Kepercayaan Terhadap Teknologi Informasi Baru


Kepercayaan Terhadap Teknologi Informasi Baru

Suatu organisasi/ perusahaan membutuhkan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan sistem perusahaan, memudahkan bagi karyawan dalam melaksanakan peningkatan kinerja. Disinilah dibutuhkanya suatu kepercayaan terhadap sistem informasi baru bagi pemakai. Kegunaan sistem informasi baru di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Kepercayaan individu dalam sebuah organisasi kepada teknologi informasi akan memudahkan tugas maupun pekerjaannya. Seperti dalam urusan keuangan sampai dengan urusan paperworks (manajemen dokumentasi).

Kepercayaan adalah sesuatu yang diberikan karena adanya rasa percaya. Ada dua konseptualisasi yang dominan mengenai rasa percaya, yaitu: (1) rasa percaya sebagai afeksi; dan (2) rasa percaya sebagai aspek kognisi. Afeksi berkaitan dengan perasaan dan emosi (Partanto dan Yuwono, 1994). Aspek kognisi merupakan ekspresi non verbal yang berupa keyakinan. Keyakinan pada dasarnya ada dua, yaitu: (1) keyakinan yang berhubungan dengan atribut yang dimiliki oleh suatuobjek; dan (2) keyakinan evaluasi, yaitu keyakinan yang berhubungan dengan manfaat suatu objek.

     

Model konsep kepercayaan lebih banyak dipakai dalam konteks komunikasi (Gerek, 2003 dalam Annisa, 2007). Gerek memusatkan pada suatu konsep keterpaduan dari kepercayaan dalam penggunaan rancang bangun komunikasi internet dimana kepercayaan diperlukan dalam konteks ini. Kepercayaan dipertimbangkan sebagai sesuatu yang utama dapat disampaikan dengan aturan yang spesifik untuk komunikasi. Pada tahun 1948, Cloude E. Shannon (Gerek, 2003) menciptakan teori informasi dan menyatakan bahwa permasalahan pokok dalam komunikasi adalah apakah tiruan pesan antara titik awal mulai akan sama pada titik yang lain pada saat pesan sampai. Dalam hal ini, kepercayaan atas komunikasi diterapkan dalam suatu teknologi sistem informasi baru yang muncul dari pemakai sistem informasi itu diharapkan bisa meningkatkan kinerja individu.

Kebutuhan suatu organisasi/perusahaan terhadap teknologi informasi baru, bisa menumbuhkan kepercayaan tinggi terhadap kinerja karyawan. Yaitu teknologi yang mampu adaptatif terhadap perubahan sehingga hal itu akan menambah kepercayaan individu pengguna teknologi informasi.

Kepercayaan terhadap teknologi sistem-informasi-baru dalam mengevaluasi kinerja individu diperlukan oleh manajemen untuk memastikan bahwa sistem baru yang berbasis komputer dapat digunakan untuk mengendalikan kinerja bawahan. Keberhasilan sistem informasi suatu organisasi bergantung pada bagaimana sistem itu dijalankan, kemudahan sistem itu bagi para pemakainya, dan pemanfaatan teknologi yang digunakan (Goodhue, 1995). Konstruk evaluasi pemakai sendiri merupakan suatu konstruk yang sangat luas dan evaluasi pemakai merupakan suatu evaluasi atau pengukuran tentang sikap dan kepercayaan individu terhadap sesuatu baik barang maupun jasa. Goodhue mengajukan konstruk hubungan kecocokan tugas teknologi untuk dijadikan acuan evaluasi pemakai dalam sistem informasi. Dalam model ini, dinyatakan bahwa pemakai akan memberikan nilai evaluasi yang tinggi (positif). Nilai tinggi ini tidak hanya disebabkan oleh karakteristik sistem yang melekat, tetapi lebih kepada sejauh mana sistem tersebut dipercaya sehingga dapat memenuhi kebutuhan tugas mereka dan sesuai dengan kebutuhan tugas.

