Pemanfaatan Digital Marketing oleh Pelaku UMKM


Pemanfaatan Digital Marketing oleh Pelaku UMKM

Media sosial berpotensi untuk membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya (Stelzner, 2012).Media sosial didefinisikan sebagai sekelompok aplikasi berbasis internet yang menciptakan fondasi ideologi dan teknologi dari Web 2.0 yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user generated content (Stockdale, Ahmed, & Scheepers, 2012). Aplikasi media sosial tersedia mulai dari pesan instan hingga situs jejaring sosial yang menawarkan pengguna untuk  berinteraksi, berhubungan, dan berkomunikasi satu sama lain. Aplikasi-aplikasi ini bermaksud untuk menginisiasi dan mengedarkan informasi online tentang pengalaman pengguna dalam mengonsumsi produk atau merek, dengan tujuan utama meraih (engage) masyarakat. Dalam konteks bisnis, people engagement dapat mengarah kepada penciptaan profit.

Wardhana (2015) menemukan bahwa strategi digital marketing berpengaruh hingga 78% terhadap keunggulan bersaing UMKM dalam memasarkan produknya. Strategi tersebut terdiri dari:

     
  1. Ketersediaan informasi produk dan panduan produk;
  2. Ketersediaan gambar-gambar seperti foto atau ilustrasi produk;
  3. Ketersediaan video yang mampu memvisualisasikan produk atau menampilkan presentasi pendukung;
  4. Ketersediaan lampiran dokumendokumen yang berisi informasi dalam berbagai format;
  5. Ketersediaan komunikasi online dengan pengusaha;
  6. Ketersediaan alat transaksi dan variasi media pembayaran;
  7. Ketersediaan bantuan dan layanan konsumen;
  8. Ketersediaan dukungan opini online;
  9. Ketersediaan tampilan testimonial;
  10. Ketersediaan catatan pengunjung;
  11. Ketersediaan penawaran khusus;
  12. Ketersediaan sajian informasi terbaru melalui SMS-blog;
  13. Kemudahan pencarian produk;
  14. Kemampuan menciptakan visibilitas dan kesadaran merek;
  15. Kemampuan mengidentifikasi dan menarik pelanggan baru;
  16. Kemampuan penguatan citra merek yang diterima oleh konsumen.

Pemanfaatan digital marketing memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

  • Target bisa diatur sesuai demografi, domisili, gaya hidup, dan bahkan kebiasaan;
  • Hasil cepat terlihat sehingga pemasar dapat melakukan tindakan koreksi atau perubahan apabila dirasa ada yang tidak sesuai;
  • Biaya jauh lebih murah daripada pemasaran konvensional;
  • Jangkauan lebih luas karena tidak terbatas geografis;
  • Dapat diakses kapanpun tidak terbatas waktu;
  • Hasil dapat diukur, misalnya jumlah pengunjung situs, jumlah konsumen yang melakukan pembelian online;
  • Kampanya bisa dipersonalisasi;
  • Bisa melakukan engagement atau meraih konsumen karena komunikasi terjadi secara langsung dan dua arah sehingga pelaku usaha membina relasi dan menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, digital marketing pun memiliki kelemahan, di antaranya:

  • Mudah ditiru oleh pesaing;
  • Dapat disalahgunakan oleh pihakpihak tidak bertanggung jawab;
  • Reputasi menjadi tidak baik ketika ada respon negatif;
  • Belum semua orang menggunakan teknologi internet/digital.

Stockdale, Ahmed, dan Scheepers (2012) berhasil mengidentifikasi business value dari penggunaan media sosial bagi UMKM, seperti:

  • Terciptanya saluran pemasaran yang berkelanjutan;
  • Kenaikan pendapatan jangka pendek dan penjualan jangka panjang;
  • Penurunan biaya advertising hingga 70%;
  • Reduksi dalam biaya pemasaran secara keseluruhan;
  • Terciptanya competitive advantage;
  • Kemudahan promosi lintas platform media sosial;
  • Peningkatan popularitas merek dan produk;
  • Pengenalan organisasi atau perusahaan ke masyarakat.

Sosialisasi strategi digital marketing dalam bentuk pemanfaatan media sosial sangatlah penting karena dapat memberi pengetahuan kepada para pelaku UMKM mengenai cara maupun tahapan dalam memperluas jaringan konsumen melalui pemanfaatan media sosial dalam memasarkan produknya sehingga dapat meningkatkan keunggulan bersaing bagi UMKM itu sendiri.

Perubahan perilaku pemasaran dari konvensional ke digital tidak diimbangi oleh keberadaan pelaku UMKM yang menggunakan digital marketing, padahal UMKM dipercaya mampu memacu perekonomian Indonesia. Pemanfaatan konsep pemasaran berbasis teknologi digital menjadi harapan bagi UMKM untuk berkembang menjadi pusat kekuatan ekonomi. UMKM dapat menggunakan media sosial sebagai sarana digital marketing. Selain biaya yang murah dan tidak perlunya memiliki keahlian khusus dalam melakukan inisiasi awal, media sosial dianggap mampu untuk secara langsung meraih konsumen.

Minimnya pengetahuan pelaku UMKM mengenai digital marketing menginspirasi tim Pengabdian kepada Masyarakat untuk menyampaikan sosialisasi dan memberikan pelatihan mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi ini. Jika pelaku UMKM paham akan pentingnya digital marketing bagi usaha mereka, diharapkan mereka akan termotivasi untuk menggunakan digital marketing sebagai sarana komunikasi dan promosinya, serta dapat mempraktikkannya secara langsung dengan memanfaatkan media sosial.

Dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diperoleh wawasan bahwa sesungguhnya para pelaku UMKM tertarik untuk menggunakan digital marketing dna memanfaatkan media sosial secara optimal, namun mereka menghadapi beberapa kendala. Kendala yang dihadapi contohnya adalah kurangnya pemahaman mengenai pentingnya digital marketing, kurangnya pengetahuan mengenai teknologi informasi dan komunikasi serta cara-cara penggunaan dan pemanfaatan media sosial yang baik, tidak sabar ingin segera mendapat hasil, serta kurangnya pemahaman untuk menciptakan “postingan” yang menarik.

Saran yang dapat disampaikan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat adalah pelatihan-pelatihan semacam ini perlu lebih sering dilaksanakan untuk membangun kesadaran dan pemahaman mengenai digital marketing dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat dan mengelola akun media sosial, materi yang disampaikan disesuaikan dengan kemampuan para peserta, serta adanya evaluasi lanjutan setelah kegiatan guna mengetahui apakah materi yang disampaikan betul-betul dipraktikkan.

Di sisi lain, pelaku UMKM harus menumbuhkan keberanian untuk mencoba hal yang baru, berlaku profesional, dan sabar menunggu hasil sambil terus berkreasi.

Dalam hal digital marketing dengan media sosial, pelaku UMKM sebaiknya:

  1. Membuat akun media sosial untuk usaha yang terpisah dari akun pribadi;
  2. Membuat nama akun yang sederhana, mudah diingat, menjelaskan tentang usahanya, dan memiliki nama yang sama dengan platform media sosial lain yang digunakan;
  3. Post secara berkala dan rutin, disesuaikan dengan “golden moment”;
  4. Usahakan setiap post selalu berkaitan dengan usaha;
  5. Buatlah tanda pagar (hashtag) unik yang mencirikan usaha kita dan gunakan itu di setiap post;
  6. Jawab segala pertanyaan yang ditanyakan oleh follower untuk menandakan bahwa akun aktif.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − = 11