E-commerce Menurut Para Ahli


definisi e-commerce menurut para ahli

Dewasa ini umumnya penjualan secara umum dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal, kegiatan atau elemen yang saling bekerjasama atau yang dihubungkan dengan cara tertentu sehingga memenbetuk suatu kesatuan untuk melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan. Penjualan adalah proses dimana adanya pertemuan antara penjual dengan pembeli, perubahan keputusan pembeli yang dilakukan oleh seorang penjual.

Penjualan juga dapat didefinisikan sebagi salah satu kegiatan dalam perekonomian yang mengakibatkan berpindahnya hak milik dari penjual kepada pembeli yang menerima imbalan tertentu sesuai dengan yang telah disepakati. Salah satu cara mempermudah penjualan adalah dengan menerapkan teknologi informasi pada proses penjualan. Dengan adanya teknologi maka transaksi jual beli menjadi lebih berkembang.

     

Perkembangan teknologi informasi dalam bidang penjualan khususnya penjualan secara online mengalami perkembangan yang sangat pesat. Berdasarkan beberapa kajian penulis terhadap penelitian saat ini dan terdahulu yang membahas tentang penjualan online sejauh pemahaman belum pernah diteliti.

E-commerce

Saat ini, definisi e-commerce yang sudah dijadikan standar Internasional dan yang sudah disepakati bersama, masih belum ada. Namun secara umum kita bisa mengartikan bahwa “e-commerce adalah e-commerce is dynamic set of technologies, applications, and business process that link enterprises, customers, and communities through electronic transactions and elecreonic exchange of goods, servicesm and information” (Baum, 1999).

Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpuang e-commerce atau yang biasa dikenal dengan e-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang menyediakan layanan “get and deliver”.

Secara umum, kita dapat mengklarifikasikan e-commerce menjadi 2 (dua) yaitu:

Business to Business (B2B)

Business to business e-commerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange (EDI). Sistem ini relatif masih sangat mahal dan standar yang digunakan seringkali menyulitkan interkomunikasi atas pelaku bisnis.

Business to Customer (B2C)

Business to Customer e-commerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati pelanggan pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti dengan menggunakan konsep portal.

Keuntungan-Keuntungan E-commerce

Beberapa bentuk keuntungan e-commerce yang didapatkan dari penggunaannya yaitu:

  1. Revenue Stream (aliran pendapatan) baru yang mungkin menjanjikan, yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
  2. Dapat meningkatkan Market Exposure.
  3. Menurunkan tingkat biaya operasional (Operating Cost).
  4. Melebarkan jangkauan perusahaan (Global Reach).
  5. Meningkatkan Customer Loyality.
  6. Meningkatkan Supplier Management.
  7. Memperpendek waktu produksi.
  8. Meningkatka Value Chain (Mata rantai pendapatan).

Baca : Teori Online Shop Menurut Beberapa Ahli

Pengertian E-commerce

Electronic commerce atau selanjutnya disebut E-commerce merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi internet. Pengertian E-commerce itu sendiri adalah suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen, dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektonik. Dengan demikian pada prinsipnya bisnis dengan E-commerce adalah bisnis tanpa warkat paperless trading. (Munir Fuady, 2002)

E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediateries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (computer network)yaitu internet.

Hal ini disebabkan internet merupakan jaringan komputerisasi yang sifatnya sangat global, yakni dapat diakses di seluruh belahan dunia pada waktu yang tak terbatas atau dengan kata lain on-line 24 jam setiap hari tanpa batas. Segala informasi dapat diakses kapanpun, di manapun dan saat apapun, sehingga dengan kecanggihan jaringan komputer hestanto.web.id yang dinamakan internet ini dikreasikan oleh para usahawan dan provider dari internet untuk memanfaatkan lahan ini sebagai ajang komersialisasi, yakni menarik keuntungan sebesar-besarnya. Walaupun dalam hal ini dapat dikatakan klise namun para usahawan maupun provider menyikapinya dengan sangat kreatif yakni berbelanja ataupun melakukan transaksi di dunia maya yang dikenal dengan belanja internet. Berbelanja di dunia maya atau internet inilah yang disebut dengan istilah E-commerce.

Sebagaimana di dalam bukunya Abdul Halim Barkatullah yang dikutip dari kamus Black’s Law Dictionary Seventh Edition, E-commerce didefinisikan :

E-commerce : The practice of buying and selling goods and services trought online consumer service on the internet. The e, a shortened from of electronic, has become a popular prefix for other term associated with electronic transaction.( Ibid., hlm. 12.)

Maksud dari pengertian E-commerce di atas adalah pembelian dan penjualan barang dan jasa dengan menggunakan jasa konsumen online di internet. Model transaksi yang demikian disebut juga dengan electronic transaction.

Terdapat 6 (enam) komponen dalam Kontrak Dagang Elektronik, yaitu: (Mariam Daruz Badrulzaman, Op. Cit, hlm. 284.)

  1. Adanya kontrak dagang
  2. Kontrak tersebut dilaksanakan dengan media elektronik (digital)
  3. Kehadiran fisik para pihak tidak diperlukan
  4. Kontrak terjadi dalam jaringan public
  5. Sistemnya terbuka yaitu dengan internet atau WWW (World Wide Web)
  6. Kontrak terlepas dari batas yuridiksi nasional.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengertian e-commerce adalah pembelian dan penjualan barang, jasa dan informasi dengan menggunakan jasa konsumen melalui jaringan Komputer yang melingkupi internet dan transaksi internal dalam sebuah organisasi. Sehingga e-commerce meliputi segala transaksi elektronik.

Baca : Strategi Optimalisasi App Store (App Store Optimization – ASO)

Sejarah Perkembangan E-commerce

 

Sejarah perkembangan E-commerce di dunia di mulai dari kemunculan internet yang kemudian terus berkembang sehingga timbulah E-commerce.

Pada awalnya, internet merupakan koperasi komputer yang tidak dimiliki siapapun. Internet lahir pada tahun 1969 ketika sebuah kelompok peneliti di Departemen Pertahanan Amerika berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan Universitas California di Santa Barbara. Hubungan ini dilakukan untuk menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain mengenai proyek-proyek pemerintah. Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPAnet- ARPA merupakan singkatan dari Advanced Research Project Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun kemudian, lebih dari lima puluh universitas dan agensi-agensi militer telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian (country) dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara militer dan kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubungkan satu dengan yang lain (interconnected), inilah awal mula dipakai istilah “Internet”.

Perkembangan Teknologi Informasi telah berhasil menciptakan infrastruktur informasi baru. Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi, misalnya dalam hal kenyamanan, kecepatan data, akses 24 jam sehari, efisiensi, alternatif ruang dan pilihan yang tanpa batas, personalisasi, sumber informasi dan teknologi yang potensial dan lain lainnya. Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak transformasional yang menciptakan paradigma baru dalam dunia bisnis berupa ‘Digital Marketing’ Pada awal penerapan e-commerce yang bermula di awal tahun 1970-an dengan adanya inovasi semacam Electronic fund Transfer(EFT). Saat itu penerapan sistem ini masih sangat terbatas pada perusahaan berskala besar, lembaga keuangan pemerintah dan beberapa perusahaan menengah kebawah yang nekat, kemudian berkembang hingga muncullah yang dinamakan EDI ( Electronic Data Interchange). Bermula dari transaksi keuangan ke pemprosesan transaksi lainnya yang membuat perusahaan-perusahaan lain ikut serta, mulai dari lembaga-lembaga keuangan hingga ke manufacturing, ritel, jasa dan lainnya. Kemudian terus berkembang aplikasi-aplikasi lain yang memiliki jangkauan dari trading saham sampai ke sistem reservasi perjalanan. Pada waktu itu sistem tersebut dikenal sebagai aplikasi telekomunikasi. (Ibid)

Awal tahun 1990-an komersialisasi di internet mulai berkembang pesat mencapai jutaan pelanggan, maka muncullah istilah baru Electronic Commerce atau lebih dikenal E-Commerce. Riset center e-Commerce di Texas University menganalisa 2000 perusahaan yang online di internet, sektor yang tumbuh paling cepat adalah E-Commerce, naik sampai 72% dari $99,8 Milyar menjadi $171,5 Milyar. Di tahun 2006 pendapatan di Internet telah mencapai angka triliunan dollar,. Salah satu alasan pesatnya perkembangan bisnis online adalah adanya perkembangan jaringan protokol dan sofware dan tentu saja yang paling mendasar adalah meningkatnya persaingan dan berbagai tekanan bisnis.( Ibid)

Baca : Electronic Business atau E-business Indonesia

Keuntungan dan kerugian E-commerce

Keuntungan

Ada beberapa keuntungan yang dapat diambil dengan adanya ecommerce, yaitu : revenue (aliran pendapatan) baru yang mungkin lebih menjajikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi pasar tradisional, dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar), menurunkan biaya operasional (operating cost), melebarkan jangkauan global reach,meningkatkan loyalitas konsumen consumer loyality, meningkatkan supplier management, memperpendek waktu produksi, meningkatkan mata rantai pendapatan (value chain).

Kerugian

Meskipun e-commerce merupakan sistem yang menguntungkan karena dapat mengurangi biaya transaksi bisnis dan dapat memperbaiki kualitas pelayanan, namun sisitem e-commerce ini beserta semua infrastruktur pendukungnya mudah sekali untuk disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Bisa jadi kesalahan-kesalahan yang mungkin timbul melalui berbagai cara kerusakan hebat yang terjadi pada semua element yang berkaitan dengan sistem. Dari segi pandangan bisnis, penyalahgunaan dari kegagalan sistem yang terjadi terdiri atas :

Kehilangan segi financial secara langsung karena kecurangan, pencurian informasi rahasia yang berharga, kehilangan kesempatan bisnis karena ganguan pelayanan, penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak, kehilangan kepercayaan dari para konsumen, dan kerugiankerugian yang tak terduga.

