Pengertian Industri dan Industrialisasi
   

Sebelum mengenal industri dan industri kecil lebih dalam, maka terlebih dahulu mengenal apa itu industrialisasi. Industrialisasi merupakan suatu proses interaksi antara pengembangan teknologi, inovasi hingga spesialisasi pada saat melakukan produksi dan perdangan antar negara satu dengan negara lainnya yang kemudian sejalan dengan peningkatan pendapatan perkapita yang akan mendorong perubahan struktur perekonomian suatu negara. Kemudian industri memiliki dua arti yakni :

(1) Industri dapat di artikan sebagai himpunan perusahaan-perusahaan atau sejenisnya, dapat di contohkan perusahaan pakaian yang merupakan himpunan perusahaan yang menghasilkan produk pakaian, sehingga kata industri merupakan sebuah rangkaian kata yang menjelaskan jenis barang yang di produksinya.

(2) Industri dapat pula dikatakan suatu sektor ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan produktif yang mengolah suatu barang menjadi sebuah barang setengah jadi. Kegiatan pengolahan tersebut dapat bersifat masial, elektrikal, atau manual. Dengan kata lain pengertian industri kedua ini adalah sektor industri pengolahan (manufacturing) yakni sebagai salah satu sektor produksi atau lapangan usaha perhitungan pendapatan nasional menurut pendekatan produksi.

Secara umum industri juga di katakan sebagai suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan setengah jadi menjadi barang jadi dan siap pakai, dan memiliki nilai jual untuk mendapatkan sebuah keuntungan. Kemudian hasil dari industri juga tidak selalu berupa barang tetapi juga bisa dalam bentuk jasa.

Menurut UU nomor 5 tahun 1984 tentang Perindustrian, yang menyebutkan industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, bahan setengah jadi, atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancangan dan perekayasaan industri.

Undang-undang nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian, yang dimaksud dengan industri adalah seluruh kegiatan ekonomi yang mengelola bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri.

Dari definisi di atas maka dapat di tarik kesimpulan bahwa industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengelola bahan yang masih mentan hingga menjadi barang yang siap di konsumsi yang memiliki daya jual yang
tinggi yang selanjutnya juga akan memberi keuntungan yang tinggi.

Jenis-jenis Indutri

Jenis-jenis industri di klasifikasikan sebagai berikut :

1) Klasifikasi industri berdasarkan hubungan vertikal
2) Klasifikasi industri berdasarkan hubungan horizontal
3) Klasifikasi industri atas dasar skala usahanya
4) Klasifikasi industri atas dasar tingkat jenis produksinya
5) Kemudian terdapat klasifikasi industri berdasarkan tempat bahan baku yakni sebagai berikut :

  • Industri Ekstraktif, merupakan industri yang bahan bakunya di ambil langsung dari alam sekitar atau dapat dikatakan di ambil dari sumber daya alam sekitar. Contohnya: pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lainnya.
  • Industri Nonekstatif, merupakan industri yang bahan bakunya di ambil dari selain alam sekitar artinya tidak berasal dari sumber daya alam sekitar.
  • Industri Fasilitatif, merupakan industri yang produk utamanya adalah bentuk jasa yang di jual kepada para konsumennya.

Contohnya : asuransi, perbankan, tranportasi, ekspedisi dan lain sebagainya

6) Industri berdasarkan tingkat investasinya yakni sebagai berikut ;

  • Industri besar dengan tingkat investasi lebih dari 1 miliyar.
  • Industri sedang dengan tingkat investasi 200 juta-1 miliyar.
  • Industri kecil dengan tingkat investasi 5 juta-200 juta.
  • Industri kerajinan rumah tangga dengan tingkat investasi < 5 juta.

7) Terdapat pula industri berdasarkan jumlah tenaga kerja yakni sebagai berikut :

  • Industri besar menggunakan jumlah tenaga kerja sekitar 100 orang atau lebih.
  • Industri sedang menggunakan jumlah tenaga kerja antara 20-99 orang.
  • Industri kecil menggunakan jumlah tenaga kerja 5-19 orang.
  • Industri rumah tangga menggunakan jumlah tenaga kerja 1-4 orang

Penggolongan Industri

Selanjutnya terdapat pembagian atau penggolongan industri berdasarkan pemilihan lokasi yakni sebagai berikut :

  1. Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada pasar (marked oriented industry) adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target konsumen. Industri ini akan mendekati dimana potensi konsumen berada. Semakin dekat industri ini dengan pasar maka akan menjadi lebih baik.
  2. Industri yang berorientasi pada tenaga kerja (man power oriented industry) adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena biasanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja agar lebih efektif dan efisien.
  3. Industri yang berorientasi pada bahan baku (supply oriented industry) merupakan jenis industri yang mendekati dimana bahan baku berada untuk meminimalisir biaya tranportasi yang besar.r

Sumber Bacaan

Undang-undang Republik Indonesia. UU 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian.
Undang-undang Republik Indonesia. UU 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian.

Tag: , , ,

Diposting oleh hestanto


Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *