Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management – SCM)


supply chain management

Konsep supply chain yang awalnya mengacu pada aliran material dari sumber asalnya (pemasok) hingga ke perusahaan dan dari perusahaan ke konsumennya. Selain supplay chain, ada juga konsep yang dikenal dengan deman chain, yang digambarkan sebagai proses pengolahan order. Pada akhirnya kedua konsep ini dapat dilebur menjadi satu dan dikenal dengan satu nama, yaitu supply chain.

Definisi supply chain kemudian dikembangkan menjadi sebuah mekanisme aliran material, informasi, pembayaran (uang) dan layanan dari pemasok bahan baku (supplier), ke pabrik produsen produk, kemudian ke gudang penyimpanan produk (warehouse) hingga ke konsumen. Konsep supply chain juga meliputi organisasi dan proses yang membuat dan mengirimkan produk, informasi, dan layanan ke konsumennya. Aktivitas aktivitas yang terlibat pada supplay chain meliputi pengadaan, aliran uang, pengelolahan material, perencanaan dan control produksi, logistic, dan control inventory, serta distribusi dan penyaluran produk.

     

Konsep ini kemudian dikembangkan menjadi sebuah manajemen rantai pemasok (Supplay Chain ManagementSCM) yang mengacu pada perencanaan, organisasi  dan koordinasi semua aktifitas supplay chain. Pada saat ini, istilah SCM mengacu pada system terintergrasi yang mampu mengelola proses supplay chain secara keseluruhan.

Berangkat dari supplay chain, maka kita dapat mempelajari sejauh mana peran teknologi informasi pada implementasi konsep tersebut. Konsep supply chain sendiri telah berkembang dan berevolusi selama 50 tahun terakhir.

Seiring dengan perkembangan teknologi computer serta kompleksitas system supply chain maka akhirnya disadari bahwa aktifitas pada supply chain tidak dapat dikelola secara mandiri per fungsi karena semuanya saling bergantung pada penyediaan material (manajemen Inventory) dan rencana pembelian bahan baku. Sebagai responnya maka munculah konsep Material Requitment Planning (MRP) yang mengintegrasikan antara produksi, pengadaan dan manajemen inventory. Konsep ini akan berjalan lancar jika didukung oleh system berbasis computer.

Konsep MRP kemudian dikembangkan lagi setelah barbagai organisasi menyadari bahwa perencanaan produksi, manajemen inventory dan pengadaan sangat erat kaitannya dengan keuangan dan manajemen sumber daya manusia. Oleh karena itu, kemudian dikenalkan konsep baru sebagai perngembangan dari konsep MRP tersebut yaitu Manufacturing Resource Planning (MRP II) dengan menambahkan manajemen alokasi sumber daya manusia dan keuangan.

Sistem inilah yang kemudian berevolusi menjadi konsep Enerprise Resource Planning (MRP) , yang mengembangkan manajemen pengelolaan meliputi konsumen dan pemasok eksternal dan disebut menjadi extended ERP / SCM

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 87 = 88