Jenis-jenis E-commerce

Dalam e-commerce terbagi menjadi tiga jenis model bisnis yang biasanya dilakukan dalam praktek, yaitu :

Bussines to Bussines (B2B)

Merupakan sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis yang mengikatkan dirinya di dalam suatu kegiatan untuk melakukan suatu usaha dengan pihak pebisnis lainnya.

Adapun karakteristik dari bussines to bussines ini adalah :

1) Trading partner yang sudah saling mengetahui diatara mereka terjalin hubungan yang cukup lama. Pertukaran informasi hanya terjadi diantara mereka dan karena mereka telah saling mengenal, maka pertukaran informasi dilakukan atas dasar kebutuhan.

2) Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati. Sehingga servis yang dilakukan antara kedua sistem tersebut sama dan menggunakan standar yang sama pula.

3) Salah satu pelaku tidak harus menunggu partner mereka lainnya untuk mengirim data.

4) Model yang umum digunakan adalah model peer to peer, dimana processing intelligent dapat di distribusikan di kedua pelaku bisnis.

Baca : Definisi B2B Marketing (Bisnis ke Bisnis)

Bussines to consumer (B2C)

Berbeda dengan bussines to bussines, banyak cara digunakan untuk melakukan pendekatan dengan pihak konsumen, antara lain dengan mekanisme toko online electronic shopping mall atau bisa juga menggunakan sistem portal. Toko online memanfaatkan website untuk menjajakan produk dan jasa pelayanannya. Para penjual menyediakan semacam storefront yang berisikan catalog produk dan pelayanan yang diberikan. Para pembeli bisa melihat-lihat barang apa saja yang akan dibeli dan pembeli dapat melakukan kapan saja tanpa dibatasi jam buka took.

Adapun karakteristiknya adalah :

1) Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan secara umum

2) Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga mekanismenya dapat digunakan orang banyak.

3) Servis yang diberikan adalah berdasarkan permintaan, konsumen berinisiatif sedangkan produsen harus siap memberikan respon atau tanggapan terhadap konsumen tersebut.

4) Sering dilakukan sistem pendekatan client-server, dimana konsumen dipihak client menggunakan sistem yang minimal dan penyedia barang atau jasa berada pada pihak server.

Pihak-pihak dalam ecommerce contract ini adalah e-mercant yang menawarkan suatu produk atau jasa kepada pihak e-costumer yang menggunakan atau membeli barang atau jasa yang ditawarkan. E-commerce merupakan tempat berlangsungnya komunikasi dan sekaligus sebagai tempat berlangsungnya penyerahan media tersebut.

Prinsip utama dari perlindungan konsumen dalam transaksi B2B tersebut adalah :

1) Konsumen yang ikut serta dalam transaksi e-commerce haruslah mendapatkan perlindungan yang transparan dan efektif yang sifatnya tidak boleh lebih rendah dari perlindungan terhadap perdagangan di luar e-commerce.

2) Pebisnis yang masuk di dalam perdagangan elektronik harus memperhatikan kepentingan konsumen yang bertindak berdasarkan usaha bisnis, pemasaran, dan iklan yang adil.

Consumer to consumer (C2C)

Transaksi bisnis pada consumer to consumer dilakukan antar konsumen secara online untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu dan terjadi pada saat tertentu. Model transaksi ini lebih khusus karena transaksi ini dilakukan antar konsumen dengan bertukar informasi atas suatu barang dan jasa. Informasi ini dapat tersebar luas melalui komunitas-komunitas tertentu, misalnya komunitas fotografi.

Dalam informasi bisni yang berlangsung di dalam ecomerce seharusnya menyediakan informasi yang akurat, jelas, dan dapat mudah diakses, misalnya:

1) Identifikasi dari bisnis tersebut

2) Komunikasi yang efektif, tepat waktu, mudah dan efektif antara konsumen dan pengusaha

3) Penyelesaian masalah yang tepat dan efektif

4) Proses pelayanan hukum yang baik

5) Domisili hukum pengusaha yang jelas.

 

Literasi E-commerce

Munir Fuady, 2002, Pengantar Hukum Bisnis, menata bisnis modern di era global, Bandung, PT. Citra Aditya.

Onno W Purbo dan Aang Arif Wahyudi, 2001, Mengenal E-commerce, Jakarta, PT Elek Media Komputindo.

Abdul Halim Barkatullah dan Teguh Prasetyo, 2005, Bisnis E-commerce (Studi Sistem Keamanan dan Hukum Indonesia), Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Mariam Darus Badrulzaman, 2006, Kitab Udang-undang Hukum Perdata Buku III Tentang Hukum Perikatan Dengan Penjelasan, Bandung, Alumni.

 

 

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 1