Proses Komunikasi Periklanan


Komunikasi periklanan adalah penyampaian pesan penawaran mengenai suatu produk, jasa atau ide kepada khalayak (konsumen) melalui media massa dan media lainnya yang dibayar untuk mempengaruhi khalayak sehingga menggunakan produk, jasa atau ide yang ditawarkan.

Dalam proses menuangkan ide ke dalam pesan, terjadi proses encoding, dimana ide dituangkan dalam bahas iklan yang meyakinkan orang. Media kemudian mengambil alih ide tersebut dan kemudian dikonstribusikan menjadi bahan media. Pada tahapan ini terjadi decoding karena audiens menangkap bahasa media itu dan membentuk pengetahuan-pengetahuan atau realitas, dan pengetahuan itu bisa mendorongnya merespon balik iklan tersebut. Respon itu terdiri dari dua macam yaitu: pemirsa merespon materi iklan dan merespon pesan media. Merespon materi iklan bisa berbentuk raeksi terhadap iklan tersebut, karena merugikan pihak-pihak tertentu. Sedangkan merespon pesan media, bisa merupakan sikap untuk memilih atau tidak memilih obyek tersebut. Proses ini terjadi secara kontinyu seumur iklan tersebut, atau bahkan memproduksi iklan baru dan itu artinya akan lahir kembali sebuah realitas baru dalam dunia kognisis pemirsa sebagai hasil rekosntruksi.

     

Untuk membangun komunikasi yang efektif dalam sebuah iklan, pengirim pesan harus tahu sasaran (target audiens) apa yang diinginkan, sehingga pesan yang akan disampaikan dapat mencapai sasaran tersebut dengan tepat. Pesan yang berisikan informasi dari pengirim pesan tersebut harus dikodekan melalui proses konversi menjadi data yang dapat diterima oleh sasaran secara jelas. Pengiriman pesan tersebut harus melalui media yang menjangkau khalayak sasaran dan mengembangkan saluran umpan balik untuk memantau tanggapan yang ada.

Proses Komunikasi Model
Gambar. Proses Komunikasi Model

(1) Pengirim adalah seseorang, sekelompok orang, perusahaan atau organisasi yang mengirimkanatau menyampaikan ide, serangkaian ide atau proposisi kepada pihak lain, (2) encoding merupakan pengkodean pesan dalam bentuk simbolis untuk mencapai tujuan komunikasi, (3) Pesan adalah representasi simbolis pikiran ide dari pengirim/sumber, (4) media. Sebagai saluran/sarana untuk penyampaian pesan, (5) decoding merupakan pemaknaan dari pesan yang diterima yang merupakan gabungan dari pesan yang sebenarnya dan pengaruh media, (6) penerima adalah orang atau organisasi yang dituju pengirim untuk berbagi pemikiran, ide dan sebagainya (7) noise (kebisingan) menunjukkan gangguan atau impedansi seperti sinyal radio, adalah istilah untuk menggambarkan distorsi pesan pada setiap tahap dalam proses komunikasi pemasaran.

Jika penerima tidak memahami pesan atau tidak bisa menafsirkan dengan cara yang dimaksudkan oleh pengirim, maka komunikasi akan terputus atau rusak.  Pesan juga dapat terputus apabila penerima pesan adalah orang lain yang tidak dituju pengirim atau penerima mungkin memahami pesan tetapi mengabaikan atau melupakannya.

Literasi

Burhan Bungin, “Image Media Massa”. (Yogyakarta: Jendela, 2001). hal.123-124.

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

70 − = 62