Sikap Konsumen Pada Atribut dan Informasi Produk


Sikap Konsumen Pada Atribut dan Informasi Produk

Atribut Produk

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan, produk yang dipasarkan meliputi barang dan fisik, jasa, tempat, organisasi dan gagasan (Kotler 2005). Atribut produk adalah sifat-sifat atau aspek-aspek yang dimiliki oleh suatu produk yang mana sifat-sifat tersebut akan menjadi pertimbangan konsumen untuk menyenangi atau sebaliknya membenci produk itu. Secara keseluruhan atribut produk dikelompokkan menjadi 2 macam yakni atribut teknis dan atribut emosional (nonteknikal). Atribut teknis merupakan aspek yang harus kita bubuhkan dalam produk kita untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan fungsi teknis produk kita.

Atribut emosional merupakan atribut untuk mendukung kebutuhan konsumen akan manfaat emosional, non-teknikal, psikologis ataupun manfaat sosial mereka. Atribut produk dapat menentukan kepuasan konsumen atas suatu produk karena dalam evaluasi konsumsinya, konsumen cenderung lebih banyak menggunakan atribut produk daripada keseluruhan produk (Gitosudarmo 2012).

     

Pengetahuan konsumen tentang atribut yang dimiliki suatu produk berbeda untuk setiap individunya, hal ini disebabkan karena saluran informasi, tingkat ketertarikan dan tingkat pendidikan konsumen berbeda. Kepercayaan, sikap, dan perilaku juga terkait dengan konsep atribut produk. Atribut produk adalah karakteristik dari suatu produk. Kepercayaan atau pengetahuan konsumen menyangkut kepercayaan bahwa suatu produk memiliki berbagai atribut dan manfaat dari berbagai atribut tersebut. Penilaian terhadap atribut produk dapat menggambarkan sikap konsumen terhadap produk tersebut dan sekaligus dapat mencerminkan perilaku konsumen dalam membelanjakan dan mengkonsumsi suatu produk (Sumarwan 2011).

Sikap Konsumen

Definisi sikap menurut Allport dalam Setiadi (2003) yaitu: “Sikap adalah suatu mental dan saraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi, diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan/atau dinamis terhadap perilaku.”

Maka kemudian, jika dianalogikan dengan sikap konsumen terhadap suatu merek berarti sikap terhadap merek, yaitu mempelajari kecenderungan konsumen untuk mengevaluasi merek, baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten. Sikap terdiri dari tiga komponen yaitu kepercayaan merek, evaluasi merek, dan maksud untuk membeli. Hubungan antara ketiga komponen sikap tersebut adalah bahwa kepercayan merek memengaruhi evaluasi merek dan evaluasi merek memengaruhi maksud untuk membeli. Sikap memengaruhi preferensi dengan korelasi positif. Semakin baik sikap terhadap suatu merek, maka semakin baik pula preferensi konsumen terhadap merek tersebut.

Baca Juga : Perilaku Konsumen Terhadap Produk atau Jasa

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

37 + = 45