Tips Memilih Software Open Source Enterprise Resource Planning untuk Bisnis


Tips Memilih Aplikasi ERP Open Source

Dalam lingkungan implementasi ERP, pilihan pada system opensource sering menimbulkan pro dan kontra. Beberapa penyebabnya antara lain

  1. Pengguna opensource reatif sedikit dan hanya sidikit dari para pengguna tersebut mampu dan tertarik untuk mengembangkan system
  2. Kebutuhan untuk industri yang berbeda-beda juga sangat bervariasi. System yang mencoba memenuhi semua kebutuhan tersebut biasanya menjadi sangat kompleks.
  3. Pada beberapa Negara, ada peraturan-peraturan khusus untuk proses control, akuntansi dan antarmuka dengan otoritas pubik, antarmuka dengan bank dan terjemahan bahasa tertentu, kika yang menerapkan system ini adalah perusahaan multinasional, maka system tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan si semua Negara tempat perusahaan tersebut beroperasi.
  4. Perusahaan membutuhkan dukungan, pengembangan dan pelatihan yang andal untuk system yang kritis bagi perusahaan, dan beberapa system belum siap untuk mengatasi tantangan tersebut.
  5. Selain biaya lisensi, biaya kostumisasi dan pemeliharaan juga merupakan salah satu komponen biaya yang besar
  6. Organisasi harus berhati-hati atas berbagai isu lisensi dari aspek legal
  7. Vendor-vendor terkemuka tidak begitu tertarik dengan system ERP yang bersifat open source
  8. Reputasi dan tingkat kepedulian terhadap user yang rendah karena keterbatasan kemampuan pemasaran
  9. Sistem Open Source lebih mudah diterima di kalangan tehnikal disbanding dengan kalangan komunitas bisnis
  10. Suit mencari referensi konsumennya karena mereka tidak ingin terganggu dengan besarnya komunitas yang tertarik pada open source
  11. Dokumentasi yang tersedia mungkin saja kurang lengkap atau belum di perbaharui.

Beberapa opini yang mendukung pilihan terhadap open source antara lain.

     
  • Akses langsung terhadap kode program membuat system lebih mudah di kostumisasi
  • Proses pengembangan dan daftar kesalahan atau kekurangan transparan terhadap pengguna
  • Fungsionalitas tertentu dapat dikostumisasi dan hasilnya dapat digunakan bersama secara terintegrasi dengan versi aslinya, sehingga munculnya fungsionalitas baru benar-benar ditentukan oleh pengguna system yang sebenarnya bukan karena strategi pemasaran. Hal ini akan memicu komunikasi langsung antara pengguna dengan pengembang system
  • Pengembangan software yang kontinu mengakibatkan konsolidasi pada pasar software ERP. Konsumen dapat berperan aktif mengikuti stategi vendor atau berpindah ke jalur produk baru.
  • Terlepas dari strategi vendor ERP, sehingga mengurangi dampak vendor lock-in (keterbatasan pengembangan system bergantung pada vendor tertentu).

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

6 + 2 =