Konsep Social Marketing dan Kebijakannya


Konsep Social Marketing dan Kebijakannya

Konsep social marketing diciptakan pada tahun 1971 oleh Kotler dan Zaltman. Sinonim untuk social marketing adalah “pemasaran non-profit”, karena ini adalah konsep pemasaran kewiraswastaan, yang terutama berorientasi pada tujuan dan tidak berorientasi pada keuntungan. Ini termasuk kegiatan pemasaran organisasi publik, nirlaba atau non-komersial, seperti fasilitas administrasi publik, rumah sakit, layanan sosial, atau fasilitas perawatan.

Kebijakan produk

Tujuan social marketing bukan untuk menghasilkan keuntungan tapi untuk mencapai tujuan dan kesuksesan sosial. Social marketing klasik mengacu pada prinsip dan sarana pemasaran untuk lembaga atau perusahaan nirlaba.

     

Tujuan dari sebuah iklan social marketing bisa, misalnya, memasarkan perilaku seperti tidak merokok. Perilaku ini menggambarkan produk dan manfaat dasarnya adalah pengurangan jangka panjang risiko kesehatan. Contoh lain dari sebuah tujuan adalah usaha untuk meningkatkan kesediaan penduduk untuk menyumbang dan mempromosikan pendidikan atau perawatan kesehatan.

Penting untuk menekankan manfaat pribadi dari perilaku sehat, karena penerapan perilaku semacam itu mungkin melibatkan usaha atau ketidaknyamanan. Dalam kasus kampanye non-merokok, ini adalah abstain kesenangan. Manfaat tambahan untuk kelompok sasaran terkait harus dikerjakan secara khusus untuk setiap produk. Dengan demikian, seseorang tidak mengiklankan secara murni hanya manfaat kesehatan dari tidak merokok, tapi menyesuaikannya dengan kelompok sasaran dan jangka waktu dan mempromosikan manfaat tambahan emosional tertentu.
Kebijakan harga

Harga dalam social marketing biasanya bukan merupakan hadiah uang, tapi ketidaknyamanan atau usaha seseorang harus dilakukan untuk mewujudkan perubahan perilaku yang diinginkan. Ini termasuk, misalnya, rasa sakit, mengatasi rasa malu dan cemas saat pemeriksaan skrining, atau mengubah pola makan dan kebiasaan seseorang untuk menurunkan berat badan.

Baca : Definisi B2B Marketing (Bisnis ke Bisnis)

Kebijakan komunikasi

Agar sukses di bidang social marketing, informasi dan strategi persuasif harus dikembangkan yang mengenalkan produk dan membuatnya terkesan diminati. Pesan yang ingin disampaikan sekaligus pilihan yang tepat dari saluran penjualan sangat penting. Ini termasuk Internet, majalah atau pameran. Perlu juga dicatat bahwa, terutama di sektor kesehatan, konten kompleks sering disajikan dan harus mudah dimengerti. Ini dengan cepat menarik perhatian dan tetap ada dalam pikiran orang yang melihatnya. Namun, bisa terjadi bahwa konten yang kompleks sangat disederhanakan dan harus dipecah menjadi sebuah slogan, dimana informasi penting dan tambahan hilang.

Social marketing sekarang ini

Banyak perusahaan berorientasi keuntungan besar semakin mengintegrasikan faktor sosial ke dalam kegiatan pemasaran mereka. Metode social marketing digunakan untuk menumbuhkan identitas korporat mereka atau menyampaikan pesan sosial. Artinya, pertumbuhan penjualan jangka pendek bukanlah fokus perhatian. Contohnya adalah perusahaan di sektor otomotif yang mengiklankan keramahan lingkungan mobil mereka. Meskipun demikian, bentuk pemasaran ini hanya dapat dikelompokkan sebagai social marketing klasik, karena hal ini masih dimaksudkan untuk menghasilkan kesuksesan ekonomi melalui pengelolaan merek dan citra jangka panjang.
Masalah dan risikonya

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, pendekatan social marketing dikritik dalam hal pandangan dunia dan citra manusia. Berbeda dengan promosi kesehatan yang prioritasnya adalah untuk mempengaruhi kondisi kesehatan, penyakit, politik, sosial, dan lingkungan, bentuk pemasaran ini diarahkan pada perilaku individu. Hal ini menyebabkan tuduhan bahwa manusia, melalui hubungan kesehatan dengan tanggung jawab pribadi, menyalahkan dirinya sendiri karena perilakunya dan oleh karena itu harus menanggung konsekuensi penyakit yang diakibatkannya.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 + = 18