Nilai Produk dikomparasikan antara Biaya Produksi dan Mutu Material

Quality Control suatu hasil produksi

Sebuah Bisnis akan terhenti jika barang hasil produksi tidak laku di pasaran. Alasan kita membeli produk tertentu adalah karena kita mendapatkan kesesuaian pada saat mempertimbangkan kelayakan harga dengan unjuk kerja, daya tahan, desain penamilan, dan faktor  faktor lain dari produk yang akan kita beli. Dengan kata lain, faktor yang sangat berpengaruh terhadap penjualan terletak pada mutu dan biaya produk.
Merupakan konsep yang berlaku secara umum bahwa dengan melakukan perbaikan mutu secara insidential akan menjurus pada terjadinya peningkatan biaya. Dalam kaitan hubungan antara mutu dan biaya kita dapat mengklasifikasikannya ke dalam dua kondisi, yaitu mutu dalam perancangan (merupakan mutu yang ditargetkan sebagai mutu standar produk) dan yang lain adalah mutu manufacturing (mutu untuk penyelarasan).

 Biaya Mutu dan Perancangan
Tahap perancangan mutu produk, kita mengharapkan semua aspek yang diinginkan para konsumen sebagai pemakai dapat merasakan kepuasan sebanding dengan nilai harga beli produk yang telah dikeluarkan.
Dari sini departemen engineering memutuskan spesifikasi dan mutu produk serta menetapkan pemakaian material yang akan digunakan, sebagai bahan baku produk.
Perbakan mutu biasanya memerlukan peningkatan biaya, oleh karena itu, harga produk yang akan dibayar oleh para pelanggaan pemakai akan dinaikkan sejauh mutu produk perencanaan diperbaiki. Namun demikian harga produk tidak dapat dinaikkan terlalu banyak dan laju peningkatan biaya secara berangsur-angsur harus dapar diperkecil.
Oleh karena itu para pelanggan pemakai dapat menerima harga dan mutu yang seimbang, maka penting bagi perusahaan untuk memberikan perhatian penuh agar tidak membiarkan produk terjerumus ke dalam mutu yang berlebihan yang dapat mengakibatkan terjadinya pemborosan biaya dilihat dar sudut pandang manajerial

     

Biaya dan Mutu dalam manufacturing
Agak sulit bagi kita melakukan pengontrolan ketat terhadap kegiatan manufacturing untuk mendapatkan target mutu dalam perancangan proses produksi yang sesungguhnya. Yang sering kita jumpai adalah penurunan utu sampai batas tertentu atau defect diantara barang-barang yang diproduksi sehingga memerlukan proses pengerjaan ulang untuk melakukan penyesuaian kembali. Sehingga barang-barang produksi tersebut mampu mencapai mutu yang sudah ditetapkan sejak awal pada perancangan manufacturing.
Mutu dalam manufacturing mempunyai titik optimum yang akan digerakkan lebih jauh dalam suatu arah perbaikan mutu sehingga diperlukan system control mutu yang berfungsi memperbaiki hubungan antara mutu dalam manufacturing dan biaya kendali mutu.

Kunci dari keberhasilan suatu produk didasarkan pada keinginan pasar bukan keinginan perusahaan, jadi perusahaan yang menyesuaikan hasil produksinya dan kualitas produksinya sesuai dengan keinginan pasar. Terkadang ego sebuah perusahaan masih sangat kental dikala perusahaan itu menggunakan mesin standard eropa dengan hasil ini pasti laku misalnya. Sebenarnya yang menjadi tolak ukur keberhasilan adalah minat pasar yang cukup tinggi dan kemudian profit perusahaan mengikuti.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *