiri. Mereka biasanya tidak mengubah produk atau layanan tersebut secara substansial sebelum menjualnya kembali. Istilah ini umumnya digunakan dalam konteks bisnis seperti web hosting, industri ponsel, dan banyak lagi. Reseller dapat menjadi bagian penting dari rantai pasokan dalam banyak industri, memberikan akses kepada konsumen akhir dengan berbagai produk dan layanan yang mungkin tidak mereka dapatkan langsung dari produsen.
Bagaimana Cara Kerja Reselling?
Pada prinsipnya, menjual kembali adalah cara sederhana untuk menjadi pengecer dengan sedikit usaha. Reseller biasanya membeli kontingen tetap produk atau jasa perusahaan pada kondisi yang menguntungkan dan menjualnya kembali atas nama mereka sendiri atau di platform mereka sendiri. Jumlah margin mereka biasanya tergantung pada kuota yang dibeli atau pada volume penjualan.
Reseller juga dapat bekerja berdasarkan komisi. Namun, kemudian selektivitas ke afiliasi lebih rendah. Drop-pengiriman juga populer dengan reseller. Pengecer tidak harus menyimpan stok mereka sendiri, tetapi meneruskan pesanan di toko online mereka langsung ke produsen, yang kemudian mengirimkan barang.
Sebuah bentuk khusus dari reseller adalah apa yang disebut VAR, Value Added Reseller. Ini bukan hanya menjual kembali barang, tetapi menambahkan nilai tambah khusus untuk pelanggan. Misalnya, ada pengecer yang menawarkan ponsel sebagai bundel khusus dengan tablet dengan harga yang lebih menarik.
Cara kerja reselling dapat bervariasi tergantung pada jenis produk atau layanan yang dijual kembali dan model bisnis yang digunakan oleh reseller tersebut. Namun, secara umum, berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses reselling:
- Pemilihan Produk atau Layanan, Reseller memilih produk atau layanan yang ingin mereka jual kembali. Ini bisa berupa barang fisik seperti pakaian, perangkat elektronik, atau produk digital seperti layanan web hosting atau perangkat lunak.
- Pencarian Pemasok, Reseller mencari pemasok yang menyediakan produk atau layanan yang mereka inginkan untuk dijual kembali. Pemasok ini bisa berupa produsen langsung, distributor grosir, atau bahkan reseller lain yang menjual produk dengan harga yang kompetitif.
- Pembelian Produk atau Layanan, Reseller membeli produk atau layanan dari pemasok dengan harga grosir atau harga khusus yang disepakati. Jumlah yang dibeli biasanya akan ditentukan oleh perkiraan permintaan dari konsumen akhir dan kemampuan reseller untuk menyimpan atau mengelola inventaris.
- Penentuan Harga, Reseller menentukan harga jual untuk produk atau layanan mereka. Harga ini biasanya mencakup biaya pembelian, margin keuntungan, serta biaya operasional dan pengelolaan bisnis.
- Pemasaran dan Penjualan, Reseller memasarkan produk atau layanan mereka kepada konsumen potensial. Ini bisa dilakukan melalui berbagai saluran seperti toko online, platform e-commerce, media sosial, atau toko fisik jika ada. Setelah ada pesanan, reseller mengelola transaksi penjualan, termasuk pembayaran, pengiriman, dan layanan pelanggan.
- Pengelolaan Inventaris, Reseller harus mengelola inventaris mereka dengan baik, memastikan bahwa mereka memiliki stok yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan tetapi juga menghindari overstocking yang dapat mengakibatkan kerugian.
- Pemeliharaan Hubungan dengan Pelanggan dan Pemasok, Reseller juga harus memelihara hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok mereka. Ini termasuk memberikan layanan pelanggan yang baik, menangani keluhan atau masalah dengan cepat, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan pemasok untuk memastikan kelangsungan pasokan produk atau layanan.
Proses reselling ini membutuhkan perencanaan yang baik, pemahaman yang kuat tentang pasar dan produk, serta keterampilan dalam manajemen bisnis dan pemasaran.
