Indikator-indikator Seseorang Pengalaman Usaha


indikator menentukan keberhasilan usaha

Semakin lama seseorang dalam menjalankan usaha akan lebih semakin banyak pengalaman dalam pemilihan strategi menjalankan usaha sehingga terdapat beberapa indikator dalam keberhasilan usaha dan memanajemen usahanya.

a) Beberapa indikator dalam menentukan keberhasilan usaha menurut Noor (2007:397) adalah sebagai berikut

     
  1. Laba/ profitability, merupakan tujuan utama dari bisnis. Laba usaha adalah selisih antara pendapatan dengan biaya.
  1. Produktivitas dan efisiensi. Besar kecilnya produktifitas suatu usaha akan menentukan besar kecilnya produksi. Hal ini akan mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada akhirnya menentukan besar kecilnya pendapatan, sehingga mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh.
  1. Daya saing, Daya saing adalah kemampuan atau ketangguhan dalam bersaing untuk merebut perhatian dan loyalitas konsumen. Suatu bisnis dapat dikatakan berhasil bila dapat mengalahkan pesaing atau paling tidak masih bisa bertahan menghadapi pesaing.
  2. Kompetensi dan etika usaha, Merupakan akumulasi dari pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman secara kuantitatif maupun kualitatif dalam bidangnya sehingga dapat menghasilkan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman.
  3. Terbangunnya citra baik, Citra baik terbagi menjadi dua yaitu trust internal dan trust eksternal. Trust internal adalah amanah atau trust dari segenap orang yang ada dalam perusahaan. Sedangkan trust eksternal adalah timbulnya rasa amanah atau percaya dari segenap stakeholder perusahaan, baik itu konsumen, pemasok, pemerintah, maupun masyarakat luas, bahkan juga pesaing.

b) Manajemen merupakan suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain disamping itu manajemen juga menggunakan metode ilmiah dan seni dalam setiap pendekatan atau penyelesaian masalah. Metode ilmiah ini pada hakekatnya meliputi:

  1. Mengetahui adanya persoalan
  2. Mendifinisikan persoalan
  3. Mengumpulkan fakta, data dan informasi
  4. Menyusun alternatif penyelesaian
  5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian
  6. Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut

Hal di atas juga sama seperti yang diungkapkan dalam teori Schumpeter yang mengatakan bahwa kemajuan ekonomi suatu masyarakat bisa diterapkan dengan adanya inovasi oleh para inovator atau entrepreneur. Kemajuan ekonomi dalam hal ini diartikan sebagai peningkatan output total masyarakat yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan. Pengalaman seorang pelaku usaha dalam menekuni usahanya akan mempengaruhi kemampuannya, yang akan meningkatkan pengetahuan sehingga dapat menunjang kreativitasnya untuk melakukan inovasi. Inovasi disini berarti perbaikan “teknologi” dalam arti luas, misalnya penemuan produk baru, pembukaan pasar baru, dan sebagainya. Inovasi tersebut menyangkut perbaikan kuantitatif dari sistem ekonomi itu sendiri yang bersumber dari kreativitas para wiraswastanya (Arsyad, 1999) dalam kusumawardani (2014 :17-18)

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

55 − = 47