Tools Yang Digunakan Dalam Branding


Tools Yang Digunakan Dalam Branding
     

Branding menjadi hal yang penting bagi marketing untuk digunakan sebagai tools dalam menstimulasikan sebuah pengakuan. Ketika produk, jasa, orang dan juga tempat diberikan merek (branded), maka hal ini bisa mengembangkan sebuah kepribadian dan reputasi. Sebuah kampanye branding yang sukses akan menghasilkan nama, design, logo ataupun simbol pengakuan lain yang muncul diantara kompetitornya.

Suksesnya kegiatan branding ini tidak terlepas dari berbagai tools yang digunakan dalam mencapai target pemasaran brand sebuah perusahaan. Dalam merencanakan komunikasi pemasaran guna membranding sebuah perusahaan, diperlukan adanya komunikasi pemasaran terpadu yang terlibat didalamnya. Duncan menjelaskan bahwa komunikasi pemasaran adalah sebuah proses yang digunakan untuk mengelola hubungan antara pelanggan yang mendorong nilai dari sebuah merek. Lebih khususnya, hal itu merupakan proses fungsional lain untuk menciptakan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan dan stakeholders lainnya yang secara strategis dapat mengontrol atau mempengaruhi semua pesan yang disampaikan kepada kelompok-kelompok tersebut sehingga terjadinya dialog atau komunikasi dua arah yang dapat meningkatkan nilai dari sebuah merek.

“A process for managing the customer relationships that drive brand value. More specifically, it is across-functional process for creating and nourishing profitable relationship with customers and other stakeholders by strategically controlling or influencing all messages sent to these groups and encouraging data -driven, purposeful dialogue with them.” (Duncan, 2004).

Adapun berbagai tools yang dapat digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan strategi branding melalui komunikasi pemasaran terpadu, yaitu:

1. Advertising (Iklan)

Advertising yang terdiri dari komunikasi massa melalui surat kabar, majalah, radio, televisi, dan media lain (billboards, internet, atau lainnya); atau komunikasi langsung yang didesain khusus untuk pelanggan antar bisnis (business-to-business) maupun pemakai akhir. Iklan langsung (direct avertising), biasa disebut dengan pemasaran berdasarkan data-base (database marketing), telah mengalami pertumbuhan pesat ditahun-tahun belakangan ini akibat efektivitas komunikasi yang terarah serta teknologi komputer yang memungkinkan hal itu terjadi.

Sebuah iklan tidak hanya berguna sebatas pada menginformasikan produk atau jasa perusahaan, namun juga berperan dalam mengingatkan, membedakan, dan mempengaruhi pelanggan ataupun calon konsumen akan produk atau jasa suatu perusahaan (Fill, 1999). Melalui iklan, perusahaan dapat berusaha untuk menunjukkan keunggulan atau hal yang membedakannya dari produk atau jasa perusahaan lain, sekaligus membangun kepercayaan konsumen sehingga mereka bersedia untuk menggunakan produk atau jasa yang perusahaan tersebut tawarkan.

2. Direct Marketing (Pemasaran Langsung)

Direct marketing merupakan cara promosi yang menggunakan media yang dapat menghubungkan secara langsung marketers dengan konsumen, seperti direct mail, katalog, telepon, sehingga respon dari konsumen dapat langsung diterima. Jenis media itu disebut sebagai direct response media. Peter Bennet dalam Belch & Belch (2004) mendefinisikan direct marketing sebagai berikut: ―the total of activities by which the seller, in effecting the exchange of goods and services with the buyer, direct efforts to a target audiences using one or more media……”. Direct marketing dipahami sebagai sebuah bentuk kegiatan oleh penjual dalam mempengaruhi pertukaran barang dan jasa kepada pembeli dan merupakan sebuah upaya langsung kepada target khalayak dengan menggunakan satu atau lebih banyak media dalam menjalankan kegiatannya.

3. Online Marketing (Pemasaran Online)

On-line marketing merupakan cara promosi yang menggunakan media komunikasi dalam dunia maya, yaitu internet. Dengan media tersebut, marketers dapat langsung berhubungan dengan konsumen sekaligus melayani pembelian. Berbeda dengan direct marketing, on-line marketing merupakan alat komunikasi pemasaran dengan memanfaatkan interactive media yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi, dimana masing – masing penggunanya tersebut dapat ikut berpartisipasi dan memodifikasi bentuk dan isi informasi yang mereka terima (Belch & Belch, 2004).

