Penerapan ERP dengan Kinerja Karyawan


Penerapan ERP dengan Kinerja Karyawan

Kemajuan sistem informasi membuat perusahaan berlomba-lomba untuk menerapkan sistem yang terbaik di perusahaannya. Sistem informasi yang diterapkan oleh perusahaan sebaiknya memenuhi karakteristik yaitu mudah didapatkan dari staf/personel sistem informasi perusahaan, objektif, dan dianggap dapat memberikan dampak dan manfaat pada proses penyelesaian tugas. Secara umum, sistem informasi yang diimplementasikan dalam suatu perusahan seharusnya memudahkan pemakai dalam mengidentifikasi data, mengakses data, dan menginterpretasikan data tersebut. Data dalam sistem informasi tersebut juga seharusnya merupakan data yang terintregasi dari seluruh unit perusahaan (Godhue, 1995; dalam Dinar. K, 2006; dalam Dony, 2008).

Keunggulannya terhadap competitor merupakan salah satu indikator dari kinerja yang baik (Bandi, 2006). Perusahaan akan selalu dihadapkan tantangan untuk senantiasa mengadopsi teknologi baru. ERP merupakan teknologi baru yang menawarkan peluang kepada perusahaan akan diadopsi. Dengan teknologi baru, perusahaan diharapkan akan mampu mencapai tingkat efisiensi sehingga perusahaan unggul dibanding kompetitor lainnya.

     

Sistem yang di terapkan perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi karyawan, sehingga karyawan lebih mudah dalam menyelesaikan tugasnya dan meningkatkan kinerja. Menggunakan sistem baru bukan perkara mudah jika tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang kompeten. Perusahaan akan melakukan pelatihan terhadap karyawannya agar lebih mudah dalam menjalankan sistem yang baru tersebut. Peningkatan kinerja akan didapatkan seiring dengan meningkatnya pengetahuan karyawan akan sistem.

Teknologi ERP ini merupakan suatu solusi yang paling ideal bagi setiap perusahaan yang telah berkembang dengan pesat dan memiliki banyak keunggulan yang dapat membantu lebih meningkatkan performa perusahaan. Namun efektivitas pengaplikasian ERP ini berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Beberapa kesalahan yang tanpa disadari dilakukan oleh pihak perusahaan akan mengurangi efektivitas dari ERP sehingga dapat juga menyebabkan terjadinya kerugian pada perusahaan.

Evaluasi Dampak Penerapan ERP terhadap Kinerja Pengguna

Berdasarkan pembahasan di atas dapat dianalisis secara umum penerapan ERP memberikan dampak yang positif bagi kinerja pengguna. Untuk komponen quantity of work (jumlah pekerjaan yang diselesaikan dalam satu periode tertentu), penerapan sistem ERP memberikan dampak yang positif karena informan menghasilkan kuantitas pekerjaan yang lebih banyak dalam satu periode. Serta dapat memantau pekerjaan yang telah dan belum selesai dengan menggunakan sistem ERP dengan lebih cepat.

Kemudian komponen quality of work (kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan), penerapan ERP memberikan dampak positif karena pekerjaan informan memiliki standar yang jelas dengan menggunakan sistem ERP, sehingga terkait standar pekerjaan memiliki standar yang jelas. Untuk komponen Job knowledge (pengetahuan mengenai pekerjaan dan hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawabnya), penerapan ERP memberikan dampak yang positif karena informasi pekerjaan, standar waktu penyelesaian dan tata cara penyelesaian pekerjaan semua informasinya dimasukkan ke dalam sistem ERP.

Komponen Creativeness (kreativitas untuk menciptakan solusi atas masalah-masalah yang timbul dalam pekerjaan), penerapan ERP memberikan dampak positif bagi informan, karena sistem ERP menyediakan informasi yang lebih lengkap dan cepat. Informasi tersebut berguna bagi informan dalam hal penyelesaian pekerjaan dan membuat keputusan-keputusan yang didasarkan atas informasi yang kualitasnya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan proses yang manual, dimana informasi yang disediakan menjadi lebih terbatas dan membutuhkan proses yang tidak cepat dan efisien. Kemudian untuk komponen Cooperation (kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain), penerapan ERP disimpulkan oleh sebagian informan mempunyai dampak positif karena dapat berinteraksi menggunakan sistem ERP, fitur ERP yang diterapkan dalam perusahaan telah mendukung komunikasi antar fungsi dan unit dalam perusahaan melalui sistem ERP. Sedangkan sebagian informan memberikan pernyataan bahwa sistem ERP memberikan dampak yang negatif terkait kerjasama, karena semua pekerjaan mereka dikelola di sistem ERP dan menghilangkan hubungan dengan fungsi dan unit lain. Dari hasil observasi dan wawancara lebih lanjut ternyata informan tersebut belum memanfaatkan fitur komunikasi yang ada pada sistem ERP. Dalam hal ini sosialisasi atas semua fungsi sistem ERP menjadi sangat penting karena pengguna dapat memaksimalkan semua fungsi yang terkait dengan bidang pekerjaannya.