Area Populer Untuk Dijual Kembali
Pengecer Domain: Di Internet, pengecer domain sangat umum. Mereka menawarkan domain kepada pelanggan dengan kondisi yang menguntungkan, yang pada akhirnya dikelola oleh host web besar.
Pengecer pakaian: pada prinsipnya, setiap toko pakaian online yang tidak dijalankan secara drop-pengiriman adalah pengecer. Toko-toko ini menjual produk-produk dari merek-merek utama di toko mereka sendiri dan seringkali dapat menentukan harga dan iklan online untuk mereka sendiri.
Reseller untuk tarif seluler: Kontrak telepon seluler juga merupakan produk penjualan kembali yang populer di jaringan, karena tidak memerlukan gudang atau investasi besar.
Area populer untuk melakukan reselling meliputi:
- Pengecer Domain, Bisnis penjualan domain sangat umum di internet. Reseller domain ini membeli domain dari registrar besar dan menjualnya kembali kepada pelanggan dengan harga yang mungkin lebih tinggi, seringkali dengan tambahan layanan seperti hosting web.
- Pengecer Pakaian, Toko online yang menjual pakaian dari merek-merek terkenal dan tidak menggunakan model drop-shipping juga dapat dianggap sebagai reseller. Mereka membeli stok pakaian dari pemasok atau distributor dan menjualnya kembali kepada konsumen dengan harga yang ditentukan sendiri.
- Reseller untuk Tarif Seluler, Reseller juga dapat menjual kembali paket dan kontrak telepon seluler. Mereka bisa bekerja sama dengan operator jaringan besar untuk memperoleh paket tarif yang kompetitif, lalu menjualnya kepada konsumen dengan harga yang mungkin lebih menarik atau dengan tambahan layanan.
Selain itu, masih banyak lagi area bisnis lain yang bisa menjadi objek reselling, seperti perangkat elektronik, perangkat lunak, layanan web hosting, layanan cloud, produk digital, dan banyak lagi. Yang penting dalam reselling adalah memiliki pengetahuan yang baik tentang produk atau layanan yang dijual, memahami pasar target, dan memiliki strategi pemasaran yang efektif.
Pengecer vs Afiliasi
Pengecer dan afiliasi sering tidak dapat dibedakan dengan jelas. Meskipun afiliasi biasanya hanya merujuk ke situs web lain, pengecer harus menyediakan infrastruktur sendiri untuk pengiriman, pemesanan, dan pembayaran. Karena alasan ini, penghasilan afiliasi diselesaikan melalui komisi atau BPK atau CPO, sementara pengecer menjalankan bisnis mereka sendiri. Meskipun pengecer dan afiliasi seringkali terlibat dalam pemasaran dan penjualan produk atau layanan, ada perbedaan penting antara keduanya.
Pengecer adalah bisnis atau individu yang membeli produk atau layanan dari pemasok atau produsen, lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir dengan harga yang ditentukan sendiri. Pengecer harus menyediakan infrastruktur sendiri untuk pengiriman, pemesanan, dan pembayaran. Mereka bertanggung jawab atas semua aspek operasional bisnis mereka, termasuk manajemen inventaris, layanan pelanggan, dan pemrosesan pesanan. Keuntungan pengecer biasanya berasal dari selisih antara harga grosir produk atau layanan dan harga jual kepada konsumen.
Di sisi lain, afiliasi adalah individu atau entitas yang memasarkan produk atau layanan dari orang lain (biasanya produsen atau pengecer) melalui saluran online seperti situs web, blog, atau media sosial. Afiliasi mempromosikan produk atau layanan tersebut kepada audiens mereka sendiri dan menerima komisi atau imbalan lainnya ketika transaksi berhasil dilakukan melalui tautan afiliasi mereka. Afiliasi tidak perlu menyediakan infrastruktur untuk pengiriman, pemesanan, atau pembayaran karena semua itu ditangani oleh pemilik produk atau layanan.
Jadi, perbedaan utama antara pengecer dan afiliasi adalah bahwa pengecer menjalankan bisnis sendiri dan bertanggung jawab atas semua aspek operasional, sementara afiliasi fokus pada pemasaran dan promosi produk atau layanan orang lain dan menerima imbalan berdasarkan kinerja.