4. Sales Promotion (Promosi Penjualan)

Sales promotion terdiri dari semua kegiatan pemasaran yang mencoba merangsang terjadinya aksi pembelian suatu produk yang cepat atau terjadinya pembelian dalam waktu yang singkat. Sebagai bahan perbandingan, ada iklan yang didesain untuk mencapai tujuan lain – yaitu untuk menciptakan kesadaran pada merek dan mempengaruhi sikap pelanggan.

Sales promotion merupakan cara promosi yang lebih menekankan pada kegiatan penjualan kepada sasaran, baik konsumen maupun distributor agar tercipta penjualan yang langsung dan peningkatan penjualan. Bentuk komunikasi pemasaran ini mempergunakan insentif sebagai kekuatan penjualan yang diharapkan mampu mempersuasi distributor ataupun konsumen agar melakukan pembelian sehingga terjadi penjualan sesegera mungkin. Insentif di sini bisa berupa diskon, contoh produk, kupon, undian dan sebagainya.

5. Personal Selling (Penjualan Personal)

Personal selling menurut Shimp (2003: 5) adalah bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga penjual/wiraniaga menginformasikan, mendidik dan melakukan persuasi kepada calon pembeli untuk membeli produk atau jasa perusahaan. Personal selling merupakan cara promosi tatap muka yang memungkinkan konsumen dapat berinteraksi dengan marketer secara langsung agar tercipta penjualan.

Melalui personal selling, penjual berusaha untuk mempengaruhi target pasar untuk melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Di sini terjadi komunikasi yang bersifat diadik yang memungkinkan komunikasi bisa lebih bersifat personal dibandingkan bentuk komunikasi pemasaran lainnya, sehingga perlu keluwesan dalam menyampaikan pesan melalui suatu peragaan atau demonstrasi produk ataupun melalui ajakan berupa undangan untuk mencoba jasa yang ditawarkan.

6. Public Relations (PR)

Public relations (PR) adalah fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang memengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut (Cutlip et al, 2006: 6). Dengan adanya peran PR sebagai salah satu tools dalam mengkomunikasikan dan memasarkan brand, maka kehadiran PR ini tentunya menjadi hal yang penting terkait pembentukan dan pemeliharaan hubungan baik yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya. PR yang memerankan fungsi manajemen ini merencanakan dan melaksanakan program aksi dalam rangka mendapatkan pemahaman dan penerimaan publik atas produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan.

Tanggung jawab seorang PR dalam komunikasi pemasaran suatu perusahaan meliputi pemberian informasi dalam upaya memperoleh pengertian, membangun kepercayaan, membangun dan mempertahankan komunikasi dua arah antara perusahaan dan publiknya, menghasilkan hubungan baru dan /atau tetap antara perusahaan dengan publiknya dan lain sebagainya. Hal ini ditujukan untuk mendukung upaya komunikasi pemasaran perusahaan dan dijalankan melalui salah satu teknik, yakni publisitas.

Publisitas menurut Cutlip et al (2011: 12) adalah informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di media ini adalah metode yang tak bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut. Publisitas menggambarkan sebuah komunikasi massa namun yang berbeda dengan iklan. Publisitas biasanya dilakukan dalam bentuk berita atau komentar editorial mengenai produk atau jasa dari perusahaan yang sumbernya didapat peristiwa atau acara (events).

Sumber

Ducan, Tom. 2002. IMC: Using Advertising and Promotion to Build Brands. New York: Mc Graw Hill.

Fill, Chris. (1999). Marketing Communications, contexts, contents, and strategies.
Second Edition. Hertfordshire : Prentice Hall.

Belch, G.E. & Belch, M.A. (2004) Advertising and Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. Boston: McGraw Hill-Irwin.

Shimp, A Terrence. (2003). ”Periklanan & Promosi”, Erlangga : Jakarta.

Cutlip, Scott M. et. al. (2007). Effective Public Realtions, Edisi IX, cetakan ke-2.
Jakarta : Kencana.

Cutlip, Scott M., et al. (2011). Effective Public Relations. Jakarta: Kencana.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

code