Kemudian komponen dependability (kesadaran atas suatu penyelesaian pekerjaan yang harus dilakukan), penerapan sistem ERP memberikan dampak yang positif bagi para pengguna sistem ERP, karena meningkatnya tingkat penyelesaian kerja sebagai dampak dari peningkatan proses bisnis dari segi kecepatan proses dan ketepatan proses sehingga pengguna sistem ERP mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan menjadi lebih cepat. Komponen selanjutnya yaitu initiative (kesadaran dan kemauan untuk memperluas tanggung jawab dalam pekerjaan), penerapan sistem ERP memberikan dua dampak terhadap informan yaitu sebagian menyatakan mempunyai inisiatif yang lebih dan sebagian menyatakan tidak mempunyai inisiatif. Informan yang menyatakan mempunyai inisiatif lebih dikarenakan mereka mempunyai waktu penyelesaian kerja yang lebih cepat sehingga dapat berinisiatif mengerjakan pekerjaan selanjutnya, kemudian informan yang menyatakan tidak mempunyai inisiatif karena semua pekerjaan telah dimasukkan ke dalam modul sistem ERP yang mereka gunakan, sehingga merasa tidak perlu inisiatif mengerjakan yang lain. Dari hasil analisis bahwa hal ini bukan merupakan suatu masalah jika semua pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh pengguna telah terakomodasi di sistem ERP.

 

 

Berdasarkan hasil evaluasi terkait dampak dari penerapan sistem ERP terhadap kinerja pengguna dari sistem ERP tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum sistem ERP memberikan dampak yang positf kepada kinerja pengguma. Berdasarkan data dan informasi penerapan ERP memberikan dampak positif pada komponen kinerja Quantity of Work (jumlah pekerjaan yang diselesaikan dalam satu periode tertentu), Quality of Work (kualitas pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan), Job Knowledge (pengetahuan mengenai pekerjaan dan hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawabnya), Creativeness (kreativitas untuk menciptakan solusi atas masalahmasalah yang timbul dalam pekerjaan), Dependability (kesadaran atas suatu penyelesaian pekerjaan yang harus dilakukan), personal qualities (kualitas seorang pekerja yang meliputi kepribadian, kepemimpinan, sikap dalam keseharian dan integritasnya). Komponen diatas secara keseluruhan terdampak positif dengan adanya penggunaan sistem ERP pada perusahaan.

Kemudian untuk komponen Initiative (kesadaran dan kemauan untuk memperluas tanggung jawab dalam pekerjaan) dan komponen Cooperation (kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain), kedua komponen tersebut sebagian informan terdampak positif karena penerapan dan penggunaan sistem ERP dan sebagian informan tidak mendapatkan dampak positif bahkan berkurang karena penerapan dan penggunaan sistem ERP. Untuk komponen Initiative (kesadaran dan kemauan untuk memperluas tanggung jawab dalam pekerjaan), para informan yang menyatakan tidak mendapatkan dampak positif karena penggunaan dan penerapan ERP dapat disimpulkan tidak menjadi masalah selama semua pekerjaan mereka terakomodasi dalam sistem ERP yang diterapkan dan para informan telah menyelesaikan semua tanggung jawab pekerjaan mereka, karena para informan menganggap kurang berinisiatif karena semua pekerjaan mereka ada di sistem ERP yang terapkan. Untuk komponen Cooperation (kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain), para informan yang yang menyatakan tidak mendapatkan dampak positif karena penggunaan dan penerapan ERP dapat disimpulkan bahwa adanya kurang sosialisasi terhadap semua fitur dan fungsi sistem ERP yang dikembangkan pada perusahaan sehingga fitur komunikasi tidak diketahui oleh sebagian informan dan menjadi dasar bahwa mereka kurang bisa berkomunikasi dan berkoordinasi dengan fungsi dan unit lain dengan menggunakan sistem ERP.

Berdasarkan simpulan di atas, dalam penerapan suatu sistem ERP ada beberapa hal yang sangat penting yang menjadi kunci kesuksesan penerapan sistem ERP dan sebaiknya ditingkatkan baik oleh perusahaan maupun pengembang sistem ERP yaitu komitmen manajemen dan pelatihan penggunaan sistem ERP. Komitmen manajemen diperlukan agar sistem ERP yang telah dibangun dan diterapkan dalam perusahaan digunakan secara maksimal secara menyeluruh, sehingga fungsi sistem ERP dapat berjalan dengan semestinya. Kemudian faktor pelatihan menjadi penting karena pengguna mendapatkan informasi bagaimana menggunakan semua fungsi dalam sistem ERP yang ada secara maksimal, sehingga tujuan penerapan sistem ERP yaitu meningkatkan dan memperkuat efektivitas dari sumber daya yang ada dalam perusahaan.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

73 − 69 =