Penerapan teknologi dalam sistem informasi organisasi hendaknya mempertimbangkan pemakai sistem teknologi apakah teknologi dapat dimanfaatkan sesuai dengan tugas dan kemampuan pemakai. Tidak jarang ditemukan bahwa teknologi yang diterapkan dalam sistem informasi sering tidak tepat atau tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh individu pemakai sistem informasi. Akibatnya, sistem informasi kurang memberikan manfaat dalam meningkatkan kinerja individu (Irwansyah, 2003).

Pada penelitiannya, Goodhue (1995) menyatakan bahwa jika evaluasi pemakai atas teknologi cocok dengan kemampuan dan tuntutan dalam tugas pemakai, evaluasi ini akan memberikan dorongan kepada pemakai untuk berteknologi. Oleh sebab itu, evaluasi pemakai akan digunakan sebagai alat ukur keberhasilan pelaksanaan dan kualitas jasa sistem informasi yang dihubungkan dengan kecocokan tugas dengan teknologi. Ada dua model yang diajukan oleh Goodhue (1995) yaitu: 1. hubungan karakteristik tugas, teknologi, dan individual kepada evaluasi pemakai dan interaksi karakteristik/hubungan kecocokan tugas/teknologi kepada evaluasi pemakai; 2. hubungan evaluasi pemakai dengan kinerja individual.

Pada penelitian Goodhue (1995), hanya diuji komponen dari tugas, teknologi, dan individual serta interaksi ketiga hal tersebut terhadap dampak evaluasi pemakai tanpa mengukur hubungan evaluasi pemakai terhadap kinerja. Irwansyah (2003) memasukkan variabel kinerja individual dengan hasil evaluasi pemakai yang berhubungan positif signifikan terhadap peningkatan kinerja individual. Peneliti mencoba meneliti tingkat kepercayaan terhadap teknologi informasi baru dalam mengevaluasi kinerja individual dengan tetap menggunakan model Goodhue.

Kepercayaan digambarkan sebagai suatu tindakan kognitif (misalnya, bentuk pendapat atau prediksi bahwa sesuatu akan terjadi atau orang akan berperilaku dalam cara tertentu), afektif (misalnya masalah perasaan) atau konatif (misalnya masalah pilihan atau keinginan) Nazar dan Syahran (2008) dalam Tjini dan Baridwan (2013). Jumaili (2005) menjelaskan bahwa bahwa dengan menambahkan variabel kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru makin meningkatkan kinerja individu. Kesuksesan individu dalam penggunaan pemanfaatan teknologi sistem informasi sangat tergantung pada teknologi itu sendiri dan tingkat keahlian individu yang mengoperasikannya, pemanfaatan teknologi informasi akan berguna hanya jika kebutuhan akan informasi terpenuhi. Kinerja yang dihasilkan oleh faktor kesesuaian tugas teknologi berimplikasi terhadap efisiensi, efektivitas dan kualitas yang lebih tinggi terhadap pemanfaatan teknologi serta implikasi kinerja yang lebih baik pada sistem informasi. Jumaili (2005) menjelaskan bahwa, dengan menambahkan variabel kepercayaan terhadap teknologi sistem informasi baru makin meningkatkan kinerja individu.

Sumber Bacaan 

Goodhue, D.L. 1995. “Understanding User Evaluation of Information System”, Management Science, Desember, 1827 -1844.

Goodhue, D.L, and Thompson, R.L. 1995. Task-Technology Fit and Individual Performance, MIS Quarterly, Juni, 213-236.

Irwansyah. 2003. Evaluasi Pemakai Atas Kecocokan Tugas Teknologi yang Mempunyai kinerja individu. Thesis.Universitas Gadjah Mada.

Jumaili, Salman. 2005. Kepercayaan Terhadap Teknologi Sistem Informasi Baru dalam Evaluasi Kinerja Individual. Kumpulan Materi Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo, 15 – 16 September 2005.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

26 + = 32