Pengertian Karburator dan Pengertian Knalpot


Pengertian Karbutator

Karburator

Karburator adalah sebuah alat pada sistem bahan bakar. Karburator berfungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara. Oleh karburator bahan bakar dibuat kabut sebelum masuk ke dalam silinder. Karburator mengatur pemasukan, pencampuran, dan pengabutan bahan bakar ke dalam arus udara sehingga didapatkan perbandingan campuran yang sesuai dengan tingkat beban dan kecepatan. Kabut bahan bakar tersebut akan menentukan baik atau buruknya unjuk kerja (performance) mesin pada kendaraan.

Ketika katup throttle terbuka, bahan bakar akan masuk ke dalam karburator melalui berbagai jet dan bercampur dengan udara. Ketika katub throttle 0% hingga 30% terbuka, idle jet dan pilot jet bekerja. Ketika katup throttle antara 15% hingga 60% terbuka, needle jet bekerja. Kemudian katup throttle antara 20% hingga 80% terbuka,

     

maka jet needle bekerja. Sedangkan katup throttle antara 60% hingga 100% terbuka, main jet bekerja. Jadi, dengan kata lain, pilot jet bekerja untuk mengatur pemasukan bahan bakar dari saat pelat katub cekik menutup hingga katup throttle terbuka 1/4 bukaan. Kemudian needle jet bekerja dari saat pelat katup cekik 1/4 hingga 3/4 membuka. Terakhir, main jet bekerja dari saat katup throttle tebuka ½ bukaan katub hingga katup throttle terbuka penuh.

Knalpot (Saluran Gas Buang)

Pembakaran bahan bakar di dalam ruang bakar berlangsung sebagai ledakan. Proses ini terjadi sangat cepat dan menimbulkan suara yang sangat keras atau bising. Untuk itu diperlukan peredam untuk meredam suara yang bising. Sehingga prosesnya adalah gas hasil pembakaran yang mengalir melalui katub buang tidak langsung dialirkan keluar, melainkan disalurkanmelalui dalam peredam suara atau muffler.

Fungsi dari kanlpot (muffler) adalah sebagai peredam suara dan mengatur arah aliran gas-gas hasil pembakaran agar mengalir dengan teratur. Pengaturan gas yang baik dapat meningkatkan tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Sehingga setiap motor dirancang dengan knalpot yang sesuai dengan kapasitas mesin. Apabila desain tidak tepat maka akan terjadi penurunan tenaga yang dihasilkan mesin. Knalpot dapat meningkatkan perfoma mesin sekitar 10%-30% tenaga. (Arismunandar, 1988)

Ditinjau dari mekanisme kerjanya, maka muffler dapai dibedakan menjadi 3 jenis yaitu :

reactive muffler, absortive muffler, dan combination muffler.

  1. Reactive muffler

Reactive muffler biasanya terdiri dari beberapa segmen pipa yang tersambung dengan sejumlah ruang. Konstruksi yang demikian menyebabkan membentuk sejumlah antarmuka di dalam muffler yang mana masing-masing segmen di kedua sisi antarmuka memiliki nilai impedansi yang berbeda. Keadaan ini menyebabkan terjadinya pemantulan yang berulang-ulang sehingga fraksi energi gelombang yang diteruskan semakin berkurang.

  1. Absorptive muffler

Absortive muffler terdiri atas material penyerap yang berserat dan berpori dimana dapat menurunkan level bising dendan mengubah energi bunyi menjadi energi panas yang disebabkan adanya gesekan partikel gas yang berisolasi dengan material bunyi.

Absortive muffler biasanya mempunyai karakteristik bentang daerah reduksi suara pada frekuensi tengah dan frekuensi tinggi.

Absortive muffler sering digunakan untuk menurunkan masukan bising pada mesin atau tambahan reactive muffler untuk mengontrol bising mesin.

  1. Combination muffler

Beberapa muffler mengkombinasikan unsur reactive dan absorptive untuk memperluas bentang serapan bising pada spektrumnya.

Combination muffler juga umum digunakan untuk mereduksi bising dari mesin.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 − 16 =