Pengertian Pembiayaan Syariah dan Agunan Syariah


Pengertian Pembiayaan Syariah dan Agunan Syariah

Pembiayaan syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan bagi hasil .

Pemberian pinjaman /pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil,jual beli, atau sewa beli yang terbebas dari penetapan bunga dan memberikan rasa aman,karena yang diberikan kepada nasabah adalah barang bukan uang dan tidak ada beban bunga yang ditetapkan di muka.(Rudy Badrudin dan Subagyo:124)

     

Pembiayaan dalam perbankan syariah menurut Al–Harran (1999): 122. terbagi menjadi 3 :

1) Return bearing financing, yaitu secara bentuk pembiayaan yang secara komersial menguntungkan ketika pemilik modal mau menanggung resikokerugian dan nasabah juga memberikan keuntungan.

2) Retrun free financing, yaitu bentuk pembiayaanya tidak semata- mata mencari keuntungan yang ditujukan kepada orang yang membutuhkan, dan tidak ada keuntungan yang didapat.

3) Charity financing, yaitu bentuk pembiayaan yang tidak ada klaim pokok mencari keuntungan dan ditujukan kepada orang miskin yang membutuhkan. (Ascarya :122)

Menurut sifat penggunaanya pembagian pembiayaan terbagi menjadi dua:

1) Pembiayaan produktif

Pembiayaan produktif ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas produksi diantaranya untuk peningkatan usaha, baik usaha produksi, perdagangan, maupun investasi.Pembiayaan ini terbagi menjadi 2 jenis, diantaranya :

  • Pembiayaan modal kerja, Pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan produksi dalam meningkatkan keuangan, jumlah hasil produksi secara kuantitatif dan secara kualitatif meningkatkan mutu hasil produksi untuk keperluan perdagangan dan peningkatan utility of place dari suatu hasil produksi yang berupa barang.
  • Pembiayaan investasi, Pembiayaan untuk memenuhi suatu kebutuhan seperti modal (capital goods) bertujuan peningkatan fasilitas – fasilitas terkait.
  • Pembiayaan konsumtif, Pembiayaan konsumtif ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dimana kapasitasnya akan habis saat digunakan.

Baca : Pengertian Pembiayaan Secara Umum

Agunan /Jaminan

Menurut pasal 1 angka 26 UU perbankan syariah pengertian agunan adalah jaminan tambahan,baik berupa benda bergerak maupun benda tidak bergerak yang diserahkan oleh pemilik agunan kepada bank syariah dan UUS,guna menjamin pelunasan kewajiban nasabah penerima fasilitas.

Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 23/69/KEP/DIR menyatakan dengan tegas bahwa, agunan adalah jaminan material, surat berharga,garansi resiko yang disediakan oleh debitur untuk menangung pembayaran kembali suatu pembiayaan, apabila debitur tidak dapat melunasi kredit sesuai dengan yang diperjanjikan.

Dalam UU Perbankan Syariah bahwa dalam melakukan penilaian terhadap agunan bank syariah dan UU harus:

1) Menilai barang, proyek atau hak tagih yang dibiayai dengan fasilitas pembiayaan.

2) Barang lain, surat berharga, atau garansi resiko yang ditambahkan sebagai agunantambahan.(Wangsawidjaja, 2012: 285)

Agunan / jaminan berupa asset atau barang jenis dan nilai akan ditentukan oleh bank /lembaga keuangan yang mempunyai nilai pada saat menyetujui permohonan pembiayaan. Agunan sangat penting guna menjamin kembalinya pembiayaan yang dilakukan oleh nasabah.(Muhammad, 2000: 28)

(Maftuhin, 2002; 136), berpendapat dalam bukunya agunan/jaminan adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa hak hak kreditur atau nasabah pembiayaan tidak akan dihilangkan dan untuk menghindarkan diri dari “memakan” harta seseorang dengan cara yang batil.

Baca :

Postingan Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 2 =