Neuromarketing (Pemasaran Neuro)


Neuromarketing (Pemasaran Neuro)
     

Neuromarketing (Pemasaran Neuro) adalah bidang pemasaran yang relatif baru, yang muncul pada abad ke-21. Neuromarketing (Pemasaran Neuro) memeriksa proses apa yang terjadi di otak konsumen sebelum dan selama pembelian, dan menggunakan pengetahuan ini untuk mengoptimalkan proses penjualan. Metode Neuromarketing (Pemasaran Neuro) juga termasuk dalam bidang riset pasar atau optimisasi produk.

Apa Itu Neuromarketing (Pemasaran Neuro)

Sebagai hasil dari kemajuan yang konstan dalam penelitian, metode analitis dalam pemasaran juga berkembang terus menerus. Dengan demikian, pelacakan mata digunakan dalam Pemasaran Online, misalnya, untuk menarik kesimpulan tentang desain toko online melalui gerakan mata. Demikian juga, survei dan alat pelacakan web yang canggih, seperti Google Analytics atau etracker, memberikan wawasan penting tentang perilaku konsumen. Namun, seakurat metode ini, mereka tidak menyelesaikan salah satu pertanyaan utama Neuromarketing (Pemasaran Neuro). Apa yang terjadi di otak konsumen ketika dia mengunjungi situs web, membeli produk, atau melihat-lihat toko?

Prasyarat Neuromarketing (Pemasaran Neuro)

Neuromarketing (Pemasaran Neuro) mengandaikan bahwa, ketika pelanggan membeli suatu produk, proses yang tidak dibenarkan secara rasional sering dilakukan. Oleh karena itu menarik bagi para ilmuwan untuk mengungkap rahasia merek yang sukses dengan bantuan penelitian otak, karena sebagian besar waktu keputusan untuk merek tertentu tidak dapat didukung oleh argumen yang masuk akal.

Namun, asumsi bahwa rasionalitas adalah yang sekunder dalam keputusan pembelian karena kita dikendalikan oleh proses yang tidak disadari di otak, masih kontroversial.

Metode penelitian Neuromarketing (Pemasaran Neuro)

Otak manusia adalah organ manusia yang kompleks. Ini adalah pusat kendali pusat untuk tindakan dan perasaan kita. Dan itulah yang sedang diselidiki dalam Neuromarketing (Pemasaran Neuro).

Investigasi dalam Neuromarketing (Pemasaran Neuro) umumnya didasarkan pada pengukuran aktivitas otak dengan tomograf resonansi magnetik. Itu dilakukan di bawah kondisi laboratorium. Atau, arus otak diukur menggunakan electroencephalography. Metode-metode ini dilengkapi dengan data tambahan, misalnya dari frekuensi nadi atau aktivitas kelenjar keringat.

Kritik tentang Neuromarketing (Pemasaran Neuro)

Karena sebagian besar pengukuran dalam Neuromarketing (Pemasaran Neuro) dilakukan di bawah kondisi laboratorium, pernyataan akurat tentang fungsi otak dapat dibuat. Namun, metode ini tidak memperhitungkan banyak faktor lain yang juga dapat mempengaruhi keputusan pembelian seperti:

  • Keadaan pikiran saat ini (seperti pembelian frustrasi)
  • Rekomendasi oleh teman atau kenalan
  • Pengalaman sebelumnya dengan suatu produk
  • Keadaan selama pembelian (gangguan oleh media lain seperti radio atau televisi)
  • Keyakinan pembeli di toko

Sejauh ini, Neuromarketing (Pemasaran Neuro) hanya dapat menjadi metode tambahan untuk mengidentifikasi karakteristik pembelian potensial.

Kemungkinan manfaat untuk kegiatan pemasaran

Temuan penting dari Neuromarketing (Pemasaran Neuro) adalah bahwa faktor manusia penting untuk keputusan pembelian. Banyak toko online modern memanfaatkan penemuan ini dengan mengganti gambar teknis dengan gambar latar belakang yang menggambarkan orang. Beberapa toko menggunakan dongeng untuk membangkitkan emosi pembeli potensial. Contoh yang baik dari ini adalah toko pakaian ASOS.

Meskipun penelitian Neuromarketing (Pemasaran Neuro) masih dalam masa pertumbuhan, pengetahuan masa depan tidak diragukan lagi akan mengalir ke desain toko online atau situs web perusahaan. Namun, penting untuk dicatat bahwa pemasaran saraf, serta bagian pemasaran lainnya, hanyalah salah satu dari banyak faktor yang dapat membantu mengoptimalkan penjualan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code