Model Sederhana Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen


Model Sederhana Pengambilan Keputusan Konsumen

Tahapan Masukan (input) : Pada tahap masukan mempengaruhi pengenalan konsumen terhadap kebutuhan dan keinginan pada suatu produk dalam usaha pemasaran yang dilakukan oleh pemasar (kualitas produk itu sendiri, harganya dan menciptakan citra merek yang baik), kemudian pengaruh lingkungan sosial eksternal atas konsumen (keluarga, sumber informasi dan teman-teman) dampak kumulatif dari setiap usaha pemasaran, pengaruh keluarga, dan teman-teman semuanya merupakan masukan yang mungkin mempengaruhi apa yang dibeli konsumen dan bagaimana mereka menggunakan apa yang mereka beli.

Tahap Proses: Pada tahap ini memfokuskan bagaiman cara konsumen dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi oleh faktor psikologi (motivasi, persepsi, pengetahuan, kepribadian, dan sikap) kemudian pada tahap masukan mempengaruhi:

     
  • Pengenalan kebutuhan: Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal atau eksternal. Kasus pertama yaitu yang dicetuskan oleh rangsangan internal, salah satu kebutuhan umum seseorang misalkan haus mencapai ambang batas tertentu dan mulai menjadi pendorong untuk pengenalan masalah pencarian informasi evaluasi alternatif keputusan pembelian perilaku pasca pembelian mencari air minum. Kasus kedua, kebutuhan ditimbulkan oleh rangsangan eksternal. Seseorang bisa mengagumi mobil baru rekan kerjanya yang memicu pemikiran tentang kemungkinan melakukan pembelian.
  • Mencari informasi: Sebelum proses pembelian ini sangat berkaitan dengan informasi tentang sumber-sumber dan menilainya, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang dirasakan. Melalui pengumpulan informasi, konsumen mengetahui produk-produk yang bersaing dan keistimewaan masing-masing produk. Sumber-sumber informasi konsumen terbagi menjadi beberapa kelompok, yaitu: Sumber pribadi (keluarga, teman, tetangga, kenalan), sumber niaga (periklanan, penjual, pameran), dan sumber pengalaman (pernah menangani, menguji, mempergunakan suatu produk).

Evaluasi Alternatif: Konsumen sebelum melakukan tahap pembelian akan suatu produk juga melihat alternatif lainnya yang dipakai untuk memenuhi kebutuhannya. Konsumen akan memilih pada atribut yang akan memberikan manfaat yang akan memberikan manfaat yang dicari. Pengalaman yang diperoleh dari evaluasi berbagai alternatif, akan mempengaruhi sifat psikologi para konsumen.

Tahap Keluaran (output): Tahap keluaran dalam model pengambilan keputusan konsumen.

  • Keputusan Pembelian: Konsumen akan menentukan pilihan serta bentuk niat pembelian setelah melalui tahap-tahap sebelumnya, konsumen biasanya akan membeli produk yang paling dapat memenuhi kebutuhannya. Konsumen juga dapat menunda atau menghindari keputusan pembelian jika resiko yang dihadapi besar bila membeli produk tersebut.
  • Perilaku pasca pembelian terdapat dua macam kegiatan yang berhubungan erat setelah konsumen melakukan proses pengambilan keputusan, yaitu pembelian dan evaluasi setelah melakukan pembelian. Konsumen mencoba untuk produk baru, jika dirinya merasa cocok atau puas dengan pembeliannya tersebut maka konsumen akan melakukan pembelian ulang terhap produk tersebut.

Ketika konsumen telah menggunakan sebuah produk, mereka mengevaluasi kinerja didasarkan pada harapan mereka. Ada tiga kemungkinan: pertama jika kinerja sebenarnya sama dengan yang diharapkan maka terjadi natural feelings, kedua ketika kinerja melebihi harapan menyebabkan kepuasan dan ketika kinerja dibawah harapan terjadi ketidakpuasan (Schiffman dan Kanuk, 2007)

Baca : Proses Keputusan Pembelian Konsumen

Menurut Buchari (2004), keputusan pembelian merupakan suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan, teknologi, politik, budaya, kualitas produk, harga, citra merek, lokasi, promosi, physical evidence, people dan process. Sehingga membentuk sikap pada konsumen untuk mengelolah segala informasi dan pengambil kesimpulan berupa respon untuk membeli.

Menurut Buchari (2004) motif-motif keptutusan pembelian sebagai berikut:

(1). Primary buying motive, yaitu motif untuk membeli yang sebenarnya misalnya kalau wanita ingin cantik akan mencari make up.
(2). Selective buying motive, yaitu pemilihan terhadap barang misalnya apakah ada keuntungan bila membeli barang.
(3). Patronage buying motive, ini adalah Selective buying motive yang ditujukan kepada tempat atau toko tertentu. Pemilihan ini bisa timbul karena tempat dekat, cukup persediaan barang dan pelayanan memuaskan.

Menurut Kotler dan Amstrong (2008) keputusan pembelian adalah beberapa tahapan yang dilakukan oleh konsumen sebelum melakukan keputusan pembelian suatu produk. Menurut Kotler dan Amstrong (2008), membedakan lima peran yang dimainkan orang dalam keputusan pembelian yaitu: pencetus, pemberi pengaruh, pengambil keputusan, pembeli dan pemakai. Pencetus merupakan seseorang yangyang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli suatu produk atau jasa. Pemberi pengaruh merupakan orang yang memiliki pandangan atau sarannya dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Untuk mengambil keputusan pembelian apakah akan membeli atau tidak, bagaimana cara membeli dan dimana dibeli merupakan tugas dari seorang pengambil keputusan. Pembeli adalah orang yang melakukan pembelian. Seseorang yang memakai atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa merupakan pemakai.

Baca : Harga Suatu Produk atau Jasa

Berdasarkan definisi diatas disimpulkan bahwa keputusan pembelian adalah tindakan yang dilakukan konsumen untuk melakukan pembelian suatu produk oleh karena itu pengambilan keputusan konsumen merupakan saat proses pemilihan salah satu alternatif penyelesaian masalah dengan tindakan lanjut yang nyata. Setelah itu konsumen dapat melakukan evaluasi pilihan kemudian dapat menentukan sikap yang akan diambil selanjutnya.

Hasil analisis menunjukan bahwa variabel independen yang terdiri dari variabel kualitas produk, harga dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.

Hasil uji Fhitung diperoleh bahwa semua variabel independen yang terdiri dari kualitas produk, harga, dan citra merek secara simultan mempengaruhi keputusan pembelian. Jadi jelas bahwa kualitas produk, harga dan citra merek sangat mempengaruhi kepercayaan konsumen dalam keputusan pembelian.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 3