Manajemen Inventory, Metode Pemesanan Material Berdasarkan Waktu Tertentu


metode inventory

Metode ini merupakan cara yang paling banyak diterapkan dalam proses pemesanan material atau order. Pemesanan material atau order dilakukan secara periodic sesuai dengan kebutuhan proses produksi. Metode pemesanan dalam waktu tertentu sangat dianjurkan untuk dapat diterapkan, dengan beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh, antara lain penghematan dan pengurangan biaya akibat inventory yang berlebihan, pemakaian ruang di gudang penyimpanan, memudahkan pengontrolan, dan menyederhanakan pekerjaan administrasi.

Pada kenyataannya dalam praktik kita tidak mungkin dapat menghindari kegagalan dalam proses produksi. Kegagalan proses akan berakibat pada kerusakan materialm sehingga kita perlu memikirkan sejumlah part sebagai cadangan (buffer). Oleh karena itu, maka kecuali kebutuhan bersih sesuai dengan kebutuhan produksi netto kita juga perlu menambahkan jumlah cadangan part didalam setiap pemesanan material atau order. Jumlah cadangan ini kemudian kita masukkan kedalam standard inventory. Standar inventory kecuali sebagai cadangan terhadap kerusakan part juga dipakai untuk persediaan jika sewaktu waktu terjadi fluktuasi kenaikan produksi yang tiba-tiba atau untuk menghindari keterlambatan pasokan dan persediaan untuk pemakaian proses produksi di awal bulan.

     

Dalam metode pemesanan material pemesanan material atau order berdasarkan waktu tertentu, kita melakukan proses pemesanan material atau order secara periodic pada tanggal tertentu setiap bulan. Sedangkan jumlah pemesanan material atau order dapat kita perhitaungkan dengan menetapkan standart inventory pada setiap akhir bulan yang direncanakan.

Disamping kita menghitung kebutuhan netto sesuai rencana produksi, kita menambahkan jumlah inventory sebagai cadangan. Penambahan jumlah cadangan yang direncanakan bertujuan untuk persediaan proses produksi awal bulan. Cadangan inventory dapat juga dipergunakan sebagai cadangan jika terjadi kerusakan akibat dari proses produksi ataupun untuk mengantisipasi jika terjadi perubahan kenaikan angka produksi dan faktor-faktor lain yang beresiko terhadap terjadinya kekurangan persediaan material sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya keterlambatan supply material ke lini produksi yang berakibat pada terhentinya proses produksi.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 1