Menjual kembali vs Waralaba
Dalam waralaba, kontraktor berkomitmen sendiri dalam kontrak mereka sendiri untuk memperbaiki aturan tentang penjualan suatu produk atau layanan dari merek tertentu. Mereka mewakili merek ini dalam bisnis mereka sendiri. Aturan untuk dijual kembali, di sisi lain, lebih bervariasi. Misalnya, pengecer hanya dapat berkonsentrasi pada penjualan merek tertentu di satu sisi dan membangun bisnis mereka sebagai mereknya sendiri di sisi lain.
Meskipun keduanya melibatkan kerjasama dengan merek tertentu, terdapat perbedaan mendasar dalam model bisnis dan keterlibatan kontraktor atau pemilik bisnis. Berikut adalah perbedaan antara penjualan kembali dan waralaba:
Penjualan Kembali (Reselling)
- Reseller adalah individu atau bisnis yang membeli produk atau layanan dari pemasok atau produsen, lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir.
- Reseller dapat memilih produk atau layanan dari berbagai merek dan perusahaan, tidak terikat pada satu merek tertentu.
- Mereka tidak memiliki kewajiban kontrak formal dengan merek atau perusahaan produsen. Mereka beroperasi secara independen dan bertanggung jawab atas aspek operasional bisnis mereka sendiri.
- Reseller memiliki fleksibilitas untuk menentukan harga, strategi pemasaran, dan infrastruktur bisnis mereka sendiri.
Waralaba (Franchising)
- Waralaba melibatkan kemitraan formal antara pemilik merek (franchisor) dan pemilik bisnis independen (franchisee).
- Franchisee membayar biaya awal dan royalti berkelanjutan kepada franchisor untuk menggunakan merek, sistem operasional, dan dukungan merek.
- Franchisee diharapkan untuk mengikuti pedoman operasional yang telah ditetapkan oleh franchisor, termasuk standar kualitas, prosedur operasional, dan strategi pemasaran.
- Waralaba memberikan kesempatan kepada franchisee untuk menjalankan bisnis dengan dukungan merek yang sudah dikenal dan sistem yang terbukti berhasil, namun dengan keterbatasan dalam fleksibilitas operasional.
Jadi, sementara penjualan kembali memberi reseller fleksibilitas untuk memilih produk atau layanan dari berbagai merek tanpa keterlibatan kontrak formal, waralaba melibatkan kemitraan formal dengan merek tertentu, dengan kewajiban dan panduan operasional yang telah ditetapkan oleh franchisor.
Kesimpulan
Reseller adalah individu atau entitas yang membeli produk atau layanan dari pemasok atau produsen, lalu menjualnya kembali kepada konsumen akhir dengan harga yang ditentukan sendiri. Mereka biasanya beroperasi dalam berbagai industri, termasuk web hosting, industri ponsel, pakaian, dan banyak lagi. Proses reselling melibatkan pemilihan produk, pencarian pemasok, pembelian, penentuan harga, pemasaran, penjualan, pengelolaan inventaris, dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan dan pemasok. Area populer untuk reselling meliputi pengecer domain, pengecer pakaian, dan reseller untuk tarif seluler. Perbedaan utama antara pengecer dan afiliasi adalah bahwa pengecer menjalankan bisnis sendiri, sementara afiliasi fokus pada pemasaran produk atau layanan orang lain. Sementara itu, perbedaan antara penjualan kembali dan waralaba terletak pada kemitraan formal dengan merek dan fleksibilitas operasional.
Sumber Bacaan
“Rahasia Sukses Menjadi Reseller Online: Panduan Lengkap Membangun Bisnis Online Tanpa Modal Besar” oleh Ika Rahmawati (2023) – Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
“Reseller Cerdas: Panduan Sukses Menjadi Reseller Tanpa Modal Besar” oleh M. Syarif (2023) – Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
“Reseller Pemula: Panduan Lengkap Memulai Bisnis Online Tanpa Modal Besar” oleh Tim Gramedia Pustaka Utama (2022) – Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

