Teori Perpajakan Indonesia : Bagian Pertama Definisi Pajak


Teori Perpajakan Indonesia

Pajak merupakan suatu peristiwa terjadi antara masyarakat dengan negara, dimana setiap orang yang hidup dalam suatu negara harus berurusan dengan pajak. Berarti setiap orang yang berkedudukan pada suatu Negara harus mengerti dan mengetahui segala permasalahan pajak, baik itu mengenai asas-asas pajak, jenis-jenis pajak maupun tata cara pembayaran pajak serta hak dan kewajiban.
Para ahli pajak mendefinisikan pajak yang berbeda-beda. Tapi inti dan tujuannya adalah sama. Secara luas definisi pajak yang dikatakan oleh prof Djaja Diningrat yang tertulis dalam buku S Munawir Perpajakan edisi ke 4 liberti Yogyakarta 1992 halaman 3 adalah :

Pajak sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagaian daripada kekayaan kepada Negara disebabkan suatu keadaan, kejadian dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan-peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan tetapi tidak ada jasa baik dari negara secara langsung, untuk memelihara kesejahteraan umum

     

Dari akhir definisi pajak disebutkan bahwa pembayaran pajak tidak ada jasa balik dari negara secara langsung. Pajak pajak tersebut adalah:

  • Pajak Penghasilan (PPH) adalah pajak yang dikenakan atas suatu penghasilan.
  • Pajak penambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau menyerahkan jasa Kena Pajak (JKP)
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah pajak yang dikenakan atas tanah dan bangunan.
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah Pajak yang dikenakan atas perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.
  • Bea materai adalah pajak yang dikenakan atas dokumen yang bersifat perdata. Misal surat perjanjian, akta-akta notaries, surat berharga (wesel, cek giro) dan sebagainya.

Disamping itu ada pemungutan lain yang dilakukan oleh pemerintah dengan adanya jasa balik yang dapat ditujukan secara langsung, hal ini dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Retribusi adalah pembayaran yang dipungut oleh pemerintah yang dapat dipaksakan karena menggunakan jasa negara secara langsung misalnya : *) Retribusi jasa umum (retribusi parkir, retribusi pasar, retribusi jalan khusus kendaraan tertentu yang bermuatan). *) Retribusi Jasa Usaha (tambak udang, tol). *) Perizinan Royalti (royalty kehutanan, perikanan, pertambangan)
  2. Sumbangan adalah iyuran dipungut oleh pemerintah yang dapat dipaksakan pada golongan tertentu yang bersifat ekonomis dan yuridis. Misalnya: SWP3D Setoran Wajib Pembangunan dan Pemeliharaan Prasarana Daerah khususnya pada pemilik kendaraan bermotor dan sering juga disebut pajak kendaraan. Biasnya dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
  3. Bea terdiri dari bea masuk dan bea keluar. Bea masuk adalah pungutan dilakukan oleh pemerintah terhadap jumlah harga barang yang masuk ke daerah pabean (import) sedangkan yang dimaksud perlindungan adalah pengenaan bea masuk yang cukup tinggi pada barang tertentu yang telah ada dan untuk melindungi produksi di dalam negeri. Bea Keluar adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap jumlah harga barang yang keluar dari daerah pabean (export). Yang dimaksud pengaturan dan perlindungan adalah pengenaan bea keluar yang cuup tinggi pada barang tertentu untuk menjaga persediaan barang dalam negeri atau pengenaan bea keluar 0 (nol) % pada barang tertentu untuk menggalakkan eksport.
  4. Cukai adalah pungutan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap barang tertentu. Barang tertentu tersebut dikenakan cukai yang cukup tinggi dengan tujuan untuk mencegah pola kehidupan rakyat yang tidak sehat, misalnya cukai rokok, cukai minuman beralkohol.

Disisi lain ada pungutan lain yang dilakukan oleh pemerintah pusat tetapi tidak ada jasa balik secara langsung yang dapat ditujukan, tetapi bersifat yuridis dan regulasi (peraturan dan perlindungan) sering juga di sebut pajak.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

52 + = 53